Langsung aja ya..
Lee Donghae berlari dengan sekuat tenaga dengan Pak Woo.
Pak Woo baru saja menelphone Donghae memberitahukan bahwa kedua orang tuanya dan adiknya So Eun tabrakan. Mobilnya terbalik, karna ditabrak oleh truk besar.
“Dokter, gimana keadaan orang tua saya?”tanya Donghae sambil menangis.
Dokter Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Apa maksud dokter?!!!”tanya Donghae sebal.
“Kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga. Tapi kami tak berhak menambah umur seseorang atau menguranginya. Maaf nak, kedua orang tua mu meninggal.”Dokter Lee meninggalkan Donghae yang berteriak dan segera menuju kamar mayat.
Donghae melihat sepasang suster menutup kedua orang tuanya dengan kain putih.
“Papa. Mama…….”Teriak Donghae.
Dilihatnya wajah kedua orang tuanya yang penuh dengan lecet luka. Dan muka itu sekarang terasa sangat dingin dan tak berdaya. Donghae menangis terisak, bila ini mimpi dia ingin segera bangun.
“Donghae…”Pangil Pak Woo.
Donghae hanya bisa menatapnya sekilas dan terus menatap kedua orang tuanya.
“Donghae, dalam kejadian ini cuman Kim So Eun lah yang selamat.”Pak Woo memandang sedih kearah Donghae.
“So Eun dimana? Dimana So Eun?” tanya Donghae sambil menggoyang-goyangkan tubuh Pak Woo.
“Dia ada dikamar perawatan. Hanya saja sampai sekarang So Eun belum sadar.”Pak Woo sangat hati-hati memberi tau Donghae. Donghae pun berlari menuju kamar rawat So Eun. Dilihatnya So Eun masih terkapar di kasur dengan perban dikepalanya. Muka So Eun kelihatan memar.
“Dongsae……”pangil Donghae terisak.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan Harinya.
So Eun menatap sekelilingnya kepalanya terasa berputar-putar, dimana ini? Batin So Eun. Yang terakir dia ingat hanya perjalanannya ke Perth. Tiba-tiba ada sebuah truk besar yang menabrak mobil mereka, setelah itu So Eun tak ingat apa-apa lagi.
“Arghhhh…”So Eun mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya.
“So Eun…”panggil Donghae kaget.
“Oppa. Aku dimana? Loh kok. Bukannya Oppa gak ikut ke Perth ya? Papa mama mana?”pertanyaan So Eun datang bertubi-tubi.
“So Eun, tenanglah. Sekarang kamu masih di Seoul.”Donghae menenangkan So Eun yang kelihatan panic.
“Oppa.. cepat jawab aku, papa dan mama di mana?”tanya So Eun sedikit kesal.
“So Eun, tenanglah sedikit. Kondisi mu belum membaik.”
“Oppa, jangan mengalihkan pembicaraan. Mama dan papa dimana? Gimana keadaan mereka? Mereka baik-baik saja kan?”kesabaran So Eun sudah mulai habis.
“So Eun…”Donghae menghela nafas lalu melanjutkannya.
“Papa dan mama sudah gak ada. Mereka sudah meninggal kemarin pada saat kecelakaan.”mata Donghae berkaca-kaca.
“Apa? Hahaha. Oppa becandanya jangan keterlaluan deh. Aku serius nih..”So Eun tertawa dipaksakan.
“Oppa serius So Eun. Mama sama Papa udah pergi.”
“Enggak.. Papa sama Mama pasti masih ada diluarkan. Enggak mungkin.. Enggak mungkin. Enggak mungkin.”So Eun serasa hidupnya terhenti. So Eun teriak tak percaya.
Donghae lalu memeluk So Eun dan menenangkannya.
“Oppa, aku mau liat jenazah mama sama papa.”So Eun menangis sesenggukkan.
“Baiklah.”Donghae segera membantu So Eun berdiri dan berjalan ke kamar jenazah.
“Mamaaaaaaaaa….. Papaaaaaaaaa……”teriak So Eun.
“So Eun kamu jangan teriak-teriak seperti itu, kondisimu belum baik. Besok jenazah mama dan papa akan dikremasi.”Donghae memegang badan So Eun yang ingin jatuh.
“Oppa.. Ini pasti bukan mama sama papa kan?”tanya So Eun berharap jawabannya itu bukan kedua orang tuanya.
“So Eun kamu harus kembali ke kamar. Istirahatlah agar besok kita bisa mengikuti acara kremasi mama dan papa.”
“Gak. So Eun mau sama papa dan mama. Oppa pulang aja kalau capek.”So Eun terisak.
Akirnya Donghae keluar dan menelphone Kim Joon. Setengah jam kemudian Kim Joon datang.
“So Eun..”panggil Kim Joon.
“Kim Joon…”So Eun memeluk Kim Joon.
“Oppa, mama sama papa masih hidupkan? Ini bukan mereka kan?”tanya So Eun pada Kim Joon.
“So Eun, kamu harus kuat. Kalau kamu terus terpuruk dalam kesedihan, mama sama papa kamu di surga pasti sedih. Kita keluar yuk, kamu istirahat dulu dikamar mu. Supaya besok kamu bisa keacara kremasi.”ajak Kim Joon.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
So Eun dan Donghae melempar debu mama papanya di laut. Donghae pun meninggalkan So Eun bersama Kim Joon. Donghae pun mencari tempat makan, karena perutnya sudah keroncongan minta diisi. Donghae memesan makanan, tiba-tiba saja ketika Donghae berbalik dia menabrak seseorang.
“Arggghhhhhhhhhhhh.. Bajuku ketumpahan saous kimchi. Aduh..”keluhnya.
Siapakah yang ditabrak Donghae?
Lalu kenapa So Eun belum ketemu Kim Bum?
jawabannya di next kedepan ya..
Pak Woo baru saja menelphone Donghae memberitahukan bahwa kedua orang tuanya dan adiknya So Eun tabrakan. Mobilnya terbalik, karna ditabrak oleh truk besar.
“Dokter, gimana keadaan orang tua saya?”tanya Donghae sambil menangis.
Dokter Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Apa maksud dokter?!!!”tanya Donghae sebal.
“Kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga. Tapi kami tak berhak menambah umur seseorang atau menguranginya. Maaf nak, kedua orang tua mu meninggal.”Dokter Lee meninggalkan Donghae yang berteriak dan segera menuju kamar mayat.
Donghae melihat sepasang suster menutup kedua orang tuanya dengan kain putih.
“Papa. Mama…….”Teriak Donghae.
Dilihatnya wajah kedua orang tuanya yang penuh dengan lecet luka. Dan muka itu sekarang terasa sangat dingin dan tak berdaya. Donghae menangis terisak, bila ini mimpi dia ingin segera bangun.
“Donghae…”Pangil Pak Woo.
Donghae hanya bisa menatapnya sekilas dan terus menatap kedua orang tuanya.
“Donghae, dalam kejadian ini cuman Kim So Eun lah yang selamat.”Pak Woo memandang sedih kearah Donghae.
“So Eun dimana? Dimana So Eun?” tanya Donghae sambil menggoyang-goyangkan tubuh Pak Woo.
“Dia ada dikamar perawatan. Hanya saja sampai sekarang So Eun belum sadar.”Pak Woo sangat hati-hati memberi tau Donghae. Donghae pun berlari menuju kamar rawat So Eun. Dilihatnya So Eun masih terkapar di kasur dengan perban dikepalanya. Muka So Eun kelihatan memar.
“Dongsae……”pangil Donghae terisak.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan Harinya.
So Eun menatap sekelilingnya kepalanya terasa berputar-putar, dimana ini? Batin So Eun. Yang terakir dia ingat hanya perjalanannya ke Perth. Tiba-tiba ada sebuah truk besar yang menabrak mobil mereka, setelah itu So Eun tak ingat apa-apa lagi.
“Arghhhh…”So Eun mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya.
“So Eun…”panggil Donghae kaget.
“Oppa. Aku dimana? Loh kok. Bukannya Oppa gak ikut ke Perth ya? Papa mama mana?”pertanyaan So Eun datang bertubi-tubi.
“So Eun, tenanglah. Sekarang kamu masih di Seoul.”Donghae menenangkan So Eun yang kelihatan panic.
“Oppa.. cepat jawab aku, papa dan mama di mana?”tanya So Eun sedikit kesal.
“So Eun, tenanglah sedikit. Kondisi mu belum membaik.”
“Oppa, jangan mengalihkan pembicaraan. Mama dan papa dimana? Gimana keadaan mereka? Mereka baik-baik saja kan?”kesabaran So Eun sudah mulai habis.
“So Eun…”Donghae menghela nafas lalu melanjutkannya.
“Papa dan mama sudah gak ada. Mereka sudah meninggal kemarin pada saat kecelakaan.”mata Donghae berkaca-kaca.
“Apa? Hahaha. Oppa becandanya jangan keterlaluan deh. Aku serius nih..”So Eun tertawa dipaksakan.
“Oppa serius So Eun. Mama sama Papa udah pergi.”
“Enggak.. Papa sama Mama pasti masih ada diluarkan. Enggak mungkin.. Enggak mungkin. Enggak mungkin.”So Eun serasa hidupnya terhenti. So Eun teriak tak percaya.
Donghae lalu memeluk So Eun dan menenangkannya.
“Oppa, aku mau liat jenazah mama sama papa.”So Eun menangis sesenggukkan.
“Baiklah.”Donghae segera membantu So Eun berdiri dan berjalan ke kamar jenazah.
“Mamaaaaaaaaa….. Papaaaaaaaaa……”teriak So Eun.
“So Eun kamu jangan teriak-teriak seperti itu, kondisimu belum baik. Besok jenazah mama dan papa akan dikremasi.”Donghae memegang badan So Eun yang ingin jatuh.
“Oppa.. Ini pasti bukan mama sama papa kan?”tanya So Eun berharap jawabannya itu bukan kedua orang tuanya.
“So Eun kamu harus kembali ke kamar. Istirahatlah agar besok kita bisa mengikuti acara kremasi mama dan papa.”
“Gak. So Eun mau sama papa dan mama. Oppa pulang aja kalau capek.”So Eun terisak.
Akirnya Donghae keluar dan menelphone Kim Joon. Setengah jam kemudian Kim Joon datang.
“So Eun..”panggil Kim Joon.
“Kim Joon…”So Eun memeluk Kim Joon.
“Oppa, mama sama papa masih hidupkan? Ini bukan mereka kan?”tanya So Eun pada Kim Joon.
“So Eun, kamu harus kuat. Kalau kamu terus terpuruk dalam kesedihan, mama sama papa kamu di surga pasti sedih. Kita keluar yuk, kamu istirahat dulu dikamar mu. Supaya besok kamu bisa keacara kremasi.”ajak Kim Joon.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
So Eun dan Donghae melempar debu mama papanya di laut. Donghae pun meninggalkan So Eun bersama Kim Joon. Donghae pun mencari tempat makan, karena perutnya sudah keroncongan minta diisi. Donghae memesan makanan, tiba-tiba saja ketika Donghae berbalik dia menabrak seseorang.
“Arggghhhhhhhhhhhh.. Bajuku ketumpahan saous kimchi. Aduh..”keluhnya.
Siapakah yang ditabrak Donghae?
Lalu kenapa So Eun belum ketemu Kim Bum?
jawabannya di next kedepan ya..







