Annyeonghaseyo chingu..
Maaf part ini di lanjutinnya lumayan lama. Eheheh :D
Kalau yang lupa Part 6 nya gimana ini linknya….
Nampaknya ada cameo baru nih…
Siapa ya…
Jeng jeng jeng….
Kim Hyun Joong
Dokter spesialis kanker. Ramah dan dekat kepada tiap pasiennya.

Langsung aja ya :>
Let’s cekidot <=>
Min Ji berjalan menuju rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah Dia merasa kepalanya berputar-putar dan seketika itu juga Min Ji terjatuh. Dia batuk dan melihat tangannya ada darah. Min Ji segara menelephone dokter. Tak lama kemudian dokter datang. Di periksanya keadaan Min Ji.
“Bagaimana keadaan saya dok ?”tanya Min Ji lemas.
“Sebaiknya kamu memeriksa darah ke RS terdekat. Karena kami tidak bisa mereka-reka penyakit seseorang. Mungkin saya hanya bisa memberikan obat penahan rasa sakit untuk sekarang.”dokter itu pun menyerahkan resep obat dan segera pulang.
Setelah Min Ji merasa badannya agak baikan dia segera pergi ke RS seperti yang di sarankan dokter tadi.
“Min Ji… Silahkan masuk ke dalam.”seorang suster memanggil nama Min Ji supaya segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
Min Ji pun segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
“Selamat siang..”dokter muda yang kelihatan cantik menyapa Min Ji.
“Selamat siang dok. Tadi saya ingin memeriksa kondisi saya. Atau periksa darah.”Min Ji menjelaskan.
“Oh. Silahkan.”dokter cantik itu segera memeriksa keadaan Min Ji.
“Hasilnya bisa di tunggu setengah jam lagi ya. terima kasih.”Min Ji pun keluar dari ruang praktek itu dan duduk di ruang tunggu.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
“Dokter!!! Bagaimana keadaan So Eun?”tanya Kim Bum panic.
“Lebih baik nanti saja kau lihat dia ya. Kondisinya belum begitu pulih.”Dokter Kang segera menuju ruangannya.
“Dok,sudah berapa lama dia disini?”tanya Kim Bum penasaran.
“Sudah cukup lama.”Dokter Kang memperhatikan Kim Bum.
“Kalau boleh saya tau. So Eun kenapa?”tanya Kim Bum.
“Dia kelihatan depresi dan tidak bisa menerima keadaannya. Sehingga dia ingin menjauh dari dunia ini. Dia juga beberapa kali mencoba bunuh diri.”Dokter Kang menjelaskan.
“Apaaa? Bunuh diri ?”tanya Kim Bum aneh.
“Iya. Saya pamit dulu ya. ada pasien yang masih harus di cek.”Dokter Kang berjalan cepat menuju kamar pasien di RSJ Seoul.
Kim Bum hanya bisa melongok memandang ke kamar So Eun.
“So Eun..”panggil Kim Bum dari kaca kamar So Eun. Dia melihat So Eun terkulai lemah di kasurnya.
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
“Nona Min Ji.”panggil suster.
“Iya?”Min Ji medekat kearah suster itu.
“Ini hasil pemeriksaan kamu. Mari saya antar ke praktek dokter.”suster cantik itu menyerahkan kertas yang berisi hasil pemeriksaan Min Ji. Min Ji pun mengikuti suster tersebut.
Suster tersebut berhenti di sebuah kamar praktek dokter.
“Silahkan masuk.”suster tersebut mempersilahkan Min Ji masuk lalu segera keluar dari ruangan itu.
“Selamat siang. Bisa saya lihat hasil pemeriksaannya ?”tanya dokter tampan yang berada di depan Min Ji.
“Ini dok.”Min Ji menyerahkan kertas hasil pemeriksaan darahnya. Dokter itu sontak kaget.
“Sebelumnya pernah muntah darah? Atau batuk darah?”tanya dokter itu.
“Sudah sering dok. Tetapi tidak pernah separah tadi. Hanya batuk darah. Saya kira paru-paru saya yang bermasalah. Memang ada apa dok?”tanya Min Ji kelihatan lemas.
“Kamu terjangkit penyakit kanker hati stadium 2.”dokter itu memandang ke arah Min Ji.
“Apaaaaa??!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Min Ji menangis histeris.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Kim Bum akirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. So Eun dan mama nya pun sudah tidur. Waktu menunjukan 20.45(Seoul). Kim Bum pun pergi ke rumah Min Ho. Ternyata Min Ho sedang browsing dan melihat muka kusut Kim Bum yang baru sampai ke rumahnya.
“Bum, kenapa muka mu? Keriput seperti nenek-nenek umur 90 tahun?”Min Ho tertawa terbahak-bahak.
“Aku sedang tidak ingin bercanda!”Kim Bum duduk di kasur Min Ho dan menatap lurus kedepan. seketika itu juga wajah Min Ho berubah serius.
“Ada apa?”tanya Min Ho sok dewasa.
“Panjang ceritanya. Nanti ku ceritakan. Apa ada soju di rumah mu?”tanya Kim Bum lelah.
“Ada. ambil saja di tempat biasa.”Kim Bum pun segera mengambil soju. Lalu kembali ke posisinya semula. Min Ho yang sudah tau sifat sahabatnya. Memilih diam dan tetap terfocus pada layar laptopnya. Walau pikirannya masih ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan sahabatnya Kim Bum.
“Pasti kau ingin tahu kan Min Ho. Apa yang barusan terjadi padaku?”Kim Bum menanyakan kepada Min Ho dengan muka yang kelihatan sedang mabuk.
“Iya donk. Eh, kau salah ambil minuman ya? itu bukan soju KIM SANG BUM!! Ahhh.. pantas saja kau seperti orang gila!!”Min Ho mengambil minuman itu dan meletakannya di dekat tempat tidur.
“Ah… kenapa kau mengambil soju ku? Hah? Kau tau! Semua orang yang ku cintai GILA!!!! SEMUA NYA!!!”setelah berbicara seperti itu Kim Bum tertidur di kamar Min Ho. Min Ho pun membenarkan posisi tidur Kim Bum.
“Semua orang yang kucintai gila? Apa maksudnya? Semua orang? Siapa? Yang kucintai? Siapa lagi? Gila? Bukannya hanya mama Kim Bum yang gila ya? ah,pusing aku dibuatnya!!”Min Ho pun lanjut kesibukannya semula. Ya itu browsing.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Min Ji menuju café teamoi. Min Ji sengaja memilih tempat di luar. Supaya dapat melihat indahnya kota Seoul dimalam hari. Min Ji mengingat kata-kata kejadian selama di rumah sakit tadi.
“Dokter,apakah penyakit saya bisa di sembuhkan?”tanya Min Ji terisak.
“Kau harus yakin. Ada alternative lain. Yaitu dengan cara kemoterapi.”
“Apa? Kemoterapi? Apa jadinya aku jika di kemoterapi? Apa bisa mengembalikan semuanya?”tanya Min Ji lemas.
“Mungkin hanya bisa secara bertahap menyembuhkan penyakitmu. Bagaimana? Apa kau mau menjalankannya?”dokter itu memandang Min Ji iba.
“Nanti saya pikirkan terlebih dahulu dok.”Min Ji menuduk lemas.
“Ini kartu nama saya. Kapan saja kamu berubah pikiran bisa langsung menelephone saya.”dokter itu megeluarkan kartu namanya. Lalu memberikannya pada Min Ji.
“Terima kasih dok.”Min Ji keluar dari rumah sakit itu.
Min Ji mengeluarkan kartu nama itu dari tas nya dan membacanya.
“Dr.Kim Hyung Joong? Apa aku harus bertanya padanya apa ada cara lain selain kemoterapi?”mata Min Ji kelihatan sembap. Baru saja Min Ji mau menekan keyword Hp nya seseorang menyapanya.
“Hai. Min Ji. Lama tak jumpa.”orang itu memandang Min Ji.
“Lee Donghae? Sedang apa kau disini?”tanya Min Ji kaget dan segera mengumpatkan kartu nama yang dia pegang.
“Ini kan tempat umum. Kau kenapa?”Donghae memandang wajah Min Ji.
“Kau kenapa? Maksudnya?”tanya Min Ji mulai bingung.
“Mata mu.”tunjuk Donghae.
“Oh.. itu.. itu… tadi mata ku digigit semut. Iya di gigit semut.”Min Ji membuat alasan yang bisa di bilang tidak masuk akal.
“Digigit semut? Mengapa 2-2 nya? Memangnya kau main dengan gula apa?”Donghae memandang Min Ji yang mulai salah tingkah.
“Ah.. sudahlah. Aku ingin tau sekarang kau sedang sibuk apa?”tanya Min Ji.
“Aku sedang sibuk bekerja. kau sendiri?”tanya Donghae.
“Masih tetap sama. Kuliah.”Min Ji menghela nafas berat.
“Kenapa? Kau bosan ya kuliah?”
“Mungkin aku tak bisa kuliah lagi.”gumam Min Ji tak jelas.
“Apa? Kau barusan berbicara apa?”tanya Donghae yang tidak begitu jelas mendengar gumaman Min Ji.
“Tidak apa-apa. Oh ya, aku harus segera pulang. Bye Donghae. Sampai ketemu lagi!”lalu Min Ji meninggalkan Donghae yang menatapnya pungung Min Ji yang masih terlihat.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
=0= Ke esokan harinya =0=
“Bum. Kau sudah bangun?”sapa Min Ho yang melihat Kim Bum turun menuju meja makan tempat Min Ho berada.
“Kau pikir?!! Bukannya sudah melihat aku berjalan ya?”Kim Bum memegang kepalanya.
“Kan banyak juga Bum. Orang yang mengigau sambil jalan!!”Min Ho makan roti tawar yang ada di depannya.
“Ah, sudahlah. Tidak ada habisnya berdebat dengan mu. Kok kepalaku pusing ya?”tanya Kim Bum masih tetap memegangi kepalanya.
“Ya jelas lah. Kau salah minum tau?!!”Min Ho mengambil selai lalu mengolesnya pada roti yang ada di depannya.
“Salah minum? Apa maksudmu?”Kim Bum tetap tidak mengerti.
“Begini ya. kemarin kau bukan mengambil soju malah ngambil whisky.”Min Ho memandang Kim Bum yang terlihat bingung.
“Masa sih?”Kim Bum mengambil roti yang ada di meja makan.
“Eh, aku mau nanya deh. Kata orang-orang. Kalau orang mabuk itu selalu berkata apa ada nya ya?”tanya Min Ho.
“Memangnya kenapa?”tanya Kim Bum balik.
“Kemarin kau berbicara sewaktu mabuk. Seperti ini, Semua orang yang ku cintai GILA!!!! SEMUA NYA!!!”Min Ho meniru persis seperti suara Kim Bum.
“Ah?!!! Itu… itu”Kim Bum mulai salah tingkah.
“Nampaknya kau sudah tau aku akan bertanya apa.”Min Ho menatap Kim Bum.
“Baiklah. Akan ku ceritakan semuanya!!”Kim Bum mulai menceritakan keadaan So Eun kepada Min Ho. Dan seketika itu juga Min Ho terbengong bengong. Setelah Kim Bum selesai menceritakan keadaannya. Min Ho masih melongok tak percaya.
“Kenapa kau?”Kim Bum menyikut Min Ho.
“Ah? Tidak.. tidak apa-apa.”Min Ho memandang Kim Bum yang terlihat sedih.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
“Bum, ikut aku yuk.”Min Ho mengajak Kim Bum pergi.
“Kemana?”tanya Kim Bum.
“Jalan-jalan donk. Ayuk…”
“Gak deh. Aku mau pergi lihat mama di RSJ. Bye..”Kim Bum pun segera melaju cepat dengan mobil sportnya.
Sesampainya Kim Bum di RSJ Seoul dilihatnya So Eun sedang di luar taman. Masih bermain dengan bunga-bunga yang tumbuh di halaman RSJ Seoul.
“Hai…”sapa Kim Bum pada So Eun. So Eun masih sibuk dengan bunga-bunga.
“Ini aku bawakan kau boneka. Kau suka boneka ini?”Kim Bum menujukan boneka bear yang bertulis kan ‘I Love You’.
“Bagaimana keadaan mu?”So Eun segera menarik boneka yang Kim Bum bawakan.
“Nampaknya kondisi mu sudah membaik ya.”Kim Bum tersenyum senang.
“Tunggu disini sebentar ya. Aku mau melihat mama ku. Jangan pergi ya.”Kim Bum meninggalkan So Eun yang masih sibuk dengan boneka yang di berikan Kim Bum.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Min Ji duduk di dekat taman rumahnya. Pandangannya mengarah ke bunga tulip kesukaan mamanya. Tetapi pikirannya jauh melayang, memikirkan tentang kondisi dirinya sekarang ini. Dia terkena penyakit Kanker Hati stadium 2. Dia belum menanyakan cara lain selain kemoterapi. Karena pada saat dokter itu memberi tahukan Min Ji tentang penyakitnya, Min Ji merasa melayang ke dunia lain. Min Ji pun kembali ke kamarnya dan mencari kartu nama dokter yang menanganinya. Min Ji menekan nomor hp dokter itu, dan menunggu jawaban dari dokter.
“Hallo..”terdengar suara dari sebrang.
“Hallo…. Ini benar dengan dokter Kim Hyun Joong?”Min Ji membaca kartu nama yang ada di tangannya.
“Benar. Ini siapa ya? ada yang bisa saya bantu?”tanya Dr.Hyun Joong.
“Ini Min Ji dok. Kim Min Ji yang kemarin datang. Bisakah kita bertemu?”Min Ji menghebuskan nafas panjang.
“Baik. Dimana?”tanya Dr.Hyun Joong.
“Café teamoi. Jam 19.00 apakah bisa?”Min Ji bertanya ragu-ragu.
“Bisa-bisa. Baiklah jam 19.00 di café teamoi.”Min Ji lalu menutup sambungan telephonenya. Dia merenungi nasibnya sekarang.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
@café freak
Min Ho sedang menunggu seseorang. Nampaknya sudah lama menunggu. Tak lama orang itu datang.
“Haiiii… Min Ho…”sapa Min Jung.
“Haiii.. Lama sekali kau.”Min Ho memberi salam Min Jung.
“Maaf, tadi agak macet. Kenapa kau mengajak kesini?”
“Temani aku jalan-jalan ya. Bum sedang sibuk dengan urusannya.”Min Ho memohon.
“Baiklah. Kau mau kemana?”
“Mall saja bagaimana?”muka Min Ho kelihatan memaksa.
“Oke. ayuk.”Min Jung menarik tangan Min Ho.
Setengah jam kemudian mereka sampai ketempat tujuan. Mereka membeli es cream lalu kembali mengelilingi Mall.
“Min Jung… cepat kemari, coba lihat itu..”Min Ho mencolek pipi Min Jung dengan Es cream yang mereka beli barusan.
“Kau!!!!!!!”Min Jung mengejar Min Ho yang berlari seperti anak kecil, lalu mereka tertawa bersamaan.
“Hahh.. Hahh…”Min Jung menghela nafas kecapekan karena mengejar Min Ho. Min Ho akirnya berhenti dan menarik tangan Min Jung mensejajari langkahnya.
“Heiii.. pelan-pelan donk…”Min Jung kelihatan capek.
“Hahahahahahaha. Oke oke, bagaimana kalau sekarang kita mencari makan?”Min Ho berhenti sejenak mendengarkan jawaban Min Jung.
“Oke.”mereka pun menuju food court. Setelah memesan mereka lanjut berbicara.
“Min Jung.. bagaimana dengan pacar mu? Apakah baik?”Min Ho kelihatan tersenyum meledek.
“Kau!!!! Kembali saja meledek ku!!! Huh, aku sebal dengan mu.”Min Jung pura-pura marah.
“Hahaha. Aku hanya bercanda.”
“Oh..hahaha.”
---Hp Min Jung berbunyi---
“Hallo unnie(kakak).”Min Jung menjawab ramah.
“Tidak, aku sekarang sedang bersama dengan teman. Ada apa?”
“Memang kau dimana?”Min Jung masih berbicara di telephone.
“Hah? Aku juga disana. Aku sedang makan di food court. Baik, baik. Aku tunggu disini ya sekarang. Oke oke.”Akirnya Min Jung menutup sambungan telephonenya.
“Siapa?”tanya Min Ho penasaran.
“Kakak sepupu ku. Yang waktu reunian ikut dengan ku. Bukankah kau kenal dengannya?”tanya Min Jung.
“Tidak…”tak lama makanan yang mereka pesan datang.
“Terima kasih.”Min Ho dan Min Jung mengucapkan terima kasih pada pelayan.
“Hey… Unnie….”Min Jung melambaikan tangannya agar bisa dilihat oleh kakak sepupunya.
“Ehukkkkk…. Huk…. Hukkk….”Min Ho terbatuk-batuk melihat siapa yang sedang berjalan kearah mereka.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Kim Bum kembali menuju taman tempat So Eun berada tadi. Dilihatnya So Eun tidak disana. Kim Bum kelihatan panic takut terjadi apa-apa dengan So Eun. Dia pun berlari menuju kamar So Eun. Ternyata So Eun sudah disana bersama seorang lelaki.
“So Eun.. Ini aku bawakan bunga.”kata Kim Joon mengarahkan bunga kepada So Eun. Tetapi So Eun kelihatan tidak peduli dan masih sibuk dengan boneka yang Kim Bum bawakan. So Eun tertawa sambil memegang boneka itu.
“So Eun, seandainya kau tau dari awal. Aku menyesal tidak memberi tahukan kau lebih awal. Tentang Gook Yi Jun. Semua salah ku. Aku tahu, aku salah.”Kim Joon pun keluar dari kamar So Eun. Kim Bum yang melihat Kim Joon keluar dari kamar So Eun segera mengumpat di kamar mamanya. Setelah Kim Joon agak jauh barulah Kim Bum menuju kamar So Eun.
“Tadi siapa yang datang?”tanya Kim Bum pada So Eun. Tetapi So Eun tetap tidak menjawab.
“Pacarmu ya? hehehehe. Kau suka lagu apa?”So Eun tetap tertawa dengan boneka yang diberikan Kim Bum.
“Baiklah aku akan memainkan lagu andalanku.”Kim Bum pun mengambil saxophone dikamar mamanya.
Awal lagu pun terdengar dengan merdu. Tiba-tiba So Eun menjerit kesakitan. Memegang kepalanya, seakan sakit tak terhingga.
“So Eun…”Kim Bum merasa panic dia memegang So Eun dan berteriak memanggil So Eun.
“Arrrrrrrrrrrrggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………………………….”So Eun menjerit berteriak.
“Dokterrrr…. Suster….”Kim Bum berteriak minta tolong.
Setelah suster datang memeriksa keadaan So Eun dan memberikan obat penenang. Barulah Kim Bum tenang.
“Maaf, bisakah anda meninggalkan So Eun sendirian. Kondisinya sekarang kurang baik untuk di jenguk. Maaf…”Suster itu mengucapkan maaf lalu mengunci kamar So Eun. Kim Bum hanya bisa melihat So Eun dari kaca. Dia pun memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah Kim Bum kelihatan lelah. Dia pun membaringkan tubuhnya dikasur. Berharap pada saat dia bangun nanti semua pikirian tentang So Eun hilang.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Wah sedih Min Ji sakit…
Ngek? Min Ho kenapa tuh? Hehehe.
Ada yang aneh dari So Eun pas denger Kim Bum main saxophone? Kenapa ya kira-kira? Saksikan next partnya. Tetap ikutin ya. walau agak lama. Hehehe.
Jangan lupa comment. Gomawo :)