Ichachachaki
안녕하세요,이 .....입니다 my world, my story and my life :D
Senin, 06 September 2010
~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 4 :D ~
Title : You’re not my love, but you are my destiny
Rating : General.
Genre : Romance.
Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Shim Changmin, Kim Junsu, Park Yoochun, Eun Kyung, Mr. Kim.
“Hoaaammmm…..”Eun Kyung menguap lebar. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Diliriknya jam di HP nya dan terkejut.
“Hah? Baru jam 2 pagi? Memangnya aku tadi tidur jam berapa?”
“Ya ampun… aku lupa.. tadi aku tidur sore. Hehehe… rasanya bosan. Aku keluar saja deh, nyari angin segar. Pasti para member DBSK yang lain sudah tidur. Hmmmm… aku bersih-bersih saja deh. Mumpung masih pagi…”Eun Kyung pun keluar dari kamarnya dengan hati-hati. Takut bersuara dan membangunkan member DBSK lainnya. Dia berjalan mundur sambil menutup pintu kamarnya. Tiba-tiba…..
BRUKKKKKKKKKKKKK….
Tubuhnya tertabrak oleh seseorang. Dan jatuh kelantai. Seketika itu juga bulu kuduk Eun Kyung merinding.
‘Aduh… ada apa ini? masa pagi-pagi udah ada setannya. Ya ampun… Misi setan.. maaf kalau ganggu..’batin Eun Kyung.
Tiba-tiba ada yang mengulurkan tangan untuk membantu Eun Kyung berdiri.
‘Hah? masa setan tangannya bagus kaya begini sih?’Eun Kyung berkata dalam hati.
Diliriknya perlahan-lahan dari tangan sampai keatas dengan pelan-pelan. Masih tetap merinding. Dan sampai melihat wajahnya. Eun Kyung mengenali apa yang dilihatnya. Seorang pemuda tampan.
“Hey… kenapa kau menatapku begitu?”Yunho masih dengan tatapan binggung menatap Eun Kyung.
“Heh… Yunho Oppa…”Eun Kyung meraih tangan Yunho dan segera berdiri tegak.
“Iya. memangnya kau kira aku siapa? Setan. Hahahaha..”Yunho tertawa terbahak-bahak.
“Hehehehe…”Eun Kyung memaksakan tawanya.
“Hahahaha… memangnya ada ya setan seganteng aku..”Yunho berkata dengan PDnya.
“Hehehe… Gak tau sih.. habis Oppa bikin aku kaget…”
“Hahaha… jam segini kenapa sudah bangun? Seharusnya kau masih tidur kan? Besok pagi bagaimana kalau terlambat kuliah?”tanya Yunho.
“Mmm… tidak apa-apa Oppa. Lebih baik aku beres-beres saja. aku belum ngantuk. Oppa sendiri kenapa jam segini sudah bangun?”
“Aku tidak bisa tidur. Dan biasanya aku bermain music atau melihat bintang diluar.. baru saja aku ingin mengambil mantel buat melihat bintang. Ternyata tertabrak olehmu. Hehehehe…”
“Mianhae Oppa.”Eun Kyung terlihat menyesal.
“Hahahaha… sudahlah santai saja. Dari pada kau beres-beres, bagaimana kalau kau menemaniku melihat bintang..”Yunho berkata sambil memohon.
“Woo?? Mwo??”Eun Kyung terlihat binggung.
“Iya, menemani aku melihat bintang ditaman belakang. Ayuk lah… setelah itu kau baru beres-beres atau pun tidur…”Yunho menarik tangan Eun Kyung.
“Mwo??”
“Kaja(Ayo)…”Yunho menarik tangan Eun Kyung menuju taman belakang.
Ternyata selama mereka berbicara Jaejoong sudah melihat dari kamarnya. Karna pintu kamar Jaejoong tak ditutup dengan rapat. Kelihatan sekali wajah cemburu dimuka Jaejoong. Jaejoong pun menatap penuh kebencian pada Eun Kyung.
Sekarang Eun Kyung dan Yunho sedang duduk di gazebo taman.
“Oppa… aku harus beres-beres…”Eun Kyung berkata kepada Yunho yang masih sibuk membersihkan teropong bintangnya.
“Kita belum ada 5 menit disini. Tunggu sajalah. Lagi pula kau belum melihat bintang-bintangnya kan. Bagus sekali. sebentar ya, aku bersihkan dulu teropongnya…”
Eun Kyung kelihatan kedinginan, karna angin di Korea saat musim dingin seperti ini sangat menusuk sampai ketulang. Eun Kyung melipat kedua tangannya. Tiba-tiba Yunho mengambil mantel disebelahnya. Dipakaikannya pada Eun Kyung. Jaejoong hanya bisa melihat dari balik kaca taman dengan tatapan cemburu.
“Sini.. coba kau lihat.”Yunho mendekatkan teropong bintang itu pada Eun Kyung.
“Wow… Iputaaa…”Eun Kyung terlihat kagum.
“Sudah ku duga. Kau akan kagum dengan bintang-bintang ini. tidak menyesalkan?”tanya Yunho pada Eun Kyung yang masih melihat bintang diteropong. Eun Kyung menggeleng. Mereka tampak senang melihat bintang. Pada saat mereka mengobrol tak sadar Eun Kyung mengantuk dan tertidur di lengan Yunho.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Hmmmmmmm…”Eun Kyung membuka matanya yang masih mengantuk.
“Arrrggghhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Eun Kyung setengah berteriak melihat dirinya tertidur di lengan Yunho.
“Heh… ada apa? Kenapa? Ada apa Eun Kyung… kau baik-baik saja?”Yunho yang kaget mendengar suara Eun Kyung langsung bangun dari tidurnya. Eun Kyung menggeleng.
“Oppa… Mianhae… aku tak sengaja tidur di lenganmu…”
“Haisshh!!! Aku kira kenapa… sudahlah tidak apa-apa. Jam berapa sekarang?”Yunho mengambil HP disaku celananya.
“Oh.. baru jam setengah 7.. aku kira sudah jam 9..”
“HAHHHHHH????!!!!!!!!!!!!!!!!! MWOOO???!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Eun Kyung terlihat kaget.
“Wheyo? Kau selalu mengagetkan ku…”Yunho mengelus-ngelus dadanya.
“Aku terlambat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Eun Kyung pun segera masuk kedalam rumah.
Diruang tamu tak sengaja dia terpeleset karna ada genangan air.
-BBBBBBBBBBBRRRRRRRRRRRRRUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKK-
“Auwww…….”Eun Kyung meringis kesakitan. Dia terjatuh akibat ada genangan air dilantai.
Dilihatnya Jaejoong yang sedang duduk diruang tamu, tertawa sambil mentup mulutnya.
“Hey!!!! DO!!!!”Eun Kyung terlihat kesal kepada Jaejoong.
“Mwo?”tanya Jaejoong sinis.
“Haisssshhhhh!!!!!!!!”Eun Kyung hanya bisa meringis dan masuk kedalam kamarnya. Segera menganti bajunya dan berangkat ke kampus. Eun Kyung menunggu bus dan segera menuju ke kampusnya. Sampai digerbang kampus dia berlari sekuat tenaga sambil melihat jam.
“Mwoooooo??!!!!!!!! Jam 06.57?!!!”Eun Kyung terus berlari dan akirnya sampai dikelasnya dengan nafas tersengal-sengal.
“Annyeonghaseyoo…”Eun Kyung berkata pada dosen yang sedang mengajar. Sambil melap keringatnya dengan kemeja panjang yang dia pakai.
“Nde… kenapa kamu terlambat?”tanya dosen cantik tapi galak Mrs.LeeYoun.
“Mianhae….”Eun Kyung menunduk menyesal.
“Haish.. sudahlah masuk, materi kali ini agak sulit. Jadi aku memperbolehkan kau masuk. Lain kali kalau terlambat kau harus menunggu diluar ya…”
Eun Kyung mengganguk.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Yunho hyung sudah bangun?”tanya Changmin sambil membawa lap.
“Mmm… nde.. wheyo?”
“Aniyeo.”Changmin menggeleng.
“Hyung-nim….”panggil Changmin.
“Whe?”
“Hati-hati tadi aku menumpahkan air diruang tamu. Makanya aku ambil lap.”Changmin menunjukan lap yang dipegangnya.
“Oh… Nde…”Yunho pun segera menuju kamarnya.
“Changminnnnn…..”panggil Jaejoong dari ruang tamu.
“Nde Hyung Nimmmmm?”
“Aduh kau ini lama sekali mengambil lap. Kalau nanti ada yang terjatuh bagaimana?”
“Haisshhh.. sebentar…”Changmin pun berlari menuju ruang tamu.
“Lama sekali kau…”kata Jaejoong sambil mengganti channel TV.
“Hehehe.. Mian Hyung-nim.. memangnya ada yang akan jatuh apa disini. Liat saja tumpahan air susu coklat dilantai yang putih sangat kelihatan. Pasti tak ada yang akan terjatuh..”Changmin membela diri.
“Hahahaha…”tiba-tiba Jaejoong teringat oleh Eun Kyung yang tadi terjatuh.
“Wheyo Hyung-nim? Kenapa tertawa sendiri?”tanya Changmin.
“Aniyeo... Pagi ini kita makan apa?”tanya Jaejoong pada Changmin.
“Angin…”Changmin menjawab asal.
“Changmin-ya.. Kau dulu sana yang makan angin, kalau enak baru akan ku makan..”Jaejoong berkata ketus.
“Hehehehe.. Eun Kyung sudah berangkat ya. dia tidak masak apa-apa buat kita?”Changmin balik bertanya.
“Mana ku tahu.. sepertinya dia tidak masak pagi ini.”
“Haish.. padahal aku ingin mencoba masakannya. Ya sudah lah Hyung kita makan mie instan saja. kau mau kan? Biar aku masak buat kita.”tanya Changmin pada Jaejoong.
“Hah? mie instan itu tidak baik untuk kesehatan. Sudahlah, aku nanti siang saja makannya.”Jaejoong menggeleng.
“Ya sudah.. kalau memang tidak mau makan. aku makan sendiri saja…”Changmin pun pergi menuju dapur dan mulai memasak mie instan.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Eun Kyung!!!!!”sapa seorang temannya.
“Nde???”jawab Eun Kyung.
“Hari ini jadi kerja kelompok kan?”
“Mianhae… aku harus segera pulang seusai kuliah. Chongmal mianhae…”Eun Kyung terlihat terburu-buru.
“Oh. Ya sudah, biar kami saja yang buat tugasnya. Kami mengerti, kamu harus kerja sepulang kuliah kan?”
Eun Kyung mengangguk.
“Sekali lagi, Chongmal mianhae… aku pergi dulu ya…”Eun Kyung mengambil tasnya dan berlari menuju terminal bus.
Di bus pikirannya melambung tak jelas kemana-mana.
‘Damn… tadi gimana ceritanya bisa jatuh? benar-benar sial hari ini. sudah terlambat, jatuh pula. Pasti Jaejoong yang kasih air dilantai itu. diakan paling gak suka sama aku. Oke, kalau memang begitu Jaejoong. Kau mengajak ku bertengkar. Baiklah, aku akan meladeninya. Hasihhh… pergi.. pergi.. kenapa malah ada wajah Jaejoong dalam senyum kemenagan seperti tadi, didalam pikiranku sekarang.. Paboo… pabooo… chongmal… chinca paboo…. Hasihhh.. senyuman kemenangan Jaejoong itu loh. Pengen rasanya aku lempar pakai batu*sadis, maklum sabuk hitam taekwondo. Hehehe* beda sekali wajah Jaejoong dengan Yunho ataupun Changmin yang membawa kedamaian. Muka Jaejoong bagaikan evil. Evil yang sangat suka menggangu… kenapa juga aku malah mikirin dia? Eun Kyung.. do chinca Paboooo…’Eun Kyung memukul kepalanya halus dengan tangannya. Orang yang duduk di bus sebelah Eun Kyung memandang aneh kearahnya.
‘Pasti, itu orang mengangap aku gila. Hahaha.. biarkanlah, habisnya selain dibus ini aku tidak bisa mengeluarkan keresahan hatiku, kebencian hati ku pada Jaejoong.. ah, aku ingin kerjain orang yang duduk di sebelah aku ah… hiburan disaat bosan nih.*Jahilnya kambuh.. hehehe*’batin Eun Kyung tertawa.
“Hahahahaha… Paboo.. Paboo.. chongmal Paboo.. hahahaha…”Eun Kyung tertawa terbahak-bahak, spontan orang ya duduk disampin Eun Kyung menoleh. Anak memakai seragam SMA itu terlihat ketakutan.
‘Asiikkk… hahaha. Dia udah ketakutan nih.. kerjain lagi ah… hahaha…’Batin Eun Kyung senang.
“Hahahaha… Dia tuh memang ya.. minta di pukul… Ya ampun.. anak SMA itu tuh minta dimakan, dicubit, dipukul, ditonjok. Mmmmm… laperrrr.. jadi pengen makan tuh anak SMA. Hahahaha….”Anak SMA yang duduk di samping Eun Kyung segera memberhentikan bus dan turun dengan ketakutan.
‘Pemandangan langka nih. Hahahaha… aku yakin, pasti anak SMA itu turun karna ketakutan denganku. Bukan karna sudah sampai tempat yang dia tuju. Kelihatan sekali wajahnya yang ketakutan. Hahahaha…’Eun Kyung tertawa dalam hati. Saking sibuk tertawa Eun Kyung melewatkan halte bus dekat rumah DBSK.
“Eh.. nah loh. Aku dimana nih? Ini?? ini kan sudah lewat jauh sekali dari rumah mereka. Pabooo…”Eun Kyung segera memberhentikan bus dan berjalan setengah berlari menuju rumah karna sudah waktunya makan siang.
“Haishhh… karna keasikan aku ngerjain itu anak. Aku sampai terlambat. Hooooooohhhhhhhhh….”Eun Kyung menghela nafas panjang. Tak lama akirnya dia sampai kerumah DBSK.
“Annyeonghaseyo…”Eun Kyung melepaskan sepatunya dan menganti dengan sandal rumah.
“Annyeong…”Changmin tersenyum.
“Mianhae… aku terlambat…. Kalian sudah makan?”tanya Eun Kyung.
“Sudah… tapi tadi pagi. Hehehe…”Changmin menjawab dengan tampang lugunya.
“Mianhae… aku tadi pagi lupa menyiapkan sarapan buat kalian…”Eun Kyung menunduk menyesal.
“Hahahaha… sudahlah, aku sudah makan….”Changmin menepuk bahu Eun Kyung pelan.
“Tapiiiii…. Tetap saja.. di kulkas kan tidak ada bahan makanan apa-apa. Hanya ada mie instan. Aku lupa semalam untuk kesupermarket. Kalian makan apa?”tanya Eun Kyung pada Changmin.
“Mie instan buatan Jaejoong Hyung-nim…”jawab Changmin santai.
“Jaejoong? Dia bisa masak?”Eun Kyung kelihatan kaget.
“Iyaaa…. Tadi ituu………..”
~FLASH BACK~
“Aniyeo... Pagi ini kita makan apa?”tanya Jaejoong pada Changmin.
“Angin…”Changmin menjawab asal.
“Changmin-ya.. Kau dulu sana yang makan angin, kalau enak baru akan ku makan..”Jaejoong berkata ketus.
“Hehehehe.. Eun Kyung sudah berangkat ya. dia tidak masak apa-apa buat kita?”Changmin balik bertanya.
“Mana ku tahu.. sepertinya dia tidak masak pagi ini.”
“Haish.. padahal aku ingin mencoba makanannya. Ya sudah lah Hyung kita makan mie instan saja. kau mau kan? Biar aku masak buat kita berlima.”tanya Changmin pada Jaejoong.
“Hah? mie instan itu tidak baik untuk kesehatan. Sudahlah, aku nanti siang saja makannya.”Jaejoong menggeleng.
“Ya sudah.. kalau memang tidak mau makan. aku makan sendiri saja…”Changmin pun pergi menuju dapur dan mulai memasak mie instan.
“Changmin dongsaengnie…”panggil Jaejoong menyusul Changmin yang sudah ada didapur.
“Mwo? Whe?”tanya Changmin.
“Aku lapar. Hehehe…”Jaejoong memegang perutnya.
“Ya sudah, makanlah. Ini ada mie instan masak saja…”Changmin menyodorkan mie instan pada Jaejoong.
“Kamu kan dongsaeng aku yang paling manis… masaklah buatku…”Jaejoong merayu Changmin.
“Haish!!!!! Ya sudah mana mienya…”Changmin mengambil mie itu dan mulai memasak.
--------Setengah Jam kemudian------
“Changmin… kenapa kau lama sekali memasaknya?”tanya Jaejoong sambil berjalan menuju dapur.
“Haish!! Bawel sekali kau hyung..”Changmin kelihatan repot.
“CHANGMIN-YAA!!! Do chincaaaa….”Jaejoong sedikit berteriak.
“HASIH!!!! Kenapa teriak-teriak…”Changmin masih sibuk menuangkan bumbu mie instan di mangkuk.
“Itu lihat!!!”
Changmin membalikan badannya dan melihat mie instan mereka sekarang sudah berwarna hitam, dan sudah keluar api dari tempat masak mie itu.
“Mianhae Hyung-nim…”Changmin kelihatan menyesal.
“Untung saja rumah kita tidak apa-apa… sini aku saja yang masak… memang diantara kalian hanya aku yang bisa masak dan mengerti keadaan dapur. Panggil hyung-hyung yang lain. Sekarang!!!”Jaejoong bersuara agak kencang. Changmin pun berlari memanggil semua anggota DBSK untuk makan.
-End Of Flas Back-
don't forget to leave comment!
Rabu, 21 April 2010
~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 3:D ~
krn lagi sibuk ujian.
langsung aja ya :D
~~~Toktoktoktoktoktoktok~~
“Nde??? Silahkan masuk..”Eun Kyung mempersilahkan orang yang mengetuk pintu kamarnya untuk masuk.
“Eun Kyung dongsaeng, Manager Kim sudah didepan. Dia ingin berbicara pada mu.”Changmin berkata sambil tersenyum ramah.
“Nde…”Eun Kyung pun segera keluar dari kamarnya. Dan menuju ruang tamu.
“Annyeonghaseyo Eun Kyung-ssi.”Manager Kim menyapa.
“Annyeonghaseyo….”Eun Kyung menjawab sapaan Manager Kim.
“Jadi kamu sudah bisa menjadi asisten mereka sekarang. Oh ya masalah gaji, kami akan memberikan gaji lebih dari cukup untuk mu. Biaya kuliah akan kami tanggung. Kau tidak usah memikirkannya. Gajimu tidak akan dipotong untuk biaya kuliah. Kamu juga hanya akan bekerja paruh waktu. Pagi hari kau cukup menyiapkan makanan buat mereka. siang kau sudah pulang kuliah kan pada saat itu kau harus mulai mengerjakan pekerjaan seperti menjaga barang-barang mereka, mengingatkan mereka untuk latihan, nanti jadwal mereka akan saya berikan. Masalah baju untuk show mereka ditangani oleh Binatu. Jadi kau cukup mengambilnya saja. Saya kira itu tugas mu sekarang ini, nanti kalau ada perubahan akan diberi tau. Sekarang waktunya kau untuk menandatangi surat ini.”Manager Kim menerangkan.
“Menandatangi apa?”tanya Eun Kyung. Manager Kim menyerahkan 1 lembar kertas. Isinya…
Surat Perjanjian
Saya Eun Kyung. Menyetujui syarat-syarat yang tertera dibawah ini. Jika saya melanggarnya, saya akan mengganti rugi 100.000.000. Atau penjara sesuai dengan tuntutan yang dirugikan. Syarat-syaratnya sebagai berikut:
1. Dilarang mencampuri urusan pribadi semua member DBSK.
2. Dilarang menyebarkan rahasia kehidupan pribadi para member DBSK.
3. Dilarang menyebarkan jadwal kerja DBSK kepada orang-orang.
4. Dilarang membicarakan kejelekan para member DBSK kepada orang lain.
5. Dilarang bercerita tentang keseharian para member DBSK.
6. Dilarang merepotkan semua belah pihak.
7. Dilarang pulang larut malam.
8. Dilarang mengambil barang-barang/benda-benda pribadi para member DBSK.
9. Tidak boleh terlambat.
10. Tidak boleh berlaku tidak sopan kepada semua member DBSK begitu juga sebaliknya.
Peraturan ini dibuat atas persetujuan saya, Eun Kyung. Dan surat perjanjian ini akan berlaku mulai hari ini sampai saya diberhentikan atau berhenti bekerja. dan sesudah saya berhenti bekerja. semua omongan saya terhadap DBSK tidak berarti apa-apa, tidak patut untuk dipercaya.
Seoul, 20 Maret 2010
Yang bertanda tangan,
(Eun Kyung)
Eun Kyung membaca masing masing kata dengan cermat. Diakir kalimat dia hanya bisa menelan ludah. Melihat apa yang berisi dalam surat kontrak tersebut. Matanya sempat terbelalak pada saat melihat jumlah nominal ganti rugi kalau dia melanggar. 100 juta bukanlah nominal yang kecil, sejenak Eun Kyung memandang semua personil DBSK secara bergantian. Changmin tersenyum lugu, Yunho tersenyum dengan manisnya, Yoochun sibuk melihat kearah Manager Kim, Junsu tak ada ekspresi.
Dan terakir diliriknya Jaejoong, raut wajah Jaejoong membuat Eun Kyung kesal. Jaejoong tersenyum penuh kemenangan. Sekilas pikiran ingin pergi dari rumah ini terlintas. Tapi dia mempertimbangkan tentang cita-cita Ammanya.
“Bagaimana?”tanya Manager Kim, lamunan Eun Kyung seketika itu juga pudar.
“Aku…… akuu…. Akuuuu….”Eun Kyung menjawab dengan terbata-bata.
“Sudahlah Manager Kim, mana mungkin dia sangup untuk menjaga kami. Lihat saja kan, dia itu perempuan cengeng. Mana mungkin dia kuat dengan jadwal kami yang sangat padat. Bisa-bisa nanti dia yang kami terus tolong. Karna kecapekan.”Jaejoong berkata sinis.
“AKU MAU!!!!!!!!!!!!!”Eun Kyung berkata agak keras dan sontak semua member DBSK melihat kearahnya.
“Baiklah. Jadi kamu menerima syarat-syarat itu?”tanya Manager Kim. Eun Kyung mengganguk ragu.
“Ya sudah cepat tanda tangani.”Manager Kim menyerahkan pulpen untuk menandatangani surat perjanjian itu.
Sekilas Eun Kyung melihat kearah Jaejoong.
‘Apa sih maunya nih orang? Pakai pasang ekpresi sok cool nya segala itu loh. Berasa ingin aku lempar pakai batu…..’Eun Kyung gentian melihat sinis kearah Jaejoong.
Akirnya Eun Kyung menandatangani surat itu dengan kebencian yang mendalam terhadap Jaejoong.
“Oke… kalau begitu nanti malam, akan saya antarkan daftar kerja kamu. Sekarang kamu istirahatlah, karna besok pasti kamu akan lelah. Pagi hari kuliah dan siang hari harus bekerja.”Manager Kim melihat kearah Eun Kyung. Eun Kyung menunduk mengucapkan terima kasih.
“Anak-anak, Appa pergi dulu ya.. jaga diri kalian. Dan Eun Kyung… bye…”Manager Kim pergi meninggalkan mereka.
“Appaa??”Eun Kyung berkata binggung.
“Hah?”Changmin melirik kearah Eun Kyung.
“Tadi kata Manager Kim. Appa pergi dulu ya.. maksudnya?”Eun Kyung terlihat binggung.
“Oh. Hahahaha… kami memanggilnya Appa. Kau juga boleh memanggilnya Appa..”Changmin tersenyum ramah.
“Oh.. nde… Gomawo…”Eun Kyung memandang Changmin.
“Chomaneyo..”Changmin kembali tersenyum.
‘Disini yang terlihat ramah baru Changmin dan Yunho Oppa. Yang lainnya, kelihatan tidak menyukaiku. Terutama Jaejoong….’Eun Kyung berkata dalam hatinya.
“Eun Kyung. Istirahatlah sekarang. Besok baru mulai kerja….”Yunho tersenyum ramah.
“Nde….”Eun Kyung pun menuju kamarnya. Meninggalkan Changmin, Yunho dan Jaejoong diruang tamu karna Yoochun sudah ke kamar lebih dahulu dan Junsu sedang didapur.
Eun Kyung kembali merapikan baju-baju yang dibawanya. Pada saat dia membuka tas ranselnya dilihat bingkai foto dia dan mamanya. Dimasukan kembali bingkai foto itu kedalam tasnya. Eun Kyung segera mengganti bajunya dengan baju santai dan mulai membaca buku pelajarannya. Tak lama dia pun tertidur.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Hoaaammmm…..”Eun Kyung menguap lebar. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Diliriknya jam di HP nya dan terkejut.
“Hah? Baru jam 2 pagi? Memangnya aku tadi tidur jam berapa?”
“Ya ampun… aku lupa.. tadi aku tidur sore. Hehehe… rasanya bosan. Aku keluar saja deh, nyari angin segar. Pasti para member DBSK yang lain sudah tidur. Hmmmm… aku bersih-bersih saja deh. Mumpung masih pagi…”Eun Kyung pun keluar dari kamarnya dengan hati-hati. Takut bersuara dan membangunkan member DBSK lainnya. Dia berjalan mundur sambil menutup pintu kamarnya. Tiba-tiba…..
BRUKKKKKKKKKKKKK….
Tubuhnya tertabrak oleh seseorang. Dan jatuh kelantai. Seketika itu juga bulu kuduk Eun Kyung merinding.
‘Aduh… ada apa ini? masa pagi-pagi udah ada setannya. Ya ampun… Misi setan.. maaf kalau ganggu..’batin Eun Kyung.
Tiba-tiba ada yang mengulurkan tangan untuk membantu Eun Kyung berdiri.
‘Hah? masa setan tangannya bagus kaya begini sih?’Eun Kyung berkata dalam hati.
Diliriknya perlahan-lahan dari tangan sampai keatas dengan pelan-pelan. Masih tetap merinding. Dan sampai melihat wajahnya. Eun Kyung mengenali apa yang dilihatnya. Seorang pemuda tampan.
“Hey… kenapa kau menatapku begitu?”Yunho masih dengan tatapan binggung menatap Eun Kyung.
“Heh… Yunho Oppa…”Eun Kyung meraih tangan Yunho dan segera berdiri tegak.
“Iya. memangnya kau kira aku siapa? Setan. Hahahaha..”Yunho tertawa terbahak-bahak.
“Hehehehe…”Eun Kyung memaksakan tawanya.
“Hahahaha… memangnya ada ya setan seganteng aku..”Yunho berkata dengan PDnya.
“Hehehe… Gak tau sih.. habis Oppa bikin aku kaget…”
“Hahaha… jam segini kenapa sudah bangun? Seharusnya kau masih tidur kan? Besok pagi bagaimana kalau terlambat kuliah?”tanya Yunho.
“Mmm… tidak apa-apa Oppa. Lebih baik aku beres-beres saja. aku belum ngantuk. Oppa sendiri kenapa jam segini sudah bangun?”
“Aku tidak bisa tidur. Dan biasanya aku bermain music atau melihat bintang diluar.. baru saja aku ingin mengambil mantel buat melihat bintang. Ternyata tertabrak olehmu. Hehehehe…”
“Mianhae Oppa.”Eun Kyung terlihat menyesal.
“Hahahaha… sudahlah santai saja. Dari pada kau beres-beres, bagaimana kalau kau menemaniku melihat bintang..”Yunho berkata sambil memohon.
“Woo?? Mwo??”Eun Kyung terlihat binggung.
“Iya, menemani aku melihat bintang ditaman belakang. Ayuk lah… setelah itu kau baru beres-beres atau pun tidur…”Yunho menarik tangan Eun Kyung.
“Mwo??”
“Kaja(Ayo)…”Yunho menarik tangan Eun Kyung menuju taman belakang.
Ternyata selama mereka berbicara Jaejoong sudah melihat dari kamarnya. Karna pintu kamar Jaejoong tak ditutup dengan rapat. Kelihatan sekali wajah cemburu dimuka Jaejoong. Jaejoong pun menatap penuh kebencian pada Eun Kyung.
Sekarang Eun Kyung dan Yunho sedang duduk di gazebo taman.
“Oppa… aku harus beres-beres…”Eun Kyung berkata kepada Yunho yang masih sibuk membersihkan teropong bintangnya.
“Kita belum ada 5 menit disini. Tunggu sajalah. Lagi pula kau belum melihat bintang-bintangnya kan. Bagus sekali. sebentar ya, aku bersihkan dulu teropongnya…”
Eun Kyung kelihatan kedinginan, karna angin di Korea saat musim dingin seperti ini sangat menusuk sampai ketulang. Eun Kyung melipat kedua tangannya. Tiba-tiba Yunho mengambil mantel disebelahnya. Dipakaikannya pada Eun Kyung. Jaejoong hanya bisa melihat dari balik kaca taman dengan tatapan cemburu.
“Sini.. coba kau lihat.”Yunho mendekatkan teropong bintang itu pada Eun Kyung.
“Wow… Iputaaa…”Eun Kyung terlihat kagum.
“Sudah ku duga. Kau akan kagum dengan bintang-bintang ini. tidak menyesalkan?”tanya Yunho pada Eun Kyung yang masih melihat bintang diteropong. Eun Kyung menggeleng. Mereka tampak senang melihat bintang. Pada saat mereka mengobrol tak sadar Eun Kyung mengantuk dan tertidur di lengan Yunho.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jangan lupa comment!! and thumb nya :D okidoki...
*maaf kalau ceritanya jelek, gak nyambung, dan salah ngetik*
Jumat, 02 April 2010
~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 2:D ~
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Tak lama adik sepupu Yoochun datang. Mereka pun mulai menonton pertandingan itu ditaman belakang. Adik sepupu Yoochun sudah hampir beberapa kali jatuh.
Changmin hanya bisa membuka mulutnya kagum.
Akirnya Yunho menyudahi pertandingan itu sebelum ada yang terluka.
“Jadi?”tanya Eun Kyung.
“Aku setuju kalau dia jadi asisten kita yang baru.”Changmin berkata dengan
semangat.
“Aku juga.”kata Junsu.
“Yah, boleh lah…”Yoochun setuju.
“Bagaimana denganmu Yunho?”Jaejoong berkata sambil menelan ludah. Jantungnya
berdegup kencang.
“Aku setuju.”Yunho tersenyum dengan manis.
“Senyum itu lagi.”Jaejoong tak sadar mengucapkan kata-kata itu secara pelan. Tapi
Eun Kyung bisa mendengarnya.
“Mwo? Barusan kamu bilang apa?”Eun Kyung bertanya pada Jaejoong.
“Aniyeo. Aku setuju. Mulai hari ini kamu menjadi asisten kami.”Jaejoong berkata
pelan.
“Wow. Gomawo…”Eun Kyung menunduk dan mengucapkan terima kasih.
“Sama-sama. Mohon bantuannya ya. Untuk menjaga kami disaat show.”Changmin
tersenyum senang.
“Nde… aku akan berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi gomawo…”Eun Kyung
berkata sambil tersenyum. Jaejoong mendekati Eun Kyung dan membisikkan sesuatu
padanya. Eun Kyung pun mengganguk dan mengikuti Jaejoong. Semua member pun
pergi menuju kamar masing-masing kecuali Changmin masih penasaran sedang apa
Jaejoong.
“Hey, sedang apa kamu?”tanya Yunho.
“Aniyeo hyung-nim. Aku mau menuju kamar. Permisi….”Changmin pun menuju kamarnya.
‘Mereka sedang berbicara apa ya? aku penasaran…’Yunho melihat Jaejoong dan Eun
Kyung sedang berbicara.
Jaejoong merasa ada yang melihat ke arahnya dan Eun Kyung dia mendongakkan
kepalanya kedalam. Yunho pun segera menuju ke kamarnya. Takut di lihat oleh
Jejoong dan Eun Kyung bahwa tadi dia sempat mengintip.
“Karna kamu sudah di terima disini. Jadi kamu harus menaati semua peraturan
yang ada disini.”Jaejoong mengatakan dengan nada agak tegas.
‘Ah, ternyata artis itu banyak maunya ya.’batin Eun Kyung kesal.
“Mwo?”
“Pertama. Kau tidak boleh mencampuri urusan kami. Tidak boleh membeberkan
rahasia kami di depan umum, tidak boleh berbicara tentang kehidupan kami kepada
para fans, setelah itu kau juga harus jadi asisten yang berkelas, berpakaian
rapi. Menjaga semua barang-barang kami baik di rumah, atau pun waktu show.
Menyiapkan makanan buat kami, tidak boleh menyentuh benda-benda pribadi kami
sembarangan. Jangan pernah masuk ke kamar kami, sebelum kami mengijinkan.
Araso?”tanya Jaejoong dengan suara agak keras.
“Arasoo!!!! Banyak sekali peraturannya.”Eun Kyung menjawab dengan suara kesal.
“Mwo? Kalau kau tidak suka ya tidak usah bekerja.”
“Aniyeo.. Araso…”Eun Kyung menjawab dengan pelan.
“Nanti biar manager kami yang membuatkan surat kontrak dengan kamu.”Jaejoong
menyambung.
“Surat kontrak apa? Memangnya aku artis apa? Pake kontrak segala.”mata Eun
Kyung mendelik.
“Kalau kau jadi artis aku rasa mungkin kau tidak memiliki fans. Bila
sewaktu-waktu peraturan tadi kau langgar. Kau akan dipenjara, atau di tuntut ganti
rugi.”
Eun Kyung agak kesal. “Do!!!!!!!!!!”sambil menunjuk ke arah muka Jaejoong.
“Mwo??”Jaejoong menjawab dengan suara agak galak.
‘Ah, beda sekali dia dengan adiknya. Kalau saja aku punya cukup biaya untuk
kuliah. Pasti tak akan begini…………’batin Eun Kyung.
“Tidak apa-apa….”Eun Kyung langsung mengurungkan niatnya untuk menjawab
Jaejoong.
“Araso???!!!!!”Jaejoong berkata lagi. Eun Kyung mengganguk.
“Tapi, aku juga masih harus kuliah…”Eun Kyung menjawab pelan.
“Aku tahu. Kau bisa kuliah sambil kerjakan. Kami membutuhkanmu hanya siang
sampai malam. Sesudah kau pulang kuliah. Kau kuliah pagi hari kan, dan pulang
siang hari?”tanya Jaejoong, Eun Kyung mengganguk.
Jaejoong pun meninggalkan Eun Kyung yang masih berdiri di taman. Diruang tamu
dia bertemu Yunho.
“Kalian tadi sedang berbicara apa?”tanya Yunho pada Jaejoong.
“Tentang pekerjaannya sekarang.”jawab Jaejoong singkat. Jantungnya kini sudah
berdebar-debar mendengar suara Yunho.
“Oh, aku ingin berbicara dengannya. Dimana dia?”tanya Yunho.
“Ditaman belakang.”Jaejoong pun segera masuk ke kamar. Dan Yunho menuju taman
belakang.
“Annyeong….”sapa Yunho pada Eun Kyung. Eun Kyung sontak kaget, karna baru saja
dia sedang melamun.
“Annyeong Oppa…”kata Eun Kyung ramah.
“Bagaimana perasaanmu disini? Nyaman kah?”tanya Yunho dengan senyum ramah.
‘Nyaman? What the!!! Jelas-jelas ada orang yang tidak tau diri seperti
Jaejoong, belum saja aku mulai bekerja sudah banyak sekali peraturannya. Kalau
bukan karna kuliahku. Aku tak mau bekerja disini, aku harus berbohong. Demi
kuliah…’Eun Kyung berkata dalam hati dan memaki Jaejoong.
“Nyaman sekali Oppa. Hehehe… Kalian ramah sekali ya… aku jadi makin nyaman
tinggal disini.”Eun Kyung memaksakan senyum kebohongan. Yunho tersenyum.
“Baguslah kalau kamu nyaman disini. Aku senang mendengarnya. Bagaimana
pemandangan disini?”tanya Yunho lagi.
“Iputa...”jawab Eun Kyung.
“Oh ya, umurmu berapa?”tanya Yunho.
“17 tahun..”
“Wow... masih muda ya. berarti kau masih kuliah donk?”tanya Yunho.
“Nde….”
“Kamu sekarang sudah berhenti kuliah? Apa masih kuliah?”
“Aku masih kuliah. Tadi masalah ini sudah kujelaskan pada Jaejoong.”Eun Kyung
memandang tumbuhan yang ada di taman.
“Masalah? Masalah kuliahmu?”tanya Yunho.. Eun Kyung hanya bisa mengganguk.
Pikirannya sekarang sedang kesal dengan Jaejoong.
“Jadi kau sekarang kuliah sambil kerja?”
“Pagi hari sampai siang aku sudah pulang. Sebelum aku pergi kuliah aku akan
menyiapkan makanan buat kalian. Siangnya sebelum waktu makan siang aku sudah
sampai dirumah. Jadi makan kalian tetap teratur.”Eun Kyung menjelaskan.
“Baiklah. Semoga kamu betah disini ya. Besok saja kau mulai bekerja. hari ini
santai sajalah dulu, mulai beradaptasi. Kamarmu disebelah kamar Jaejoong.”Yunho
memberitahu.
‘WHATTTTTT???????!!!!!!!!!!!!!!!!! WHAT THE FVCK!!!! DIA LAGI, OH MY GOSH…..’maki Eun Kyung dalam hati.
“Sini aku tunjukan dimana kamarmu…”Yunho pun masuk kedalam rumah diikuti Eun
Kyung.
“Hellloooooo……”tiba-tiba Changmin muncul dari kamarnya.
“Kalian sedang apa?”tanya Changmin lagi.
“Menunjukan kamar Eun Kyung.”jawab Yunho.
“Oh… Eun Kyung kamarnya disebelah kamar Jaejoong hyung kah?”tanya Changmin. Eun
Kyung diam.
“Iya, disamping kamar Jaejoong.”Yunho yang menjawab.
“Kenapa tidak disamping kamarku?”tanya Changmin.
“Disamping kamarmu kan ada Junsu. Mau kau kemanakan Junsu?”Yunho balik bertanya.
“Oh iya ya. hehehe. Aku lupa ada Junsu hyung. Semoga betah disini ya. aku ke
kamar dulu.”Changmin meninggalkan Yunho dan Eun Kyung.
“Eun Kyung, hari ini manager Kim akan datang. Dia akan mengurus gaji kamu. Dan
apa saja yang harus kamu lakukan selama bekerja disini.”Yunho menerangkan.
“Nde Oppa…”
“Istirahatlah. Hari ini kau tidak kuliah?”tanya Yunho. Eun Kyung menggeleng.
“Weyo?”tanya Yunho.
“Aku belum bisa melunasi uang kuliah semester ini. Jadi aku dilarang masuk
kuliah sebelum melunasi uang semester.”Eun Kyung menjelaskan.
“Oh begitu. Ya sudah besok saja kau mulai kuliah ya. sekarang tidak mungkin
sempat.”
“Nde Oppa. Gomapta.”Eun Kyung menunduk berterima kasih.
“For What?”tanya Yunho.
“Karna kalian sudah menerimaku…”
“Chongmaneyo..”Yunho pun meninggalkan Eun Kyung dan menuju studio di lantai 2.
“Hah…. aku sudah cukup lelah harus menjalani hidup ini. Andai saja Amma masih
hidup. Mungkin aku tak bersusah seperti ini… Aku gak akan mau bekerja
disini.”Eun Kyung segera merapikan barang-barangnya dan diletakan dilemari.
‘Hari yang baru… hidup yang baru dan pekerjaan yang baru. Aku harus semangat
menjalani hari-hari ku sekarang. Demi cita-cita Amma sebelum meninggal.’Eun
Kyung berkata dalam hati.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
~jangan lupa comment. yang mau ditag. comment ya :D~
gomawo :))
~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 1 :D ~
Annyeong. aku lagi bikin FF nih. buat kalian yang suka sama YunJae bisa baca plus comment. Gomawo :D
“Jaejoong….”panggil Yunho.
“Nde(Iya)?”Jaejoong kelihatan binggung.
“Hari ini kita jalan-jalan yuk.”Yunho mengajak. Jaejoong menggeleng.
“Wheyo(Kenapa)?”tanya Yunho.
“Aku lagi sedang ingin dirumah.”kata Jaejoong.
“Owww. Benar, kau tak mau jalan-jalan?”tanya Yunho kembali. Jaejoong mengangguk.
“Baiklah kalau seperti itu. Aku pergi dengan Junsu saja ya. kau tidak apa-apa?”tanya Yunho lagi. Tampak wajah tidak suka dimuka Jaejoong. Tapi dia kembali hanya mengangguk saja.
“Jaga dirimu ya…”Yunho pun keluar dari kamar Jaejoong. Jaejoong membuang nafas berat. Sebenarnya dia ingin sekali pergi dengan Yunho. Tapi keadaannya tidak memungkinkan. Dia mulai menyukai
Yunho, bukan suka sebagai teman. Melainkan antara wanita dengan lelaki. Karna
merasa dirinya mulai tidak normal, Jaejoong pun memutuskan untuk menjauh dari
Yunho. Walau agak sulit, matanya menatap frame fotonya dengan
Yunho,Changmin,Yoochun,dan Junsu. Sudah 3 tahun mereka tinggal satu rumah.
Karna mereka adalah boyband korea yang cukup dikenal di dunia. Jaejoong mulai
merasa dirinya tidak normal. Sebelumnya dia berpacaran dengan wanita. Tiba-tiba
saja lamunan Jaejoong buyar. Karna ada yang mengetok pintu kamarnya.
“Hyung-nim(Panggilan bahasa korea untuk kakak laki-laki oleh adik laki-laki)??”
“Ya??”Jaejoong menjawab dari dalam kamarnya. Kepala Changmin terlihat dari balik pintu kamar Jaejoong.
“Hyung-nim ayuk kita makan. kau belum makan kan?”tanya Changmin. Jaejoong menggeleng.
“Yunho dan Junsu sudah pergi?”tanya Jaejoong.
“Sudah dari tadi. Yunho hyung mau nyari kado. Tadinya dia mau ngajak aku. Tapi aku lagi kurang enak badan. Ayuk hyung kita makan.”Changmin mengajak Jaejoong. Jaejoong pun turun kebawah dengan
langkah gontai.
‘Kado? Kado buat siapa? Jangan-jangan Yunho sudah punya wanita yang ditaksir olehnya.’batin Jaejoong sedih.
“Hyung!!!”Changmin menyikut Jaejoong yang dari tadi melamun.
“Nde?? Wheyo?”tanya Jaejoong.
“Ini cepatlah makan. Jangan melamun terus.”Changmin menyodorkan piring kosong kepada Jaejoong. Mereka makan dalam kesunyian.
“Mana Yoochun?”tanya Jaejoong.
“Masih bermain gitar diatas. Kenapa hyung?”tanya Changmin.
“Dia tidak makan?”
“Katanya masih kenyang. Biarkan sajalah. Oh ya, Yunho hyung mau kasih kado ke siapa ya? aku benar-benar penasaran. Hehehe..”Changmin memasang wajah lugunya. Hati Jaejoong kini terasa panas. Dia hanya bisa menahan
perasaannya kini di dalam hatinya.
“Hyung!!!!!”Changmin memanggil dengan suara agak keras. Jaejoong agak kaget.
“Kenapa sih dari tadi Hyung melamun terus?”tanya Changmin.
“Tidak apa-apa. Aku sudah kenyang. Aku ke kamar dulu ya.”dengan perasaan kacau Jaejoong melangkah menuju kamarnya. Changmin kelihatan binggung dan kembali melanjutkan makannya.
Di kamar, Jaejoong memutuskan untuk mencoba tidur. Tapi matanya tidak dapat tertutup memikirkan Yunho. Dia pun melamun menatap langit-langit kamarnya.
‘Ya Tuhan, kenapa aku bisa mecintai Yunho?’batin Jaejoong.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥Lagu Hug mengalun. Menandakan HP Jaejoong berdering♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Yaobuseyo?”Jaejoong menyapa.
“HYUNG-NIMMMMM !!!!!!”terdengar teriakan adik Jaejoong.
“Dongsaeng…”Jaejoong pun tak kalah kagetnya.
“Apa kabar hyung? Bagaimana keadaanmu sekarang? Oh ya, katanya kalian lagi butuh asisten ya?”tanya adik Jaejoong.
“Baik. Bagaimana keadaanmu? Iya… kami lagi membutuhkan asisten yang bisa tinggal di sini.”Jaejoong menjawab pertanyaan adiknya.
“Keadaanku baik sekali hyung. Hyung, aku punya teman wanita. Dia jago bela diri. Cantik lagi, teman satu tempat kuliah denganku. Dia sekarang sedang mencari pekerjaan. Untuk membayar uang kuliahnya.
Tadinya aku ingin membayarkan uang kuliahnya. Tapi dia tidak mau, katanya ingin
mendapatkan uang dari hasil diri sendiri dan tidak mau membalas budi suatu hari
nanti. Hyung, maukah kamu membantuku?”tanya adik Jaejoong.
“Membantu apa?”
“Memperkerjakan temanku itu. Menjadi asisten kalian.”adik Jaejoong berkata pelan.
“Ya, aku bantu sebisa mungkin. Besok suruh dia datanglah kesini. Biar kami yang menilai. Pagi-pagi bisakah?”tanya Jaejoong.
“Iya hyung. Pasti bisa. Gamshahamnida Hyung-nim.”adik Jaejoong pun menutup sambungan teleponenya. Jaejoong pun mulai memejamkan matanya tak lama dia pun tertidur.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Hoammmm….”Jaejoong menutup mulutnya yang menguap. Dia pun segera keluar dari kamarnya menuju dapur. Dia pun menuangkan air mineral lalu meminumnya.
*Ting TongTingTong Ting TongTingTong Ting TongTingTong*
Bel rumah berbunyi. Jaejoong pun membuka pintu rumahnya.
“Annyeonghaseyo…”sapa seorang wanita.
“Annyeong… siapa ya?”tanya Jaejoong.
“Benar ini markas Dong Bang Shin Ki?”tanya wanita itu.
“Markas? Hahahaha. Kau kira kami polisi apa? Ini rumah tinggal seperti biasa. Kau fans kami ya? Wow, hebat juga ya. pagi-pagi begini rela datang kesini untuk berjumpa dengan kami. Tapi maaf kami
masih ingin tidur. Nanti siang saja ya.”
Wanita itu kelihatan seperti menahan rasa kesal. Dia menggepal tangannya.
‘Kalau misalnya bukan karna kerjaan itu. Aku tidak akan mau meladeni artis yang sombong seperti dia.’batin wanita itu.
“Mian ya.. tapi aku bukan fans mu. Aku teman adik Jaejoong. Bisa aku bertemu Jaejoong?”tanya wanita itu.
‘Hah? Masa dia tidak tahu kalau aku Jaejoong? Bukankah 1 Korea sudah mengenalku.’pikir Jaejoong.
“Kau tidak tahu apa-apa ya tentang DBSK ya?”tanya Jaejoong. Wanita itu menggeleng.
“Aku Jaejoong. Silahkan masuk. Kita bicarakan didalam saja.”Jaejoong pun membuka pintu agak lebar supaya wanita itu bisa masuk.
“Tunggu di sini ya. Aku panggil yang lain dulu.”Jaejoong pun mengetuk kamar Yunho,Yoochun,Junsu,Changmin secara bergantian agar mereka keluar dan berkumpul untuk bertemu wanita itu. Changmin
masih menguap, Yoochun mengosok-gosok matanya yang masih mengantuk dan Junsu
merapikan rambutnya yang berantakan dengan tangannya. Tak lama mereka sudah
berkumpul diruang tamu. Jaejoong memulai pembicaraan.
“Jadi begini, minggu yang lalu kan asisten kita berhenti bekerja karna tidak sanggup untuk menjaga kita selama show. Adik ku sudah mencarikan asisten, ini dia.”Jaejoong menunjuk kearah wanita itu.
Wanita itu pun menundukan kepalanya karna sudah menjadi pusat perhatian
sekarang.
“Namamu siapa?”tanya Yoochun.
“Eun Kyung imnida…”jawab wanita itu.
“Yang benar wanita seperti mu dapat melindungi kami dari fans-fans selama show. Aku tidak yakin.”Junsu berpendapat.
“Aku sudah sampai sabuk hitam dalam taekwondo.”Eun Kyung menjawab sedikit kesal.
“Wowwww….”Changmin agak kaget sekaligus kagum.
“Apa buktinya?”tanya Yunho.
“Kalian mau bukti apa? Ayuk aku ajak ke tempat taekwondo tak jauh dari sini.”
“Aku mau…..”Changmin kelihatan bersemangat.
“Jangan aneh-aneh kau. Kalau disana ada fans kami bagaimana? Dan melihat kami disana, bisa-boisa mereka berfikir macam-macam.”Jaejoong kelihatan tidak setuju.
“Ya sudah. Terserah kalian. Apa kalian punya teman yang bisa bela diri?”tanya Eun Kyung.
“Yoochun, bukankah adik sepupumu sudah hampir menjadi guru di tempat les taekwondo?”Junsu bertanya. Yoochun mengangguk.
“Nah,adik sepupumu saja yang menjadi lawan Eun Kyung.”sambung Junsu.
“Ya sudah. Tunggu, aku hubungi dia.”Yoochun pun menelphone adik sepupuhnya.
“Bagaimana?”tanya Changmin penasaran.
“Dia sudah mau jalan kesini. Kira-kira setengah jam lagi sampai. Kita tunggu saja.”Yoochun menjelaskan.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Gomawo buat yang udah mau baca. Jangan lupa comment ya :D
- JoonEunBum - Part.8
Maaf ya agak lama nunggu nya :)
Hehehehe. Baru selesai ujian nih #sowhat :p
Langsung aja ya.
Seorang pemuda tampan mengenakan kemeja putih berada di café teamoi. Duduk seperti sedang menunggu seseorang. Tak lama seorang remaja cantik menghamirinya.
“Dr.Hyun Joong?”tanya gadis itu.
“Benar. Kim Min Ji?”tanya Hyun Joong balik. Min Ji mengganguk pelan.
“Ada yang bisa saya bantu Min Ji?”tanya Hyun Joong pelan.
“Masalah…… apa tidak ada jalan lain? Selain kemoterapi? Tidak ada lagi dok?”tanya Min Ji dengan air muka sedih.
“Selain kemoterapi kanker ini dapat disembuhkan dengan cara donor hati. Tapi disaat seperti ini jarang yang mau memberikan hatinya untuk di donorkan. Sedikit sekali kemungkinan pendonor hati itu.”Dr.Hyun Joong menerangkan. Min Ji menghela nafas panjang, kemudian berkata.
“Apa efek samping dari kemoterapi?”
“Rasa sakit yang tak bisa di ceritakan. Lama kelamaan rambutmu juga akan rontok.”
Min Ji hanya bisa terdiam dan tak kuasa menahan air matanya.
“Besok kita bicarakan lagi. Mari saya antarkan kamu pulang.”Dr.Hyun Joong mencoba menghentikan isakan tangisan Min Ji. Min Ji pun segera diantar pulang kerumahnya oleh Hyun Joong.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Min Ho? Kau kenapa?”tanya Min Jung panic.
“Hoh? Tidak. Aku tidak apa-apa. Cuman sedikit tersedak.”Min Ho menyembunyikan ekspresi kagetnya.
“Hai Unnie…”Sapa Min Jung pada wanita yang sekarang sudah berada disampingnya.
“Hai Dongsae.. Kau sedang apa disini?”tanya wanita itu.
“Sedang menemani teman. Oh ya unnie. Perkenalkan ini Min Ho, teman SMA aku dulu.”Min Jung memperkenalkan wanita itu pada Min Ho.
“Kau !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”sontak wanita itu kaget dan kelihatan marah.
“Hallo..”sapa Min Ho sok cool. Memasang muka polos seakan tak tahu apa-apa. Tiba-tiba wanita itu pergi. Min Jung yang tidak tahu apa-apa hanya binggung melihat unnie nya pergi begitu saja.
“Hey!! Kalian nampaknya sudah saling kenal ya?”tanya Min Jung binggung.
“Heh? Hmmm… coba ku inggat. Nampaknya belum. Kau tau sendiri kalau banyak yang suka dengan ku. Hahahahaha.”Min Ho masih bercanda.
“Aku serius..”Min Jung kelihatan sebal dengan jawaban Min Ho yang ngasal.
“Baiklah.. Jadi wanita tadi itu kakak mu?”tanya Min Ho.
“Kakak sepupuh.”
“Sebelumnya kami sempat bertemu. Ada beberapa kejadian yang membuat dia agak kesal dengan ku.”Min Ho mengecilkan suaranya.
“Hah? Apa?”tanya Min Jung.
“Awal aku bertemu dengannya. Aku merusak laptopnya, HP kami sempat tertukar dan aku merusak gaunnya.”Min Ho kelihatan kasian.
“Apaaa?????????? Hahahahahahahaha……..”Min Jung tertawa terbahak-bahak.
“Heh? Kenapa kau tertawa?”Min Ho kelihatan binggung.
“Aku tidak menyangka. Dunia ternyata begitu sempit. Hahahaha. Jadi kau sih Pria menyebalkan itu? Ahahah…”Min Jung masih tetap tertawa.
“Heh? Maksudmu pria yang menyebalkan?”Min Ho sangat binggung.
“Iya. Itu julukan unnie kepada mu. Aku sempat kasian sama unnie. Aku juga sempat mengutukmu. Hahahaa.”
“Mengutuk ku? Memangnya aku salah apa?”
“Jadi begini ya Lee Min Ho. Unnie ku itu seorang penulis. Waktu itu dia sedang ada masalah dengan penerbit novelnya. Dan dia dikasih waktu untuk memperbaiki novelnya dalam waktu 1 minggu. Novel itu akan segera selesai, tetapi kau merusak laptopnya dan kertas-kertas penting itu. Serta tidak menyampaikan pesan penting kepada unnie ku. Jelas saja dia seperti itu. Oh ya satu lagi tentang gaun itu, gaun itu sangat berarti buatnya. Karena yang memberikan adalah mantan pacar pertamanya yang sudah meninggal.”Min Jung menjelaskan. Min Ho hanya bisa terdiam dan kaget mendengar Min Jung berbicara seperti itu.
“Sampaikan Maafku padanya ya.”Min Ho berkata sangat menyesal.
“Sudahlah. Lagi pula unnie ku itu tidak gampang putus asa. Cuman saja akibat novel yang gagal dia selesaikan itu agak menghambat sedikit.”
“Meng…hamm..bat?”kata Min Ho terbata-bata.
“Iya. Penerbitan novel ke 4 nya tidak berjalan mulus. Tapi tenang saja seperti tadi ku bilang. Bahwa unnie ku tidak mudah putus asa.”
“Tapi…… karena aku unnie mu terkena masalah.”Min Ho nampak sangat menyesal.
“Sudahlah. Kau jangan murung seperti itu. Maafkan unnie juga ya kalau ada salah denganmu.”
“Unniemu tak punya salah padaku.”Min Ho tertunduk.
“Hey, mana Min Ho yang ku kenal? Yang ceria,cuek, hah? sudahlah. Cepat habiskan makananmu, baru setelah itu kita pergi berjalan-jalan. Cepat.”Min Jung mencoba membuat suasana kembali tenang.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kim Bum sekarang berada di ruangan kerjanya di rumah. Kim Bum berjalan menuju kotak agak besar di sudut ruangan kerjanya. Perlahan-lahan Kim Bum membuka kotak tersebut. Setelah terbuka lebar barulah nampak isinya yaitu saxophone yang kecil berwarna emas. Kim Bum mengeluarkan saxophone dari tempatnya. Ingatannya menerawang kejadian 15 tahun yang lalu. Disaat hari itu genap usiannya 8 tahun.
Taman sebuah rumah megah sudah terlihat cantik menandakan seseorang sedang berulang tahun. “Happy birthday Kim Bum… Happy birthday Kim Bum… Happy birthday… Happy birthday.. Happy birthday Kim Bum…..”terdengar tepuk tangan yang meriah. Yah,dikala itu tidak ada yang tak kenal dengan Kim Bum. Anak pengusaha kaya raya yang sudah di kenal seantero dunia. Dengan angkuh Kim Bum meniup lilin itu. Terdengar tepuk tangan dari teman-temannya dan beberapa krabat orang tuanya. Kini saatnya Kim Bum membuka hadiah dari kedua orang tuanya. Kim Bum pun begitu bersemangat membuka hadiah itu. Kelihatan cukup besar, ketika Kim Bum membuka kotak itu dia sangat bersemangat. Di perlihatkannya saxophone berwarna emas itu kepada orang-orang dengan bangga Kim Bum memainkan saxophone dengan lagu yang menurutnya paling mudah “First Love” karena sebelumnya Kim Bum les saxophone, dengan mahir dia memainkan alat music itu.
Dari sudut ruangan seorang anak perempuan memperhatikan Kim Bum dan terpesona. Sampai akir lagu selesai dimainkan Kim Bum, anak perempuan itu kelihatan sangat terpesona dengan permainan Kim Bum. Setelah lagu First Love itu habis terdengar tepuk tangan dari semua tamu yang hadir. Kim Bum pun tersenyum puas. Sesudah itu semua tamu pun pulang ke rumah masing-masing. Kim Bum yang masih ada di sudut taman memainkan kembali saxophone nya. Tak lama Min Ji adiknya datang, memperhatikan Kim Bum dan memberikan tepuk tangan.
“Oppa. Ayuk kita main di luar. Malas sekali aku disini. Banyak orang yang membersihkan taman ini. Tidak asik jika kita bermain disini.”Min Ji mengajak Kim Bum. Kim Bum pun mengganguk setuju.
“Baiklah. Tapi aku ingin bermain saxophone ini.”
“Oke oppa. Bagaimana jika kita ketaman yang tak jauh dari rumah saja? Aku sungguh bosan oppa.”tangan Kim Bum pun ditarik oleh Min Ji. Tak lama mereka sampai ditaman. Kim Bum yang duduk dikursi taman memulai memainkan saxophone miliknya. Min Ji yang sibuk bermain entah kemana. Sadar Kim Bum, Min Ji tak ada di taman segera dicarinya Min Ji. Sambil menenteng saxophone nya Kim Bum mengitari jalan sepi tak jauh dari rumahnya. Kim Bum kelelahan akirnya duduk di samping rumah orang.
Tiba-tiba seorang anak perempuan tadi menghampirinya.
“Hay..”sapa anak perempuan itu.
“Heh?” Kim Bum mulai menjauh seakan tidak ingin dekat dengan anak itu.
“Permainan saxophone mu bagus sekali.” Kata anak perempuan itu sambil memegang saxophone milik Kim Bum.
“EH!!!! JANGAN SENTUH SAXSOPHONE MILIK KU!!!”Kim Bum kelihatan kesal dan mendorong anak perempuan itu. Anak perempuan itu pun terjatuh.
---------CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTT!!!! DUAR!!!!!!-------
Mobil pick up menabrak anak perempuan yang terjatuh akibat Kim Bum mendorongnya.
Anak perempuan itu sekilas tak sadarkan diri. Kim Bum kelihatan binggung ingin berbuat apa. Akirnya Kim Bum meninggalkan anak perempuan itu. Mencoba mencari bantuan.
“Oppa…. Kau melamun ya?”Min Ji menyadarkan Kim Bum dari lamunannya.
“Hmmm? Tidak. Kau dari mana?”tanya Kim Bum.
“Mmmm… aku dari rumah teman. Oppa sudah makan?”tanya Min Ji mengalihan pembiacaran. Kim Bum menggeleng.
“Baiklah. Tunggu di meja makan ya. aku akan membuatkan makanan buat oppa.”Min Ji pun keluar dan segera menuju dapur.
Kim Bum pun meletakan saxophone tadi kedalam tempatnya. Dan segera menuggu Min Ji dimeja makan. Tak lama Min Ji mebawakan semangguk sop serta ikan salmon.
“Oppa. Ayuk dimakan.”Min Ji memecahkan lamunan Kim Bum.
“Mmmm. Iya.”Kim Bum pun mengambil nasi dan segera memulai untuk makan.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Kim Joon, mengapa akir-akir ini kabar mengenaimu kurang enak didengar?”tanya managernya.
“Kabar? Kabar apa?”Kim Joon seolah tak mengerti.
“Mengenai pacarmu So Eun. Apakah kau sudah putus dengannya? Lalu kenapa kau sekarang malah dekat dengan Yi Jun? Banyak sekali fans yang bertanya ini kepada ku.”
“Apakah pertanyaan tidak penting ini harus ku jawab?”tanya Kim Joon kelihatan tidak peduli.
“Iya. Kau harus menjelaskannya padaku. Jika tidak, aku tak bisa menjawab pertanyaan media mengenai hubungan mu dengan So Eun atau pun Yi Jun.”manager Kim Joon kelihatan mulai kesal, melihat sikap Kim Joon yang masih santai dan tidak peduli.
“Baiklah kalau itu mau mu. Aku sudah putus dengan So Eun. Memang aku sekarang sedang dekat dengan Yi Jun. apakah sudah cukup jelas?”tanya Kim Joon agak kesal.
“Kenapa kau putus dengan So Eun?”tanya managernya ingin tau.
“Bukan urusanmu.”Kim Joon pun pergi meninggalkan managernya dengan muka kesal.
Kim Joon menggingat kejadian waktu awal dia mengenal So Eun.
“Hah? Yang benar Joon? Kau sudah menyatakan cinta padanya?”Yun Hwa teman Kim Joon kelihatan kaget.
“Belum. Tadi aku ingin langsung menyatakan cintaku. Tapi dia sudah keburu pergi. Jadi aku menitipkan surat pada temannya.”Kim Joon menjelaskan.
“Kau menyatakan cinta lewat surat? Ahhh, kampungan sekali cara mu. Tidak romantis.”
“Jelas tidak lah. Kau kira aku pria pengecut apa? Aku menuliskan surat supaya kita bisa bertemu di restaurant sansio. Dan disana aku bisa menyatakan cinta padanya.”Kim Joon memukul bahu Yun Hwa pelan.
“Oh.. seperti itu ya. aku baru mengerti. Ya sudah semoga berhasil ya. aku doakan. Jika kalian jadian, jangan lupa traktir aku. Aku mau pergi dulu, pacarku pasti sudah menunggu. Aja aja fighting!!”Yun Hwa pun meninggalkan Kim Joon.
“Hmmm.. Lebih baik sekarang aku mencari kado apa yang paling bagus untuk dia.”Kim Joon pun segera mengendarai motornya, tak lama dia sampai disebuah toko boneka. Dia pun mengambil boneka berbentuk anjing warna putih, diteliga boneka itu terdapat pita berwarna pink. Serta tangan boneka itu bertuliskan “Be My Sweet Darling” lalu segera di bayarnya boneka itu. Kim Joon pun segera mengendarai motornya ke restaurant sansio. 1 jam Kim Joon menunggu tidak ada yang datang. 2 jam menunggu tidak ada yang menghampirinya. 3 setengah jam kemudian Kim Joon segera bangkit dari tempat duduknya. Tak lama seorang gadis cantik datang menghampiri Kim Joon. Dan menunjukan surat kepada Kim Joon. Kim Joon sontak kembali duduk ketempatnya.
“Ini punya mu kan?”tanya gadis itu. Kim Joon mengangguk.
“Senang bertemu denganmu. Hmmm.. tadi surat ini ada tak jauh dari loker disekolahku, lebih tepatnya di tempat sampah. Kalau boleh tau ada apa ya kau ingin bertemu denganku?”
“Hmmmm. Sebenarnya aku ingin……....”belum sempat Kim Joon melanjutkan, pemicaraannya dipotong oleh gadis itu.
“Kau tau dari mana kalau aku suka boneka anjing warna putih? Waw…”gadis itu terkejut.
“Hemmm? Oh. Benarkah kau suka boneka ini. Ini buat mu.”Kim Joon menyodorkan boneka itu dan disambut oleh gadis itu.
“Sepertinya kau banyak tahu kesukaan ku ya. hehehehe. Tapi sebelumnya apakah kita pernah bertemu?”tanya gadis itu.
“Pernah beberapa kali. Mungkin kau lupa. Kau So Eun kan?”So Eun mengganguk.
“Nama mu siapa?”
“Kim Joon.”
“Boneka ini bagus sekali. Mmmm.. Be My Sweet Darling?”So Eun mengeja tulisan pada tangan boneka itu.
“Heh? Mmmm… itu, aku… aku.. maksudnya…….”Kim Joon binggung ingin berbicara apa.
“Kau mau aku jadi pacarmu ya? maksudnya begitu?”So Eun mulai binggung.
“Mmmm… Buk…..”
“Aku mau jadi pacarmu. Sebenarnya aku sudah mengenalmu dari dulu. Cuman aku tak punya keberanian untuk menyapamu. Dan setelah aku melihat surat itu ada di tempat sampah. Aku memutuskan untuk bertemu denganmu. Apalagi setelah kulihat jika surat itu ada tak jauh dari lokerku. Aku yakin pasti kau ingin bertemu denganku. Mmmmm, setelah itu kau tau boneka yang kusukai.”
“Hmmm.. tadi surat itu kau temukan dimana?”tanya Kim Joon.
“Tempat sampah. Kenapa?”tanya So Eun balik.
“Mmmm. Tidak… mmmm, untunglah kau sudah mendapatkan surat itu.”kelihat jelas kekecewaan diwajah Kim Joon.
“Jadi apakah benar surat yang tadi untuk ku?”tanya So Eun. Kim Joon mengganguk.
“Jadi?? Mulai sekarang……………….”So Eun menghentikan perkataannya.
“Kita pacaraan.”Kim Joon segera menyambung kata-kata itu.
Ya itulah awal mereka bertemu.
“Seandainya kau tau dari dulu So Eun. Bahwa semua salah paham. Bukan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya menggangap mu sebagai adik. Tidak lebih….”Kim Joon pun segera menuju mobilnya.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Mobil Min Ho sekarang berada didepan rumah Min Jung. Setelah makan tadi Min Jung mendapat telephone dari client Min Jung. Akirnya Min Ho mengantar Min Jung pulang.
“Terima kasih, Min Jung.”Min Ho mengucapkan pelan.
“Buat apa?”tanya Min Jung binggung.
“Karna kau mau menemaniku jalan-jalan.”Min Ho kelihatan sedih.
“Oh itu. Sudahlah. Sama teman sendiri tidak perlu trima kasih segala. Hehehe. Oh ya, kejadian tadi sewaktu makan jangan diingat terus. Jangan sampai kau pusing dengan masalah ini. Oke. Hati-hati ya.”Min Jung pun segera turun dari mobil. Min Ho pun melambaikan tangannya dan segera meninggalkan Min Jung. Min Jung segera masuk ke dalam rumahnya.
“Annyeong Unnie(Hallo kakak)….”sapa Min Jung pada seorang wanita yang sedang sibuk dengan laptopnya.
“Hmmmm… ada yang mau unnie tanyakan kepadamu…”
“Apa?”
“Tadi itu benar temanmu?”
Min Jung mengangguk.
“Apa kau tau dia siapa? Dia itu yang sudah membuat…..”pembicaraan itu segera dipotong oleh Min Jung.
“Membuat novel unnie yang ke 4 batal kan? Laptop unnie rusak? Perjanjiaan batal akibat Hp tertukar? Gaun putih unnie kotor?”
“IYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”kelihatan jelas wanita itu agak marah.
“Trus ada apa?”tanya Min Jung balik.
“Oh pintar. Kau masih tanya ada apa? Dia sudah menghancurkan pekerjaanku. Dan kau bilang ada apa?”wanita itu kelihatan kesal dengan pembicaraan ini.
“Ya sudahlah. Unnie maafkan saja temanku itu. Dia tidak sengaja melakukan itu semua. Lagi pula saling memaafkan itu baik. Sudah ya, aku capek nih. Mau tidur. Bye bye.”Min Jung pun segera menuju kamarnya. Terlihat jelas kekesalan diwajah wanita itu. Dia pun hanya bisa melihat punggung Min Jung yang lama-laa hilang dibalik pintu.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Apa yang selanjutnya terjadi? Penasaran?????!!!!!
Saksikan part-part selanjutnya…
Gomawo :D
Jangan lupa commentnya :))
Biar semangat ngetiknya :D
Minggu, 31 Januari 2010
- JoonEunBum - Part.7
Annyeonghaseyo chingu..
Maaf part ini di lanjutinnya lumayan lama. Eheheh :D
Kalau yang lupa Part 6 nya gimana ini linknya….
Nampaknya ada cameo baru nih…
Siapa ya…
Jeng jeng jeng….
Kim Hyun Joong
Dokter spesialis kanker. Ramah dan dekat kepada tiap pasiennya.

Langsung aja ya :>
Let’s cekidot <=>
Min Ji berjalan menuju rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah Dia merasa kepalanya berputar-putar dan seketika itu juga Min Ji terjatuh. Dia batuk dan melihat tangannya ada darah. Min Ji segara menelephone dokter. Tak lama kemudian dokter datang. Di periksanya keadaan Min Ji.
“Bagaimana keadaan saya dok ?”tanya Min Ji lemas.
“Sebaiknya kamu memeriksa darah ke RS terdekat. Karena kami tidak bisa mereka-reka penyakit seseorang. Mungkin saya hanya bisa memberikan obat penahan rasa sakit untuk sekarang.”dokter itu pun menyerahkan resep obat dan segera pulang.
Setelah Min Ji merasa badannya agak baikan dia segera pergi ke RS seperti yang di sarankan dokter tadi.
“Min Ji… Silahkan masuk ke dalam.”seorang suster memanggil nama Min Ji supaya segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
Min Ji pun segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
“Selamat siang..”dokter muda yang kelihatan cantik menyapa Min Ji.
“Selamat siang dok. Tadi saya ingin memeriksa kondisi saya. Atau periksa darah.”Min Ji menjelaskan.
“Oh. Silahkan.”dokter cantik itu segera memeriksa keadaan Min Ji.
“Hasilnya bisa di tunggu setengah jam lagi ya. terima kasih.”Min Ji pun keluar dari ruang praktek itu dan duduk di ruang tunggu.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
“Dokter!!! Bagaimana keadaan So Eun?”tanya Kim Bum panic.
“Lebih baik nanti saja kau lihat dia ya. Kondisinya belum begitu pulih.”Dokter Kang segera menuju ruangannya.
“Dok,sudah berapa lama dia disini?”tanya Kim Bum penasaran.
“Sudah cukup lama.”Dokter Kang memperhatikan Kim Bum.
“Kalau boleh saya tau. So Eun kenapa?”tanya Kim Bum.
“Dia kelihatan depresi dan tidak bisa menerima keadaannya. Sehingga dia ingin menjauh dari dunia ini. Dia juga beberapa kali mencoba bunuh diri.”Dokter Kang menjelaskan.
“Apaaa? Bunuh diri ?”tanya Kim Bum aneh.
“Iya. Saya pamit dulu ya. ada pasien yang masih harus di cek.”Dokter Kang berjalan cepat menuju kamar pasien di RSJ Seoul.
Kim Bum hanya bisa melongok memandang ke kamar So Eun.
“So Eun..”panggil Kim Bum dari kaca kamar So Eun. Dia melihat So Eun terkulai lemah di kasurnya.
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
“Nona Min Ji.”panggil suster.
“Iya?”Min Ji medekat kearah suster itu.
“Ini hasil pemeriksaan kamu. Mari saya antar ke praktek dokter.”suster cantik itu menyerahkan kertas yang berisi hasil pemeriksaan Min Ji. Min Ji pun mengikuti suster tersebut.
Suster tersebut berhenti di sebuah kamar praktek dokter.
“Silahkan masuk.”suster tersebut mempersilahkan Min Ji masuk lalu segera keluar dari ruangan itu.
“Selamat siang. Bisa saya lihat hasil pemeriksaannya ?”tanya dokter tampan yang berada di depan Min Ji.
“Ini dok.”Min Ji menyerahkan kertas hasil pemeriksaan darahnya. Dokter itu sontak kaget.
“Sebelumnya pernah muntah darah? Atau batuk darah?”tanya dokter itu.
“Sudah sering dok. Tetapi tidak pernah separah tadi. Hanya batuk darah. Saya kira paru-paru saya yang bermasalah. Memang ada apa dok?”tanya Min Ji kelihatan lemas.
“Kamu terjangkit penyakit kanker hati stadium 2.”dokter itu memandang ke arah Min Ji.
“Apaaaaa??!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Min Ji menangis histeris.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Kim Bum akirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. So Eun dan mama nya pun sudah tidur. Waktu menunjukan 20.45(Seoul). Kim Bum pun pergi ke rumah Min Ho. Ternyata Min Ho sedang browsing dan melihat muka kusut Kim Bum yang baru sampai ke rumahnya.
“Bum, kenapa muka mu? Keriput seperti nenek-nenek umur 90 tahun?”Min Ho tertawa terbahak-bahak.
“Aku sedang tidak ingin bercanda!”Kim Bum duduk di kasur Min Ho dan menatap lurus kedepan. seketika itu juga wajah Min Ho berubah serius.
“Ada apa?”tanya Min Ho sok dewasa.
“Panjang ceritanya. Nanti ku ceritakan. Apa ada soju di rumah mu?”tanya Kim Bum lelah.
“Ada. ambil saja di tempat biasa.”Kim Bum pun segera mengambil soju. Lalu kembali ke posisinya semula. Min Ho yang sudah tau sifat sahabatnya. Memilih diam dan tetap terfocus pada layar laptopnya. Walau pikirannya masih ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan sahabatnya Kim Bum.
“Pasti kau ingin tahu kan Min Ho. Apa yang barusan terjadi padaku?”Kim Bum menanyakan kepada Min Ho dengan muka yang kelihatan sedang mabuk.
“Iya donk. Eh, kau salah ambil minuman ya? itu bukan soju KIM SANG BUM!! Ahhh.. pantas saja kau seperti orang gila!!”Min Ho mengambil minuman itu dan meletakannya di dekat tempat tidur.
“Ah… kenapa kau mengambil soju ku? Hah? Kau tau! Semua orang yang ku cintai GILA!!!! SEMUA NYA!!!”setelah berbicara seperti itu Kim Bum tertidur di kamar Min Ho. Min Ho pun membenarkan posisi tidur Kim Bum.
“Semua orang yang kucintai gila? Apa maksudnya? Semua orang? Siapa? Yang kucintai? Siapa lagi? Gila? Bukannya hanya mama Kim Bum yang gila ya? ah,pusing aku dibuatnya!!”Min Ho pun lanjut kesibukannya semula. Ya itu browsing.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Min Ji menuju café teamoi. Min Ji sengaja memilih tempat di luar. Supaya dapat melihat indahnya kota Seoul dimalam hari. Min Ji mengingat kata-kata kejadian selama di rumah sakit tadi.
“Dokter,apakah penyakit saya bisa di sembuhkan?”tanya Min Ji terisak.
“Kau harus yakin. Ada alternative lain. Yaitu dengan cara kemoterapi.”
“Apa? Kemoterapi? Apa jadinya aku jika di kemoterapi? Apa bisa mengembalikan semuanya?”tanya Min Ji lemas.
“Mungkin hanya bisa secara bertahap menyembuhkan penyakitmu. Bagaimana? Apa kau mau menjalankannya?”dokter itu memandang Min Ji iba.
“Nanti saya pikirkan terlebih dahulu dok.”Min Ji menuduk lemas.
“Ini kartu nama saya. Kapan saja kamu berubah pikiran bisa langsung menelephone saya.”dokter itu megeluarkan kartu namanya. Lalu memberikannya pada Min Ji.
“Terima kasih dok.”Min Ji keluar dari rumah sakit itu.
Min Ji mengeluarkan kartu nama itu dari tas nya dan membacanya.
“Dr.Kim Hyung Joong? Apa aku harus bertanya padanya apa ada cara lain selain kemoterapi?”mata Min Ji kelihatan sembap. Baru saja Min Ji mau menekan keyword Hp nya seseorang menyapanya.
“Hai. Min Ji. Lama tak jumpa.”orang itu memandang Min Ji.
“Lee Donghae? Sedang apa kau disini?”tanya Min Ji kaget dan segera mengumpatkan kartu nama yang dia pegang.
“Ini kan tempat umum. Kau kenapa?”Donghae memandang wajah Min Ji.
“Kau kenapa? Maksudnya?”tanya Min Ji mulai bingung.
“Mata mu.”tunjuk Donghae.
“Oh.. itu.. itu… tadi mata ku digigit semut. Iya di gigit semut.”Min Ji membuat alasan yang bisa di bilang tidak masuk akal.
“Digigit semut? Mengapa 2-2 nya? Memangnya kau main dengan gula apa?”Donghae memandang Min Ji yang mulai salah tingkah.
“Ah.. sudahlah. Aku ingin tau sekarang kau sedang sibuk apa?”tanya Min Ji.
“Aku sedang sibuk bekerja. kau sendiri?”tanya Donghae.
“Masih tetap sama. Kuliah.”Min Ji menghela nafas berat.
“Kenapa? Kau bosan ya kuliah?”
“Mungkin aku tak bisa kuliah lagi.”gumam Min Ji tak jelas.
“Apa? Kau barusan berbicara apa?”tanya Donghae yang tidak begitu jelas mendengar gumaman Min Ji.
“Tidak apa-apa. Oh ya, aku harus segera pulang. Bye Donghae. Sampai ketemu lagi!”lalu Min Ji meninggalkan Donghae yang menatapnya pungung Min Ji yang masih terlihat.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
=0= Ke esokan harinya =0=
“Bum. Kau sudah bangun?”sapa Min Ho yang melihat Kim Bum turun menuju meja makan tempat Min Ho berada.
“Kau pikir?!! Bukannya sudah melihat aku berjalan ya?”Kim Bum memegang kepalanya.
“Kan banyak juga Bum. Orang yang mengigau sambil jalan!!”Min Ho makan roti tawar yang ada di depannya.
“Ah, sudahlah. Tidak ada habisnya berdebat dengan mu. Kok kepalaku pusing ya?”tanya Kim Bum masih tetap memegangi kepalanya.
“Ya jelas lah. Kau salah minum tau?!!”Min Ho mengambil selai lalu mengolesnya pada roti yang ada di depannya.
“Salah minum? Apa maksudmu?”Kim Bum tetap tidak mengerti.
“Begini ya. kemarin kau bukan mengambil soju malah ngambil whisky.”Min Ho memandang Kim Bum yang terlihat bingung.
“Masa sih?”Kim Bum mengambil roti yang ada di meja makan.
“Eh, aku mau nanya deh. Kata orang-orang. Kalau orang mabuk itu selalu berkata apa ada nya ya?”tanya Min Ho.
“Memangnya kenapa?”tanya Kim Bum balik.
“Kemarin kau berbicara sewaktu mabuk. Seperti ini, Semua orang yang ku cintai GILA!!!! SEMUA NYA!!!”Min Ho meniru persis seperti suara Kim Bum.
“Ah?!!! Itu… itu”Kim Bum mulai salah tingkah.
“Nampaknya kau sudah tau aku akan bertanya apa.”Min Ho menatap Kim Bum.
“Baiklah. Akan ku ceritakan semuanya!!”Kim Bum mulai menceritakan keadaan So Eun kepada Min Ho. Dan seketika itu juga Min Ho terbengong bengong. Setelah Kim Bum selesai menceritakan keadaannya. Min Ho masih melongok tak percaya.
“Kenapa kau?”Kim Bum menyikut Min Ho.
“Ah? Tidak.. tidak apa-apa.”Min Ho memandang Kim Bum yang terlihat sedih.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
“Bum, ikut aku yuk.”Min Ho mengajak Kim Bum pergi.
“Kemana?”tanya Kim Bum.
“Jalan-jalan donk. Ayuk…”
“Gak deh. Aku mau pergi lihat mama di RSJ. Bye..”Kim Bum pun segera melaju cepat dengan mobil sportnya.
Sesampainya Kim Bum di RSJ Seoul dilihatnya So Eun sedang di luar taman. Masih bermain dengan bunga-bunga yang tumbuh di halaman RSJ Seoul.
“Hai…”sapa Kim Bum pada So Eun. So Eun masih sibuk dengan bunga-bunga.
“Ini aku bawakan kau boneka. Kau suka boneka ini?”Kim Bum menujukan boneka bear yang bertulis kan ‘I Love You’.
“Bagaimana keadaan mu?”So Eun segera menarik boneka yang Kim Bum bawakan.
“Nampaknya kondisi mu sudah membaik ya.”Kim Bum tersenyum senang.
“Tunggu disini sebentar ya. Aku mau melihat mama ku. Jangan pergi ya.”Kim Bum meninggalkan So Eun yang masih sibuk dengan boneka yang di berikan Kim Bum.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Min Ji duduk di dekat taman rumahnya. Pandangannya mengarah ke bunga tulip kesukaan mamanya. Tetapi pikirannya jauh melayang, memikirkan tentang kondisi dirinya sekarang ini. Dia terkena penyakit Kanker Hati stadium 2. Dia belum menanyakan cara lain selain kemoterapi. Karena pada saat dokter itu memberi tahukan Min Ji tentang penyakitnya, Min Ji merasa melayang ke dunia lain. Min Ji pun kembali ke kamarnya dan mencari kartu nama dokter yang menanganinya. Min Ji menekan nomor hp dokter itu, dan menunggu jawaban dari dokter.
“Hallo..”terdengar suara dari sebrang.
“Hallo…. Ini benar dengan dokter Kim Hyun Joong?”Min Ji membaca kartu nama yang ada di tangannya.
“Benar. Ini siapa ya? ada yang bisa saya bantu?”tanya Dr.Hyun Joong.
“Ini Min Ji dok. Kim Min Ji yang kemarin datang. Bisakah kita bertemu?”Min Ji menghebuskan nafas panjang.
“Baik. Dimana?”tanya Dr.Hyun Joong.
“Café teamoi. Jam 19.00 apakah bisa?”Min Ji bertanya ragu-ragu.
“Bisa-bisa. Baiklah jam 19.00 di café teamoi.”Min Ji lalu menutup sambungan telephonenya. Dia merenungi nasibnya sekarang.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
@café freak
Min Ho sedang menunggu seseorang. Nampaknya sudah lama menunggu. Tak lama orang itu datang.
“Haiiii… Min Ho…”sapa Min Jung.
“Haiii.. Lama sekali kau.”Min Ho memberi salam Min Jung.
“Maaf, tadi agak macet. Kenapa kau mengajak kesini?”
“Temani aku jalan-jalan ya. Bum sedang sibuk dengan urusannya.”Min Ho memohon.
“Baiklah. Kau mau kemana?”
“Mall saja bagaimana?”muka Min Ho kelihatan memaksa.
“Oke. ayuk.”Min Jung menarik tangan Min Ho.
Setengah jam kemudian mereka sampai ketempat tujuan. Mereka membeli es cream lalu kembali mengelilingi Mall.
“Min Jung… cepat kemari, coba lihat itu..”Min Ho mencolek pipi Min Jung dengan Es cream yang mereka beli barusan.
“Kau!!!!!!!”Min Jung mengejar Min Ho yang berlari seperti anak kecil, lalu mereka tertawa bersamaan.
“Hahh.. Hahh…”Min Jung menghela nafas kecapekan karena mengejar Min Ho. Min Ho akirnya berhenti dan menarik tangan Min Jung mensejajari langkahnya.
“Heiii.. pelan-pelan donk…”Min Jung kelihatan capek.
“Hahahahahahaha. Oke oke, bagaimana kalau sekarang kita mencari makan?”Min Ho berhenti sejenak mendengarkan jawaban Min Jung.
“Oke.”mereka pun menuju food court. Setelah memesan mereka lanjut berbicara.
“Min Jung.. bagaimana dengan pacar mu? Apakah baik?”Min Ho kelihatan tersenyum meledek.
“Kau!!!! Kembali saja meledek ku!!! Huh, aku sebal dengan mu.”Min Jung pura-pura marah.
“Hahaha. Aku hanya bercanda.”
“Oh..hahaha.”
---Hp Min Jung berbunyi---
“Hallo unnie(kakak).”Min Jung menjawab ramah.
“Tidak, aku sekarang sedang bersama dengan teman. Ada apa?”
“Memang kau dimana?”Min Jung masih berbicara di telephone.
“Hah? Aku juga disana. Aku sedang makan di food court. Baik, baik. Aku tunggu disini ya sekarang. Oke oke.”Akirnya Min Jung menutup sambungan telephonenya.
“Siapa?”tanya Min Ho penasaran.
“Kakak sepupu ku. Yang waktu reunian ikut dengan ku. Bukankah kau kenal dengannya?”tanya Min Jung.
“Tidak…”tak lama makanan yang mereka pesan datang.
“Terima kasih.”Min Ho dan Min Jung mengucapkan terima kasih pada pelayan.
“Hey… Unnie….”Min Jung melambaikan tangannya agar bisa dilihat oleh kakak sepupunya.
“Ehukkkkk…. Huk…. Hukkk….”Min Ho terbatuk-batuk melihat siapa yang sedang berjalan kearah mereka.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Kim Bum kembali menuju taman tempat So Eun berada tadi. Dilihatnya So Eun tidak disana. Kim Bum kelihatan panic takut terjadi apa-apa dengan So Eun. Dia pun berlari menuju kamar So Eun. Ternyata So Eun sudah disana bersama seorang lelaki.
“So Eun.. Ini aku bawakan bunga.”kata Kim Joon mengarahkan bunga kepada So Eun. Tetapi So Eun kelihatan tidak peduli dan masih sibuk dengan boneka yang Kim Bum bawakan. So Eun tertawa sambil memegang boneka itu.
“So Eun, seandainya kau tau dari awal. Aku menyesal tidak memberi tahukan kau lebih awal. Tentang Gook Yi Jun. Semua salah ku. Aku tahu, aku salah.”Kim Joon pun keluar dari kamar So Eun. Kim Bum yang melihat Kim Joon keluar dari kamar So Eun segera mengumpat di kamar mamanya. Setelah Kim Joon agak jauh barulah Kim Bum menuju kamar So Eun.
“Tadi siapa yang datang?”tanya Kim Bum pada So Eun. Tetapi So Eun tetap tidak menjawab.
“Pacarmu ya? hehehehe. Kau suka lagu apa?”So Eun tetap tertawa dengan boneka yang diberikan Kim Bum.
“Baiklah aku akan memainkan lagu andalanku.”Kim Bum pun mengambil saxophone dikamar mamanya.
Awal lagu pun terdengar dengan merdu. Tiba-tiba So Eun menjerit kesakitan. Memegang kepalanya, seakan sakit tak terhingga.
“So Eun…”Kim Bum merasa panic dia memegang So Eun dan berteriak memanggil So Eun.
“Arrrrrrrrrrrrggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………………………….”So Eun menjerit berteriak.
“Dokterrrr…. Suster….”Kim Bum berteriak minta tolong.
Setelah suster datang memeriksa keadaan So Eun dan memberikan obat penenang. Barulah Kim Bum tenang.
“Maaf, bisakah anda meninggalkan So Eun sendirian. Kondisinya sekarang kurang baik untuk di jenguk. Maaf…”Suster itu mengucapkan maaf lalu mengunci kamar So Eun. Kim Bum hanya bisa melihat So Eun dari kaca. Dia pun memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah Kim Bum kelihatan lelah. Dia pun membaringkan tubuhnya dikasur. Berharap pada saat dia bangun nanti semua pikirian tentang So Eun hilang.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Wah sedih Min Ji sakit…
Ngek? Min Ho kenapa tuh? Hehehe.
Ada yang aneh dari So Eun pas denger Kim Bum main saxophone? Kenapa ya kira-kira? Saksikan next partnya. Tetap ikutin ya. walau agak lama. Hehehe.
Jangan lupa comment. Gomawo :)