Rabu, 21 April 2010

~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 3:D ~

Annyeonghaseyo... mianhae chingu 4 late post..
krn lagi sibuk ujian.
langsung aja ya :D

~~~Toktoktoktoktoktoktok~~~
“Nde??? Silahkan masuk..”Eun Kyung mempersilahkan orang yang mengetuk pintu kamarnya untuk masuk.
“Eun Kyung dongsaeng, Manager Kim sudah didepan. Dia ingin berbicara pada mu.”Changmin berkata sambil tersenyum ramah.
“Nde…”Eun Kyung pun segera keluar dari kamarnya. Dan menuju ruang tamu.
“Annyeonghaseyo Eun Kyung-ssi.”Manager Kim menyapa.
“Annyeonghaseyo….”Eun Kyung menjawab sapaan Manager Kim.
“Jadi kamu sudah bisa menjadi asisten mereka sekarang. Oh ya masalah gaji, kami akan memberikan gaji lebih dari cukup untuk mu. Biaya kuliah akan kami tanggung. Kau tidak usah memikirkannya. Gajimu tidak akan dipotong untuk biaya kuliah. Kamu juga hanya akan bekerja paruh waktu. Pagi hari kau cukup menyiapkan makanan buat mereka. siang kau sudah pulang kuliah kan pada saat itu kau harus mulai mengerjakan pekerjaan seperti menjaga barang-barang mereka, mengingatkan mereka untuk latihan, nanti jadwal mereka akan saya berikan. Masalah baju untuk show mereka ditangani oleh Binatu. Jadi kau cukup mengambilnya saja. Saya kira itu tugas mu sekarang ini, nanti kalau ada perubahan akan diberi tau. Sekarang waktunya kau untuk menandatangi surat ini.”Manager Kim menerangkan.
“Menandatangi apa?”tanya Eun Kyung. Manager Kim menyerahkan 1 lembar kertas. Isinya…
Surat Perjanjian
Saya Eun Kyung. Menyetujui syarat-syarat yang tertera dibawah ini. Jika saya melanggarnya, saya akan mengganti rugi 100.000.000. Atau penjara sesuai dengan tuntutan yang dirugikan. Syarat-syaratnya sebagai berikut:
1. Dilarang mencampuri urusan pribadi semua member DBSK.
2. Dilarang menyebarkan rahasia kehidupan pribadi para member DBSK.
3. Dilarang menyebarkan jadwal kerja DBSK kepada orang-orang.
4. Dilarang membicarakan kejelekan para member DBSK kepada orang lain.
5. Dilarang bercerita tentang keseharian para member DBSK.
6. Dilarang merepotkan semua belah pihak.
7. Dilarang pulang larut malam.
8. Dilarang mengambil barang-barang/benda-benda pribadi para member DBSK.
9. Tidak boleh terlambat.
10. Tidak boleh berlaku tidak sopan kepada semua member DBSK begitu juga sebaliknya.
Peraturan ini dibuat atas persetujuan saya, Eun Kyung. Dan surat perjanjian ini akan berlaku mulai hari ini sampai saya diberhentikan atau berhenti bekerja. dan sesudah saya berhenti bekerja. semua omongan saya terhadap DBSK tidak berarti apa-apa, tidak patut untuk dipercaya.

Seoul, 20 Maret 2010
Yang bertanda tangan,


(Eun Kyung)

Eun Kyung membaca masing masing kata dengan cermat. Diakir kalimat dia hanya bisa menelan ludah. Melihat apa yang berisi dalam surat kontrak tersebut. Matanya sempat terbelalak pada saat melihat jumlah nominal ganti rugi kalau dia melanggar. 100 juta bukanlah nominal yang kecil, sejenak Eun Kyung memandang semua personil DBSK secara bergantian. Changmin tersenyum lugu, Yunho tersenyum dengan manisnya, Yoochun sibuk melihat kearah Manager Kim, Junsu tak ada ekspresi.
Dan terakir diliriknya Jaejoong, raut wajah Jaejoong membuat Eun Kyung kesal. Jaejoong tersenyum penuh kemenangan. Sekilas pikiran ingin pergi dari rumah ini terlintas. Tapi dia mempertimbangkan tentang cita-cita Ammanya.
“Bagaimana?”tanya Manager Kim, lamunan Eun Kyung seketika itu juga pudar.
“Aku…… akuu…. Akuuuu….”Eun Kyung menjawab dengan terbata-bata.
“Sudahlah Manager Kim, mana mungkin dia sangup untuk menjaga kami. Lihat saja kan, dia itu perempuan cengeng. Mana mungkin dia kuat dengan jadwal kami yang sangat padat. Bisa-bisa nanti dia yang kami terus tolong. Karna kecapekan.”Jaejoong berkata sinis.
“AKU MAU!!!!!!!!!!!!!”Eun Kyung berkata agak keras dan sontak semua member DBSK melihat kearahnya.
“Baiklah. Jadi kamu menerima syarat-syarat itu?”tanya Manager Kim. Eun Kyung mengganguk ragu.
“Ya sudah cepat tanda tangani.”Manager Kim menyerahkan pulpen untuk menandatangani surat perjanjian itu.
Sekilas Eun Kyung melihat kearah Jaejoong.
‘Apa sih maunya nih orang? Pakai pasang ekpresi sok cool nya segala itu loh. Berasa ingin aku lempar pakai batu…..’Eun Kyung gentian melihat sinis kearah Jaejoong.
Akirnya Eun Kyung menandatangani surat itu dengan kebencian yang mendalam terhadap Jaejoong.
“Oke… kalau begitu nanti malam, akan saya antarkan daftar kerja kamu. Sekarang kamu istirahatlah, karna besok pasti kamu akan lelah. Pagi hari kuliah dan siang hari harus bekerja.”Manager Kim melihat kearah Eun Kyung. Eun Kyung menunduk mengucapkan terima kasih.
“Anak-anak, Appa pergi dulu ya.. jaga diri kalian. Dan Eun Kyung… bye…”Manager Kim pergi meninggalkan mereka.
“Appaa??”Eun Kyung berkata binggung.
“Hah?”Changmin melirik kearah Eun Kyung.
“Tadi kata Manager Kim. Appa pergi dulu ya.. maksudnya?”Eun Kyung terlihat binggung.
“Oh. Hahahaha… kami memanggilnya Appa. Kau juga boleh memanggilnya Appa..”Changmin tersenyum ramah.
“Oh.. nde… Gomawo…”Eun Kyung memandang Changmin.
“Chomaneyo..”Changmin kembali tersenyum.
‘Disini yang terlihat ramah baru Changmin dan Yunho Oppa. Yang lainnya, kelihatan tidak menyukaiku. Terutama Jaejoong….’Eun Kyung berkata dalam hatinya.
“Eun Kyung. Istirahatlah sekarang. Besok baru mulai kerja….”Yunho tersenyum ramah.
“Nde….”Eun Kyung pun menuju kamarnya. Meninggalkan Changmin, Yunho dan Jaejoong diruang tamu karna Yoochun sudah ke kamar lebih dahulu dan Junsu sedang didapur.
Eun Kyung kembali merapikan baju-baju yang dibawanya. Pada saat dia membuka tas ranselnya dilihat bingkai foto dia dan mamanya. Dimasukan kembali bingkai foto itu kedalam tasnya. Eun Kyung segera mengganti bajunya dengan baju santai dan mulai membaca buku pelajarannya. Tak lama dia pun tertidur.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Hoaaammmm…..”Eun Kyung menguap lebar. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Diliriknya jam di HP nya dan terkejut.
“Hah? Baru jam 2 pagi? Memangnya aku tadi tidur jam berapa?”
“Ya ampun… aku lupa.. tadi aku tidur sore. Hehehe… rasanya bosan. Aku keluar saja deh, nyari angin segar. Pasti para member DBSK yang lain sudah tidur. Hmmmm… aku bersih-bersih saja deh. Mumpung masih pagi…”Eun Kyung pun keluar dari kamarnya dengan hati-hati. Takut bersuara dan membangunkan member DBSK lainnya. Dia berjalan mundur sambil menutup pintu kamarnya. Tiba-tiba…..
BRUKKKKKKKKKKKKK….
Tubuhnya tertabrak oleh seseorang. Dan jatuh kelantai. Seketika itu juga bulu kuduk Eun Kyung merinding.
‘Aduh… ada apa ini? masa pagi-pagi udah ada setannya. Ya ampun… Misi setan.. maaf kalau ganggu..’batin Eun Kyung.
Tiba-tiba ada yang mengulurkan tangan untuk membantu Eun Kyung berdiri.
‘Hah? masa setan tangannya bagus kaya begini sih?’Eun Kyung berkata dalam hati.
Diliriknya perlahan-lahan dari tangan sampai keatas dengan pelan-pelan. Masih tetap merinding. Dan sampai melihat wajahnya. Eun Kyung mengenali apa yang dilihatnya. Seorang pemuda tampan.
“Hey… kenapa kau menatapku begitu?”Yunho masih dengan tatapan binggung menatap Eun Kyung.
“Heh… Yunho Oppa…”Eun Kyung meraih tangan Yunho dan segera berdiri tegak.
“Iya. memangnya kau kira aku siapa? Setan. Hahahaha..”Yunho tertawa terbahak-bahak.
“Hehehehe…”Eun Kyung memaksakan tawanya.
“Hahahaha… memangnya ada ya setan seganteng aku..”Yunho berkata dengan PDnya.
“Hehehe… Gak tau sih.. habis Oppa bikin aku kaget…”
“Hahaha… jam segini kenapa sudah bangun? Seharusnya kau masih tidur kan? Besok pagi bagaimana kalau terlambat kuliah?”tanya Yunho.
“Mmm… tidak apa-apa Oppa. Lebih baik aku beres-beres saja. aku belum ngantuk. Oppa sendiri kenapa jam segini sudah bangun?”
“Aku tidak bisa tidur. Dan biasanya aku bermain music atau melihat bintang diluar.. baru saja aku ingin mengambil mantel buat melihat bintang. Ternyata tertabrak olehmu. Hehehehe…”
“Mianhae Oppa.”Eun Kyung terlihat menyesal.
“Hahahaha… sudahlah santai saja. Dari pada kau beres-beres, bagaimana kalau kau menemaniku melihat bintang..”Yunho berkata sambil memohon.
“Woo?? Mwo??”Eun Kyung terlihat binggung.
“Iya, menemani aku melihat bintang ditaman belakang. Ayuk lah… setelah itu kau baru beres-beres atau pun tidur…”Yunho menarik tangan Eun Kyung.
“Mwo??”
“Kaja(Ayo)…”Yunho menarik tangan Eun Kyung menuju taman belakang.
Ternyata selama mereka berbicara Jaejoong sudah melihat dari kamarnya. Karna pintu kamar Jaejoong tak ditutup dengan rapat. Kelihatan sekali wajah cemburu dimuka Jaejoong. Jaejoong pun menatap penuh kebencian pada Eun Kyung.
Sekarang Eun Kyung dan Yunho sedang duduk di gazebo taman.
“Oppa… aku harus beres-beres…”Eun Kyung berkata kepada Yunho yang masih sibuk membersihkan teropong bintangnya.
“Kita belum ada 5 menit disini. Tunggu sajalah. Lagi pula kau belum melihat bintang-bintangnya kan. Bagus sekali. sebentar ya, aku bersihkan dulu teropongnya…”
Eun Kyung kelihatan kedinginan, karna angin di Korea saat musim dingin seperti ini sangat menusuk sampai ketulang. Eun Kyung melipat kedua tangannya. Tiba-tiba Yunho mengambil mantel disebelahnya. Dipakaikannya pada Eun Kyung. Jaejoong hanya bisa melihat dari balik kaca taman dengan tatapan cemburu.
“Sini.. coba kau lihat.”Yunho mendekatkan teropong bintang itu pada Eun Kyung.
“Wow… Iputaaa…”Eun Kyung terlihat kagum.
“Sudah ku duga. Kau akan kagum dengan bintang-bintang ini. tidak menyesalkan?”tanya Yunho pada Eun Kyung yang masih melihat bintang diteropong. Eun Kyung menggeleng. Mereka tampak senang melihat bintang. Pada saat mereka mengobrol tak sadar Eun Kyung mengantuk dan tertidur di lengan Yunho.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Jangan lupa comment!! and thumb nya :D okidoki...
*maaf kalau ceritanya jelek, gak nyambung, dan salah ngetik*

Jumat, 02 April 2010

~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 2:D ~

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Tak lama adik sepupu Yoochun datang. Mereka pun mulai menonton pertandingan itu ditaman belakang. Adik sepupu Yoochun sudah hampir beberapa kali jatuh.
Changmin hanya bisa membuka mulutnya kagum.
Akirnya Yunho menyudahi pertandingan itu sebelum ada yang terluka.
“Jadi?”tanya Eun Kyung.
“Aku setuju kalau dia jadi asisten kita yang baru.”Changmin berkata dengan
semangat.
“Aku juga.”kata Junsu.
“Yah, boleh lah…”Yoochun setuju.
“Bagaimana denganmu Yunho?”Jaejoong berkata sambil menelan ludah. Jantungnya
berdegup kencang.
“Aku setuju.”Yunho tersenyum dengan manis.
“Senyum itu lagi.”Jaejoong tak sadar mengucapkan kata-kata itu secara pelan. Tapi
Eun Kyung bisa mendengarnya.
“Mwo? Barusan kamu bilang apa?”Eun Kyung bertanya pada Jaejoong.
“Aniyeo. Aku setuju. Mulai hari ini kamu menjadi asisten kami.”Jaejoong berkata
pelan.
“Wow. Gomawo…”Eun Kyung menunduk dan mengucapkan terima kasih.
“Sama-sama. Mohon bantuannya ya. Untuk menjaga kami disaat show.”Changmin
tersenyum senang.
“Nde… aku akan berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi gomawo…”Eun Kyung
berkata sambil tersenyum. Jaejoong mendekati Eun Kyung dan membisikkan sesuatu
padanya. Eun Kyung pun mengganguk dan mengikuti Jaejoong. Semua member pun
pergi menuju kamar masing-masing kecuali Changmin masih penasaran sedang apa
Jaejoong.
“Hey, sedang apa kamu?”tanya Yunho.
“Aniyeo hyung-nim. Aku mau menuju kamar. Permisi….”Changmin pun menuju kamarnya.
‘Mereka sedang berbicara apa ya? aku penasaran…’Yunho melihat Jaejoong dan Eun
Kyung sedang berbicara.
Jaejoong merasa ada yang melihat ke arahnya dan Eun Kyung dia mendongakkan
kepalanya kedalam. Yunho pun segera menuju ke kamarnya. Takut di lihat oleh
Jejoong dan Eun Kyung bahwa tadi dia sempat mengintip.
“Karna kamu sudah di terima disini. Jadi kamu harus menaati semua peraturan
yang ada disini.”Jaejoong mengatakan dengan nada agak tegas.
‘Ah, ternyata artis itu banyak maunya ya.’batin Eun Kyung kesal.
“Mwo?”
“Pertama. Kau tidak boleh mencampuri urusan kami. Tidak boleh membeberkan
rahasia kami di depan umum, tidak boleh berbicara tentang kehidupan kami kepada
para fans, setelah itu kau juga harus jadi asisten yang berkelas, berpakaian
rapi. Menjaga semua barang-barang kami baik di rumah, atau pun waktu show.
Menyiapkan makanan buat kami, tidak boleh menyentuh benda-benda pribadi kami
sembarangan. Jangan pernah masuk ke kamar kami, sebelum kami mengijinkan.
Araso?”tanya Jaejoong dengan suara agak keras.
“Arasoo!!!! Banyak sekali peraturannya.”Eun Kyung menjawab dengan suara kesal.
“Mwo? Kalau kau tidak suka ya tidak usah bekerja.”
“Aniyeo.. Araso…”Eun Kyung menjawab dengan pelan.
“Nanti biar manager kami yang membuatkan surat kontrak dengan kamu.”Jaejoong
menyambung.
“Surat kontrak apa? Memangnya aku artis apa? Pake kontrak segala.”mata Eun
Kyung mendelik.
“Kalau kau jadi artis aku rasa mungkin kau tidak memiliki fans. Bila
sewaktu-waktu peraturan tadi kau langgar. Kau akan dipenjara, atau di tuntut ganti
rugi.”
Eun Kyung agak kesal. “Do!!!!!!!!!!”sambil menunjuk ke arah muka Jaejoong.
“Mwo??”Jaejoong menjawab dengan suara agak galak.
‘Ah, beda sekali dia dengan adiknya. Kalau saja aku punya cukup biaya untuk
kuliah. Pasti tak akan begini…………’batin Eun Kyung.
“Tidak apa-apa….”Eun Kyung langsung mengurungkan niatnya untuk menjawab
Jaejoong.
“Araso???!!!!!”Jaejoong berkata lagi. Eun Kyung mengganguk.
“Tapi, aku juga masih harus kuliah…”Eun Kyung menjawab pelan.
“Aku tahu. Kau bisa kuliah sambil kerjakan. Kami membutuhkanmu hanya siang
sampai malam. Sesudah kau pulang kuliah. Kau kuliah pagi hari kan, dan pulang
siang hari?”tanya Jaejoong, Eun Kyung mengganguk.
Jaejoong pun meninggalkan Eun Kyung yang masih berdiri di taman. Diruang tamu
dia bertemu Yunho.
“Kalian tadi sedang berbicara apa?”tanya Yunho pada Jaejoong.
“Tentang pekerjaannya sekarang.”jawab Jaejoong singkat. Jantungnya kini sudah
berdebar-debar mendengar suara Yunho.
“Oh, aku ingin berbicara dengannya. Dimana dia?”tanya Yunho.
“Ditaman belakang.”Jaejoong pun segera masuk ke kamar. Dan Yunho menuju taman
belakang.
“Annyeong….”sapa Yunho pada Eun Kyung. Eun Kyung sontak kaget, karna baru saja
dia sedang melamun.
“Annyeong Oppa…”kata Eun Kyung ramah.
“Bagaimana perasaanmu disini? Nyaman kah?”tanya Yunho dengan senyum ramah.
‘Nyaman? What the!!! Jelas-jelas ada orang yang tidak tau diri seperti
Jaejoong, belum saja aku mulai bekerja sudah banyak sekali peraturannya. Kalau
bukan karna kuliahku. Aku tak mau bekerja disini, aku harus berbohong. Demi
kuliah…’Eun Kyung berkata dalam hati dan memaki Jaejoong.
“Nyaman sekali Oppa. Hehehe… Kalian ramah sekali ya… aku jadi makin nyaman
tinggal disini.”Eun Kyung memaksakan senyum kebohongan. Yunho tersenyum.
“Baguslah kalau kamu nyaman disini. Aku senang mendengarnya. Bagaimana
pemandangan disini?”tanya Yunho lagi.
“Iputa...”jawab Eun Kyung.
“Oh ya, umurmu berapa?”tanya Yunho.
“17 tahun..”
“Wow... masih muda ya. berarti kau masih kuliah donk?”tanya Yunho.
“Nde….”
“Kamu sekarang sudah berhenti kuliah? Apa masih kuliah?”
“Aku masih kuliah. Tadi masalah ini sudah kujelaskan pada Jaejoong.”Eun Kyung
memandang tumbuhan yang ada di taman.
“Masalah? Masalah kuliahmu?”tanya Yunho.. Eun Kyung hanya bisa mengganguk.
Pikirannya sekarang sedang kesal dengan Jaejoong.
“Jadi kau sekarang kuliah sambil kerja?”
“Pagi hari sampai siang aku sudah pulang. Sebelum aku pergi kuliah aku akan
menyiapkan makanan buat kalian. Siangnya sebelum waktu makan siang aku sudah
sampai dirumah. Jadi makan kalian tetap teratur.”Eun Kyung menjelaskan.
“Baiklah. Semoga kamu betah disini ya. Besok saja kau mulai bekerja. hari ini
santai sajalah dulu, mulai beradaptasi. Kamarmu disebelah kamar Jaejoong.”Yunho
memberitahu.
‘WHATTTTTT???????!!!!!!!!!!!!!!!!! WHAT THE FVCK!!!! DIA LAGI, OH MY GOSH…..’maki Eun Kyung dalam hati.
“Sini aku tunjukan dimana kamarmu…”Yunho pun masuk kedalam rumah diikuti Eun
Kyung.
“Hellloooooo……”tiba-tiba Changmin muncul dari kamarnya.
“Kalian sedang apa?”tanya Changmin lagi.
“Menunjukan kamar Eun Kyung.”jawab Yunho.
“Oh… Eun Kyung kamarnya disebelah kamar Jaejoong hyung kah?”tanya Changmin. Eun
Kyung diam.
“Iya, disamping kamar Jaejoong.”Yunho yang menjawab.
“Kenapa tidak disamping kamarku?”tanya Changmin.
“Disamping kamarmu kan ada Junsu. Mau kau kemanakan Junsu?”Yunho balik bertanya.

“Oh iya ya. hehehe. Aku lupa ada Junsu hyung. Semoga betah disini ya. aku ke
kamar dulu.”Changmin meninggalkan Yunho dan Eun Kyung.
“Eun Kyung, hari ini manager Kim akan datang. Dia akan mengurus gaji kamu. Dan
apa saja yang harus kamu lakukan selama bekerja disini.”Yunho menerangkan.
“Nde Oppa…”
“Istirahatlah. Hari ini kau tidak kuliah?”tanya Yunho. Eun Kyung menggeleng.
“Weyo?”tanya Yunho.
“Aku belum bisa melunasi uang kuliah semester ini. Jadi aku dilarang masuk
kuliah sebelum melunasi uang semester.”Eun Kyung menjelaskan.
“Oh begitu. Ya sudah besok saja kau mulai kuliah ya. sekarang tidak mungkin
sempat.”
“Nde Oppa. Gomapta.”Eun Kyung menunduk berterima kasih.
“For What?”tanya Yunho.
“Karna kalian sudah menerimaku…”
“Chongmaneyo..”Yunho pun meninggalkan Eun Kyung dan menuju studio di lantai 2.
“Hah…. aku sudah cukup lelah harus menjalani hidup ini. Andai saja Amma masih
hidup. Mungkin aku tak bersusah seperti ini… Aku gak akan mau bekerja
disini.”Eun Kyung segera merapikan barang-barangnya dan diletakan dilemari.
‘Hari yang baru… hidup yang baru dan pekerjaan yang baru. Aku harus semangat
menjalani hari-hari ku sekarang. Demi cita-cita Amma sebelum meninggal.’Eun
Kyung berkata dalam hati.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

~jangan lupa comment. yang mau ditag. comment ya :D~
gomawo :))

~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 1 :D ~

Annyeong. aku lagi bikin FF nih. buat kalian yang suka sama YunJae bisa baca plus comment. Gomawo :D


“Jaejoong….”panggil Yunho.


“Nde(Iya)?”Jaejoong kelihatan binggung.


“Hari ini kita jalan-jalan yuk.”Yunho mengajak. Jaejoong menggeleng.


“Wheyo(Kenapa)?”tanya Yunho.


“Aku lagi sedang ingin dirumah.”kata Jaejoong.


“Owww. Benar, kau tak mau jalan-jalan?”tanya Yunho kembali. Jaejoong mengangguk.


“Baiklah kalau seperti itu. Aku pergi dengan Junsu saja ya. kau tidak apa-apa?”tanya Yunho lagi. Tampak wajah tidak suka dimuka Jaejoong. Tapi dia kembali hanya mengangguk saja.


“Jaga dirimu ya…”Yunho pun keluar dari kamar Jaejoong. Jaejoong membuang nafas berat. Sebenarnya dia ingin sekali pergi dengan Yunho. Tapi keadaannya tidak memungkinkan. Dia mulai menyukai
Yunho, bukan suka sebagai teman. Melainkan antara wanita dengan lelaki. Karna
merasa dirinya mulai tidak normal, Jaejoong pun memutuskan untuk menjauh dari
Yunho. Walau agak sulit, matanya menatap frame fotonya dengan
Yunho,Changmin,Yoochun,dan Junsu. Sudah 3 tahun mereka tinggal satu rumah.
Karna mereka adalah boyband korea yang cukup dikenal di dunia. Jaejoong mulai
merasa dirinya tidak normal. Sebelumnya dia berpacaran dengan wanita. Tiba-tiba
saja lamunan Jaejoong buyar. Karna ada yang mengetok pintu kamarnya.


“Hyung-nim(Panggilan bahasa korea untuk kakak laki-laki oleh adik laki-laki)??”


“Ya??”Jaejoong menjawab dari dalam kamarnya. Kepala Changmin terlihat dari balik pintu kamar Jaejoong.


“Hyung-nim ayuk kita makan. kau belum makan kan?”tanya Changmin. Jaejoong menggeleng.


“Yunho dan Junsu sudah pergi?”tanya Jaejoong.


“Sudah dari tadi. Yunho hyung mau nyari kado. Tadinya dia mau ngajak aku. Tapi aku lagi kurang enak badan. Ayuk hyung kita makan.”Changmin mengajak Jaejoong. Jaejoong pun turun kebawah dengan
langkah gontai.


‘Kado? Kado buat siapa? Jangan-jangan Yunho sudah punya wanita yang ditaksir olehnya.’batin Jaejoong sedih.


“Hyung!!!”Changmin menyikut Jaejoong yang dari tadi melamun.


“Nde?? Wheyo?”tanya Jaejoong.


“Ini cepatlah makan. Jangan melamun terus.”Changmin menyodorkan piring kosong kepada Jaejoong. Mereka makan dalam kesunyian.


“Mana Yoochun?”tanya Jaejoong.


“Masih bermain gitar diatas. Kenapa hyung?”tanya Changmin.


“Dia tidak makan?”


“Katanya masih kenyang. Biarkan sajalah. Oh ya, Yunho hyung mau kasih kado ke siapa ya? aku benar-benar penasaran. Hehehe..”Changmin memasang wajah lugunya. Hati Jaejoong kini terasa panas. Dia hanya bisa menahan
perasaannya kini di dalam hatinya.


“Hyung!!!!!”Changmin memanggil dengan suara agak keras. Jaejoong agak kaget.


“Kenapa sih dari tadi Hyung melamun terus?”tanya Changmin.


“Tidak apa-apa. Aku sudah kenyang. Aku ke kamar dulu ya.”dengan perasaan kacau Jaejoong melangkah menuju kamarnya. Changmin kelihatan binggung dan kembali melanjutkan makannya.


Di kamar, Jaejoong memutuskan untuk mencoba tidur. Tapi matanya tidak dapat tertutup memikirkan Yunho. Dia pun melamun menatap langit-langit kamarnya.


‘Ya Tuhan, kenapa aku bisa mecintai Yunho?’batin Jaejoong.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥Lagu Hug mengalun. Menandakan HP Jaejoong berdering♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



“Yaobuseyo?”Jaejoong menyapa.


“HYUNG-NIMMMMM !!!!!!”terdengar teriakan adik Jaejoong.


“Dongsaeng…”Jaejoong pun tak kalah kagetnya.


“Apa kabar hyung? Bagaimana keadaanmu sekarang? Oh ya, katanya kalian lagi butuh asisten ya?”tanya adik Jaejoong.


“Baik. Bagaimana keadaanmu? Iya… kami lagi membutuhkan asisten yang bisa tinggal di sini.”Jaejoong menjawab pertanyaan adiknya.


“Keadaanku baik sekali hyung. Hyung, aku punya teman wanita. Dia jago bela diri. Cantik lagi, teman satu tempat kuliah denganku. Dia sekarang sedang mencari pekerjaan. Untuk membayar uang kuliahnya.
Tadinya aku ingin membayarkan uang kuliahnya. Tapi dia tidak mau, katanya ingin
mendapatkan uang dari hasil diri sendiri dan tidak mau membalas budi suatu hari
nanti. Hyung, maukah kamu membantuku?”tanya adik Jaejoong.


“Membantu apa?”


“Memperkerjakan temanku itu. Menjadi asisten kalian.”adik Jaejoong berkata pelan.


“Ya, aku bantu sebisa mungkin. Besok suruh dia datanglah kesini. Biar kami yang menilai. Pagi-pagi bisakah?”tanya Jaejoong.


“Iya hyung. Pasti bisa. Gamshahamnida Hyung-nim.”adik Jaejoong pun menutup sambungan teleponenya. Jaejoong pun mulai memejamkan matanya tak lama dia pun tertidur.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Hoammmm….”Jaejoong menutup mulutnya yang menguap. Dia pun segera keluar dari kamarnya menuju dapur. Dia pun menuangkan air mineral lalu meminumnya.


*Ting TongTingTong Ting TongTingTong Ting TongTingTong*


Bel rumah berbunyi. Jaejoong pun membuka pintu rumahnya.


“Annyeonghaseyo…”sapa seorang wanita.


“Annyeong… siapa ya?”tanya Jaejoong.


“Benar ini markas Dong Bang Shin Ki?”tanya wanita itu.


“Markas? Hahahaha. Kau kira kami polisi apa? Ini rumah tinggal seperti biasa. Kau fans kami ya? Wow, hebat juga ya. pagi-pagi begini rela datang kesini untuk berjumpa dengan kami. Tapi maaf kami
masih ingin tidur. Nanti siang saja ya.”


Wanita itu kelihatan seperti menahan rasa kesal. Dia menggepal tangannya.


‘Kalau misalnya bukan karna kerjaan itu. Aku tidak akan mau meladeni artis yang sombong seperti dia.’batin wanita itu.


“Mian ya.. tapi aku bukan fans mu. Aku teman adik Jaejoong. Bisa aku bertemu Jaejoong?”tanya wanita itu.


‘Hah? Masa dia tidak tahu kalau aku Jaejoong? Bukankah 1 Korea sudah mengenalku.’pikir Jaejoong.


“Kau tidak tahu apa-apa ya tentang DBSK ya?”tanya Jaejoong. Wanita itu menggeleng.


“Aku Jaejoong. Silahkan masuk. Kita bicarakan didalam saja.”Jaejoong pun membuka pintu agak lebar supaya wanita itu bisa masuk.


“Tunggu di sini ya. Aku panggil yang lain dulu.”Jaejoong pun mengetuk kamar Yunho,Yoochun,Junsu,Changmin secara bergantian agar mereka keluar dan berkumpul untuk bertemu wanita itu. Changmin
masih menguap, Yoochun mengosok-gosok matanya yang masih mengantuk dan Junsu
merapikan rambutnya yang berantakan dengan tangannya. Tak lama mereka sudah
berkumpul diruang tamu. Jaejoong memulai pembicaraan.


“Jadi begini, minggu yang lalu kan asisten kita berhenti bekerja karna tidak sanggup untuk menjaga kita selama show. Adik ku sudah mencarikan asisten, ini dia.”Jaejoong menunjuk kearah wanita itu.
Wanita itu pun menundukan kepalanya karna sudah menjadi pusat perhatian
sekarang.


“Namamu siapa?”tanya Yoochun.


“Eun Kyung imnida…”jawab wanita itu.


“Yang benar wanita seperti mu dapat melindungi kami dari fans-fans selama show. Aku tidak yakin.”Junsu berpendapat.


“Aku sudah sampai sabuk hitam dalam taekwondo.”Eun Kyung menjawab sedikit kesal.


“Wowwww….”Changmin agak kaget sekaligus kagum.


“Apa buktinya?”tanya Yunho.


“Kalian mau bukti apa? Ayuk aku ajak ke tempat taekwondo tak jauh dari sini.”


“Aku mau…..”Changmin kelihatan bersemangat.


“Jangan aneh-aneh kau. Kalau disana ada fans kami bagaimana? Dan melihat kami disana, bisa-boisa mereka berfikir macam-macam.”Jaejoong kelihatan tidak setuju.


“Ya sudah. Terserah kalian. Apa kalian punya teman yang bisa bela diri?”tanya Eun Kyung.


“Yoochun, bukankah adik sepupumu sudah hampir menjadi guru di tempat les taekwondo?”Junsu bertanya. Yoochun mengangguk.


“Nah,adik sepupumu saja yang menjadi lawan Eun Kyung.”sambung Junsu.


“Ya sudah. Tunggu, aku hubungi dia.”Yoochun pun menelphone adik sepupuhnya.


“Bagaimana?”tanya Changmin penasaran.


“Dia sudah mau jalan kesini. Kira-kira setengah jam lagi sampai. Kita tunggu saja.”Yoochun menjelaskan.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Gomawo buat yang udah mau baca. Jangan lupa comment ya :D

- JoonEunBum - Part.8

Annyeong :)
Maaf ya agak lama nunggu nya :)
Hehehehe. Baru selesai ujian nih #sowhat :p
Langsung aja ya.



Seorang pemuda tampan mengenakan kemeja putih berada di café teamoi. Duduk seperti sedang menunggu seseorang. Tak lama seorang remaja cantik menghamirinya.
“Dr.Hyun Joong?”tanya gadis itu.
“Benar. Kim Min Ji?”tanya Hyun Joong balik. Min Ji mengganguk pelan.
“Ada yang bisa saya bantu Min Ji?”tanya Hyun Joong pelan.
“Masalah…… apa tidak ada jalan lain? Selain kemoterapi? Tidak ada lagi dok?”tanya Min Ji dengan air muka sedih.
“Selain kemoterapi kanker ini dapat disembuhkan dengan cara donor hati. Tapi disaat seperti ini jarang yang mau memberikan hatinya untuk di donorkan. Sedikit sekali kemungkinan pendonor hati itu.”Dr.Hyun Joong menerangkan. Min Ji menghela nafas panjang, kemudian berkata.
“Apa efek samping dari kemoterapi?”
“Rasa sakit yang tak bisa di ceritakan. Lama kelamaan rambutmu juga akan rontok.”
Min Ji hanya bisa terdiam dan tak kuasa menahan air matanya.
“Besok kita bicarakan lagi. Mari saya antarkan kamu pulang.”Dr.Hyun Joong mencoba menghentikan isakan tangisan Min Ji. Min Ji pun segera diantar pulang kerumahnya oleh Hyun Joong.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Min Ho? Kau kenapa?”tanya Min Jung panic.
“Hoh? Tidak. Aku tidak apa-apa. Cuman sedikit tersedak.”Min Ho menyembunyikan ekspresi kagetnya.

“Hai Unnie…”Sapa Min Jung pada wanita yang sekarang sudah berada disampingnya.
“Hai Dongsae.. Kau sedang apa disini?”tanya wanita itu.
“Sedang menemani teman. Oh ya unnie. Perkenalkan ini Min Ho, teman SMA aku dulu.”Min Jung memperkenalkan wanita itu pada Min Ho.

“Kau !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”sontak wanita itu kaget dan kelihatan marah.
“Hallo..”sapa Min Ho sok cool. Memasang muka polos seakan tak tahu apa-apa. Tiba-tiba wanita itu pergi. Min Jung yang tidak tahu apa-apa hanya binggung melihat unnie nya pergi begitu saja.
“Hey!! Kalian nampaknya sudah saling kenal ya?”tanya Min Jung binggung.
“Heh? Hmmm… coba ku inggat. Nampaknya belum. Kau tau sendiri kalau banyak yang suka dengan ku. Hahahahaha.”Min Ho masih bercanda.
“Aku serius..”Min Jung kelihatan sebal dengan jawaban Min Ho yang ngasal.
“Baiklah.. Jadi wanita tadi itu kakak mu?”tanya Min Ho.
“Kakak sepupuh.”
“Sebelumnya kami sempat bertemu. Ada beberapa kejadian yang membuat dia agak kesal dengan ku.”Min Ho mengecilkan suaranya.
“Hah? Apa?”tanya Min Jung.
“Awal aku bertemu dengannya. Aku merusak laptopnya, HP kami sempat tertukar dan aku merusak gaunnya.”Min Ho kelihatan kasian.
“Apaaa?????????? Hahahahahahahaha……..”Min Jung tertawa terbahak-bahak.
“Heh? Kenapa kau tertawa?”Min Ho kelihatan binggung.
“Aku tidak menyangka. Dunia ternyata begitu sempit. Hahahaha. Jadi kau sih Pria menyebalkan itu? Ahahah…”Min Jung masih tetap tertawa.
“Heh? Maksudmu pria yang menyebalkan?”Min Ho sangat binggung.
“Iya. Itu julukan unnie kepada mu. Aku sempat kasian sama unnie. Aku juga sempat mengutukmu. Hahahaa.”
“Mengutuk ku? Memangnya aku salah apa?”
“Jadi begini ya Lee Min Ho. Unnie ku itu seorang penulis. Waktu itu dia sedang ada masalah dengan penerbit novelnya. Dan dia dikasih waktu untuk memperbaiki novelnya dalam waktu 1 minggu. Novel itu akan segera selesai, tetapi kau merusak laptopnya dan kertas-kertas penting itu. Serta tidak menyampaikan pesan penting kepada unnie ku. Jelas saja dia seperti itu. Oh ya satu lagi tentang gaun itu, gaun itu sangat berarti buatnya. Karena yang memberikan adalah mantan pacar pertamanya yang sudah meninggal.”Min Jung menjelaskan. Min Ho hanya bisa terdiam dan kaget mendengar Min Jung berbicara seperti itu.
“Sampaikan Maafku padanya ya.”Min Ho berkata sangat menyesal.
“Sudahlah. Lagi pula unnie ku itu tidak gampang putus asa. Cuman saja akibat novel yang gagal dia selesaikan itu agak menghambat sedikit.”
“Meng…hamm..bat?”kata Min Ho terbata-bata.
“Iya. Penerbitan novel ke 4 nya tidak berjalan mulus. Tapi tenang saja seperti tadi ku bilang. Bahwa unnie ku tidak mudah putus asa.”
“Tapi…… karena aku unnie mu terkena masalah.”Min Ho nampak sangat menyesal.
“Sudahlah. Kau jangan murung seperti itu. Maafkan unnie juga ya kalau ada salah denganmu.”
“Unniemu tak punya salah padaku.”Min Ho tertunduk.
“Hey, mana Min Ho yang ku kenal? Yang ceria,cuek, hah? sudahlah. Cepat habiskan makananmu, baru setelah itu kita pergi berjalan-jalan. Cepat.”Min Jung mencoba membuat suasana kembali tenang.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Kim Bum sekarang berada di ruangan kerjanya di rumah. Kim Bum berjalan menuju kotak agak besar di sudut ruangan kerjanya. Perlahan-lahan Kim Bum membuka kotak tersebut. Setelah terbuka lebar barulah nampak isinya yaitu saxophone yang kecil berwarna emas. Kim Bum mengeluarkan saxophone dari tempatnya. Ingatannya menerawang kejadian 15 tahun yang lalu. Disaat hari itu genap usiannya 8 tahun.

Taman sebuah rumah megah sudah terlihat cantik menandakan seseorang sedang berulang tahun. “Happy birthday Kim Bum… Happy birthday Kim Bum… Happy birthday… Happy birthday.. Happy birthday Kim Bum…..”terdengar tepuk tangan yang meriah. Yah,dikala itu tidak ada yang tak kenal dengan Kim Bum. Anak pengusaha kaya raya yang sudah di kenal seantero dunia. Dengan angkuh Kim Bum meniup lilin itu. Terdengar tepuk tangan dari teman-temannya dan beberapa krabat orang tuanya. Kini saatnya Kim Bum membuka hadiah dari kedua orang tuanya. Kim Bum pun begitu bersemangat membuka hadiah itu. Kelihatan cukup besar, ketika Kim Bum membuka kotak itu dia sangat bersemangat. Di perlihatkannya saxophone berwarna emas itu kepada orang-orang dengan bangga Kim Bum memainkan saxophone dengan lagu yang menurutnya paling mudah “First Love” karena sebelumnya Kim Bum les saxophone, dengan mahir dia memainkan alat music itu.
Dari sudut ruangan seorang anak perempuan memperhatikan Kim Bum dan terpesona. Sampai akir lagu selesai dimainkan Kim Bum, anak perempuan itu kelihatan sangat terpesona dengan permainan Kim Bum. Setelah lagu First Love itu habis terdengar tepuk tangan dari semua tamu yang hadir. Kim Bum pun tersenyum puas. Sesudah itu semua tamu pun pulang ke rumah masing-masing. Kim Bum yang masih ada di sudut taman memainkan kembali saxophone nya. Tak lama Min Ji adiknya datang, memperhatikan Kim Bum dan memberikan tepuk tangan.
“Oppa. Ayuk kita main di luar. Malas sekali aku disini. Banyak orang yang membersihkan taman ini. Tidak asik jika kita bermain disini.”Min Ji mengajak Kim Bum. Kim Bum pun mengganguk setuju.
“Baiklah. Tapi aku ingin bermain saxophone ini.”
“Oke oppa. Bagaimana jika kita ketaman yang tak jauh dari rumah saja? Aku sungguh bosan oppa.”tangan Kim Bum pun ditarik oleh Min Ji. Tak lama mereka sampai ditaman. Kim Bum yang duduk dikursi taman memulai memainkan saxophone miliknya. Min Ji yang sibuk bermain entah kemana. Sadar Kim Bum, Min Ji tak ada di taman segera dicarinya Min Ji. Sambil menenteng saxophone nya Kim Bum mengitari jalan sepi tak jauh dari rumahnya. Kim Bum kelelahan akirnya duduk di samping rumah orang.
Tiba-tiba seorang anak perempuan tadi menghampirinya.
“Hay..”sapa anak perempuan itu.
“Heh?” Kim Bum mulai menjauh seakan tidak ingin dekat dengan anak itu.
“Permainan saxophone mu bagus sekali.” Kata anak perempuan itu sambil memegang saxophone milik Kim Bum.
“EH!!!! JANGAN SENTUH SAXSOPHONE MILIK KU!!!”Kim Bum kelihatan kesal dan mendorong anak perempuan itu. Anak perempuan itu pun terjatuh.
---------CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTT!!!! DUAR!!!!!!-------
Mobil pick up menabrak anak perempuan yang terjatuh akibat Kim Bum mendorongnya.
Anak perempuan itu sekilas tak sadarkan diri. Kim Bum kelihatan binggung ingin berbuat apa. Akirnya Kim Bum meninggalkan anak perempuan itu. Mencoba mencari bantuan.

“Oppa…. Kau melamun ya?”Min Ji menyadarkan Kim Bum dari lamunannya.
“Hmmm? Tidak. Kau dari mana?”tanya Kim Bum.
“Mmmm… aku dari rumah teman. Oppa sudah makan?”tanya Min Ji mengalihan pembiacaran. Kim Bum menggeleng.
“Baiklah. Tunggu di meja makan ya. aku akan membuatkan makanan buat oppa.”Min Ji pun keluar dan segera menuju dapur.
Kim Bum pun meletakan saxophone tadi kedalam tempatnya. Dan segera menuggu Min Ji dimeja makan. Tak lama Min Ji mebawakan semangguk sop serta ikan salmon.
“Oppa. Ayuk dimakan.”Min Ji memecahkan lamunan Kim Bum.
“Mmmm. Iya.”Kim Bum pun mengambil nasi dan segera memulai untuk makan.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Kim Joon, mengapa akir-akir ini kabar mengenaimu kurang enak didengar?”tanya managernya.
“Kabar? Kabar apa?”Kim Joon seolah tak mengerti.
“Mengenai pacarmu So Eun. Apakah kau sudah putus dengannya? Lalu kenapa kau sekarang malah dekat dengan Yi Jun? Banyak sekali fans yang bertanya ini kepada ku.”
“Apakah pertanyaan tidak penting ini harus ku jawab?”tanya Kim Joon kelihatan tidak peduli.
“Iya. Kau harus menjelaskannya padaku. Jika tidak, aku tak bisa menjawab pertanyaan media mengenai hubungan mu dengan So Eun atau pun Yi Jun.”manager Kim Joon kelihatan mulai kesal, melihat sikap Kim Joon yang masih santai dan tidak peduli.
“Baiklah kalau itu mau mu. Aku sudah putus dengan So Eun. Memang aku sekarang sedang dekat dengan Yi Jun. apakah sudah cukup jelas?”tanya Kim Joon agak kesal.
“Kenapa kau putus dengan So Eun?”tanya managernya ingin tau.
“Bukan urusanmu.”Kim Joon pun pergi meninggalkan managernya dengan muka kesal.
Kim Joon menggingat kejadian waktu awal dia mengenal So Eun.


“Hah? Yang benar Joon? Kau sudah menyatakan cinta padanya?”Yun Hwa teman Kim Joon kelihatan kaget.
“Belum. Tadi aku ingin langsung menyatakan cintaku. Tapi dia sudah keburu pergi. Jadi aku menitipkan surat pada temannya.”Kim Joon menjelaskan.
“Kau menyatakan cinta lewat surat? Ahhh, kampungan sekali cara mu. Tidak romantis.”
“Jelas tidak lah. Kau kira aku pria pengecut apa? Aku menuliskan surat supaya kita bisa bertemu di restaurant sansio. Dan disana aku bisa menyatakan cinta padanya.”Kim Joon memukul bahu Yun Hwa pelan.
“Oh.. seperti itu ya. aku baru mengerti. Ya sudah semoga berhasil ya. aku doakan. Jika kalian jadian, jangan lupa traktir aku. Aku mau pergi dulu, pacarku pasti sudah menunggu. Aja aja fighting!!”Yun Hwa pun meninggalkan Kim Joon.
“Hmmm.. Lebih baik sekarang aku mencari kado apa yang paling bagus untuk dia.”Kim Joon pun segera mengendarai motornya, tak lama dia sampai disebuah toko boneka. Dia pun mengambil boneka berbentuk anjing warna putih, diteliga boneka itu terdapat pita berwarna pink. Serta tangan boneka itu bertuliskan “Be My Sweet Darling” lalu segera di bayarnya boneka itu. Kim Joon pun segera mengendarai motornya ke restaurant sansio. 1 jam Kim Joon menunggu tidak ada yang datang. 2 jam menunggu tidak ada yang menghampirinya. 3 setengah jam kemudian Kim Joon segera bangkit dari tempat duduknya. Tak lama seorang gadis cantik datang menghampiri Kim Joon. Dan menunjukan surat kepada Kim Joon. Kim Joon sontak kembali duduk ketempatnya.
“Ini punya mu kan?”tanya gadis itu. Kim Joon mengangguk.
“Senang bertemu denganmu. Hmmm.. tadi surat ini ada tak jauh dari loker disekolahku, lebih tepatnya di tempat sampah. Kalau boleh tau ada apa ya kau ingin bertemu denganku?”
“Hmmmm. Sebenarnya aku ingin……....”belum sempat Kim Joon melanjutkan, pemicaraannya dipotong oleh gadis itu.
“Kau tau dari mana kalau aku suka boneka anjing warna putih? Waw…”gadis itu terkejut.
“Hemmm? Oh. Benarkah kau suka boneka ini. Ini buat mu.”Kim Joon menyodorkan boneka itu dan disambut oleh gadis itu.
“Sepertinya kau banyak tahu kesukaan ku ya. hehehehe. Tapi sebelumnya apakah kita pernah bertemu?”tanya gadis itu.
“Pernah beberapa kali. Mungkin kau lupa. Kau So Eun kan?”So Eun mengganguk.
“Nama mu siapa?”
“Kim Joon.”
“Boneka ini bagus sekali. Mmmm.. Be My Sweet Darling?”So Eun mengeja tulisan pada tangan boneka itu.
“Heh? Mmmm… itu, aku… aku.. maksudnya…….”Kim Joon binggung ingin berbicara apa.
“Kau mau aku jadi pacarmu ya? maksudnya begitu?”So Eun mulai binggung.
“Mmmm… Buk…..”
“Aku mau jadi pacarmu. Sebenarnya aku sudah mengenalmu dari dulu. Cuman aku tak punya keberanian untuk menyapamu. Dan setelah aku melihat surat itu ada di tempat sampah. Aku memutuskan untuk bertemu denganmu. Apalagi setelah kulihat jika surat itu ada tak jauh dari lokerku. Aku yakin pasti kau ingin bertemu denganku. Mmmmm, setelah itu kau tau boneka yang kusukai.”
“Hmmm.. tadi surat itu kau temukan dimana?”tanya Kim Joon.
“Tempat sampah. Kenapa?”tanya So Eun balik.
“Mmmm. Tidak… mmmm, untunglah kau sudah mendapatkan surat itu.”kelihat jelas kekecewaan diwajah Kim Joon.
“Jadi apakah benar surat yang tadi untuk ku?”tanya So Eun. Kim Joon mengganguk.
“Jadi?? Mulai sekarang……………….”So Eun menghentikan perkataannya.
“Kita pacaraan.”Kim Joon segera menyambung kata-kata itu.
Ya itulah awal mereka bertemu.

“Seandainya kau tau dari dulu So Eun. Bahwa semua salah paham. Bukan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya menggangap mu sebagai adik. Tidak lebih….”Kim Joon pun segera menuju mobilnya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Mobil Min Ho sekarang berada didepan rumah Min Jung. Setelah makan tadi Min Jung mendapat telephone dari client Min Jung. Akirnya Min Ho mengantar Min Jung pulang.
“Terima kasih, Min Jung.”Min Ho mengucapkan pelan.
“Buat apa?”tanya Min Jung binggung.
“Karna kau mau menemaniku jalan-jalan.”Min Ho kelihatan sedih.
“Oh itu. Sudahlah. Sama teman sendiri tidak perlu trima kasih segala. Hehehe. Oh ya, kejadian tadi sewaktu makan jangan diingat terus. Jangan sampai kau pusing dengan masalah ini. Oke. Hati-hati ya.”Min Jung pun segera turun dari mobil. Min Ho pun melambaikan tangannya dan segera meninggalkan Min Jung. Min Jung segera masuk ke dalam rumahnya.
“Annyeong Unnie(Hallo kakak)….”sapa Min Jung pada seorang wanita yang sedang sibuk dengan laptopnya.
“Hmmmm… ada yang mau unnie tanyakan kepadamu…”
“Apa?”
“Tadi itu benar temanmu?”
Min Jung mengangguk.
“Apa kau tau dia siapa? Dia itu yang sudah membuat…..”pembicaraan itu segera dipotong oleh Min Jung.
“Membuat novel unnie yang ke 4 batal kan? Laptop unnie rusak? Perjanjiaan batal akibat Hp tertukar? Gaun putih unnie kotor?”
“IYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”kelihatan jelas wanita itu agak marah.
“Trus ada apa?”tanya Min Jung balik.
“Oh pintar. Kau masih tanya ada apa? Dia sudah menghancurkan pekerjaanku. Dan kau bilang ada apa?”wanita itu kelihatan kesal dengan pembicaraan ini.
“Ya sudahlah. Unnie maafkan saja temanku itu. Dia tidak sengaja melakukan itu semua. Lagi pula saling memaafkan itu baik. Sudah ya, aku capek nih. Mau tidur. Bye bye.”Min Jung pun segera menuju kamarnya. Terlihat jelas kekesalan diwajah wanita itu. Dia pun hanya bisa melihat punggung Min Jung yang lama-laa hilang dibalik pintu.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Apa yang selanjutnya terjadi? Penasaran?????!!!!!
Saksikan part-part selanjutnya…
Gomawo :D
Jangan lupa commentnya :))
Biar semangat ngetiknya :D