Jumat, 02 April 2010

- JoonEunBum - Part.8

Annyeong :)
Maaf ya agak lama nunggu nya :)
Hehehehe. Baru selesai ujian nih #sowhat :p
Langsung aja ya.



Seorang pemuda tampan mengenakan kemeja putih berada di café teamoi. Duduk seperti sedang menunggu seseorang. Tak lama seorang remaja cantik menghamirinya.
“Dr.Hyun Joong?”tanya gadis itu.
“Benar. Kim Min Ji?”tanya Hyun Joong balik. Min Ji mengganguk pelan.
“Ada yang bisa saya bantu Min Ji?”tanya Hyun Joong pelan.
“Masalah…… apa tidak ada jalan lain? Selain kemoterapi? Tidak ada lagi dok?”tanya Min Ji dengan air muka sedih.
“Selain kemoterapi kanker ini dapat disembuhkan dengan cara donor hati. Tapi disaat seperti ini jarang yang mau memberikan hatinya untuk di donorkan. Sedikit sekali kemungkinan pendonor hati itu.”Dr.Hyun Joong menerangkan. Min Ji menghela nafas panjang, kemudian berkata.
“Apa efek samping dari kemoterapi?”
“Rasa sakit yang tak bisa di ceritakan. Lama kelamaan rambutmu juga akan rontok.”
Min Ji hanya bisa terdiam dan tak kuasa menahan air matanya.
“Besok kita bicarakan lagi. Mari saya antarkan kamu pulang.”Dr.Hyun Joong mencoba menghentikan isakan tangisan Min Ji. Min Ji pun segera diantar pulang kerumahnya oleh Hyun Joong.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Min Ho? Kau kenapa?”tanya Min Jung panic.
“Hoh? Tidak. Aku tidak apa-apa. Cuman sedikit tersedak.”Min Ho menyembunyikan ekspresi kagetnya.

“Hai Unnie…”Sapa Min Jung pada wanita yang sekarang sudah berada disampingnya.
“Hai Dongsae.. Kau sedang apa disini?”tanya wanita itu.
“Sedang menemani teman. Oh ya unnie. Perkenalkan ini Min Ho, teman SMA aku dulu.”Min Jung memperkenalkan wanita itu pada Min Ho.

“Kau !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”sontak wanita itu kaget dan kelihatan marah.
“Hallo..”sapa Min Ho sok cool. Memasang muka polos seakan tak tahu apa-apa. Tiba-tiba wanita itu pergi. Min Jung yang tidak tahu apa-apa hanya binggung melihat unnie nya pergi begitu saja.
“Hey!! Kalian nampaknya sudah saling kenal ya?”tanya Min Jung binggung.
“Heh? Hmmm… coba ku inggat. Nampaknya belum. Kau tau sendiri kalau banyak yang suka dengan ku. Hahahahaha.”Min Ho masih bercanda.
“Aku serius..”Min Jung kelihatan sebal dengan jawaban Min Ho yang ngasal.
“Baiklah.. Jadi wanita tadi itu kakak mu?”tanya Min Ho.
“Kakak sepupuh.”
“Sebelumnya kami sempat bertemu. Ada beberapa kejadian yang membuat dia agak kesal dengan ku.”Min Ho mengecilkan suaranya.
“Hah? Apa?”tanya Min Jung.
“Awal aku bertemu dengannya. Aku merusak laptopnya, HP kami sempat tertukar dan aku merusak gaunnya.”Min Ho kelihatan kasian.
“Apaaa?????????? Hahahahahahahaha……..”Min Jung tertawa terbahak-bahak.
“Heh? Kenapa kau tertawa?”Min Ho kelihatan binggung.
“Aku tidak menyangka. Dunia ternyata begitu sempit. Hahahaha. Jadi kau sih Pria menyebalkan itu? Ahahah…”Min Jung masih tetap tertawa.
“Heh? Maksudmu pria yang menyebalkan?”Min Ho sangat binggung.
“Iya. Itu julukan unnie kepada mu. Aku sempat kasian sama unnie. Aku juga sempat mengutukmu. Hahahaa.”
“Mengutuk ku? Memangnya aku salah apa?”
“Jadi begini ya Lee Min Ho. Unnie ku itu seorang penulis. Waktu itu dia sedang ada masalah dengan penerbit novelnya. Dan dia dikasih waktu untuk memperbaiki novelnya dalam waktu 1 minggu. Novel itu akan segera selesai, tetapi kau merusak laptopnya dan kertas-kertas penting itu. Serta tidak menyampaikan pesan penting kepada unnie ku. Jelas saja dia seperti itu. Oh ya satu lagi tentang gaun itu, gaun itu sangat berarti buatnya. Karena yang memberikan adalah mantan pacar pertamanya yang sudah meninggal.”Min Jung menjelaskan. Min Ho hanya bisa terdiam dan kaget mendengar Min Jung berbicara seperti itu.
“Sampaikan Maafku padanya ya.”Min Ho berkata sangat menyesal.
“Sudahlah. Lagi pula unnie ku itu tidak gampang putus asa. Cuman saja akibat novel yang gagal dia selesaikan itu agak menghambat sedikit.”
“Meng…hamm..bat?”kata Min Ho terbata-bata.
“Iya. Penerbitan novel ke 4 nya tidak berjalan mulus. Tapi tenang saja seperti tadi ku bilang. Bahwa unnie ku tidak mudah putus asa.”
“Tapi…… karena aku unnie mu terkena masalah.”Min Ho nampak sangat menyesal.
“Sudahlah. Kau jangan murung seperti itu. Maafkan unnie juga ya kalau ada salah denganmu.”
“Unniemu tak punya salah padaku.”Min Ho tertunduk.
“Hey, mana Min Ho yang ku kenal? Yang ceria,cuek, hah? sudahlah. Cepat habiskan makananmu, baru setelah itu kita pergi berjalan-jalan. Cepat.”Min Jung mencoba membuat suasana kembali tenang.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Kim Bum sekarang berada di ruangan kerjanya di rumah. Kim Bum berjalan menuju kotak agak besar di sudut ruangan kerjanya. Perlahan-lahan Kim Bum membuka kotak tersebut. Setelah terbuka lebar barulah nampak isinya yaitu saxophone yang kecil berwarna emas. Kim Bum mengeluarkan saxophone dari tempatnya. Ingatannya menerawang kejadian 15 tahun yang lalu. Disaat hari itu genap usiannya 8 tahun.

Taman sebuah rumah megah sudah terlihat cantik menandakan seseorang sedang berulang tahun. “Happy birthday Kim Bum… Happy birthday Kim Bum… Happy birthday… Happy birthday.. Happy birthday Kim Bum…..”terdengar tepuk tangan yang meriah. Yah,dikala itu tidak ada yang tak kenal dengan Kim Bum. Anak pengusaha kaya raya yang sudah di kenal seantero dunia. Dengan angkuh Kim Bum meniup lilin itu. Terdengar tepuk tangan dari teman-temannya dan beberapa krabat orang tuanya. Kini saatnya Kim Bum membuka hadiah dari kedua orang tuanya. Kim Bum pun begitu bersemangat membuka hadiah itu. Kelihatan cukup besar, ketika Kim Bum membuka kotak itu dia sangat bersemangat. Di perlihatkannya saxophone berwarna emas itu kepada orang-orang dengan bangga Kim Bum memainkan saxophone dengan lagu yang menurutnya paling mudah “First Love” karena sebelumnya Kim Bum les saxophone, dengan mahir dia memainkan alat music itu.
Dari sudut ruangan seorang anak perempuan memperhatikan Kim Bum dan terpesona. Sampai akir lagu selesai dimainkan Kim Bum, anak perempuan itu kelihatan sangat terpesona dengan permainan Kim Bum. Setelah lagu First Love itu habis terdengar tepuk tangan dari semua tamu yang hadir. Kim Bum pun tersenyum puas. Sesudah itu semua tamu pun pulang ke rumah masing-masing. Kim Bum yang masih ada di sudut taman memainkan kembali saxophone nya. Tak lama Min Ji adiknya datang, memperhatikan Kim Bum dan memberikan tepuk tangan.
“Oppa. Ayuk kita main di luar. Malas sekali aku disini. Banyak orang yang membersihkan taman ini. Tidak asik jika kita bermain disini.”Min Ji mengajak Kim Bum. Kim Bum pun mengganguk setuju.
“Baiklah. Tapi aku ingin bermain saxophone ini.”
“Oke oppa. Bagaimana jika kita ketaman yang tak jauh dari rumah saja? Aku sungguh bosan oppa.”tangan Kim Bum pun ditarik oleh Min Ji. Tak lama mereka sampai ditaman. Kim Bum yang duduk dikursi taman memulai memainkan saxophone miliknya. Min Ji yang sibuk bermain entah kemana. Sadar Kim Bum, Min Ji tak ada di taman segera dicarinya Min Ji. Sambil menenteng saxophone nya Kim Bum mengitari jalan sepi tak jauh dari rumahnya. Kim Bum kelelahan akirnya duduk di samping rumah orang.
Tiba-tiba seorang anak perempuan tadi menghampirinya.
“Hay..”sapa anak perempuan itu.
“Heh?” Kim Bum mulai menjauh seakan tidak ingin dekat dengan anak itu.
“Permainan saxophone mu bagus sekali.” Kata anak perempuan itu sambil memegang saxophone milik Kim Bum.
“EH!!!! JANGAN SENTUH SAXSOPHONE MILIK KU!!!”Kim Bum kelihatan kesal dan mendorong anak perempuan itu. Anak perempuan itu pun terjatuh.
---------CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTT!!!! DUAR!!!!!!-------
Mobil pick up menabrak anak perempuan yang terjatuh akibat Kim Bum mendorongnya.
Anak perempuan itu sekilas tak sadarkan diri. Kim Bum kelihatan binggung ingin berbuat apa. Akirnya Kim Bum meninggalkan anak perempuan itu. Mencoba mencari bantuan.

“Oppa…. Kau melamun ya?”Min Ji menyadarkan Kim Bum dari lamunannya.
“Hmmm? Tidak. Kau dari mana?”tanya Kim Bum.
“Mmmm… aku dari rumah teman. Oppa sudah makan?”tanya Min Ji mengalihan pembiacaran. Kim Bum menggeleng.
“Baiklah. Tunggu di meja makan ya. aku akan membuatkan makanan buat oppa.”Min Ji pun keluar dan segera menuju dapur.
Kim Bum pun meletakan saxophone tadi kedalam tempatnya. Dan segera menuggu Min Ji dimeja makan. Tak lama Min Ji mebawakan semangguk sop serta ikan salmon.
“Oppa. Ayuk dimakan.”Min Ji memecahkan lamunan Kim Bum.
“Mmmm. Iya.”Kim Bum pun mengambil nasi dan segera memulai untuk makan.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Kim Joon, mengapa akir-akir ini kabar mengenaimu kurang enak didengar?”tanya managernya.
“Kabar? Kabar apa?”Kim Joon seolah tak mengerti.
“Mengenai pacarmu So Eun. Apakah kau sudah putus dengannya? Lalu kenapa kau sekarang malah dekat dengan Yi Jun? Banyak sekali fans yang bertanya ini kepada ku.”
“Apakah pertanyaan tidak penting ini harus ku jawab?”tanya Kim Joon kelihatan tidak peduli.
“Iya. Kau harus menjelaskannya padaku. Jika tidak, aku tak bisa menjawab pertanyaan media mengenai hubungan mu dengan So Eun atau pun Yi Jun.”manager Kim Joon kelihatan mulai kesal, melihat sikap Kim Joon yang masih santai dan tidak peduli.
“Baiklah kalau itu mau mu. Aku sudah putus dengan So Eun. Memang aku sekarang sedang dekat dengan Yi Jun. apakah sudah cukup jelas?”tanya Kim Joon agak kesal.
“Kenapa kau putus dengan So Eun?”tanya managernya ingin tau.
“Bukan urusanmu.”Kim Joon pun pergi meninggalkan managernya dengan muka kesal.
Kim Joon menggingat kejadian waktu awal dia mengenal So Eun.


“Hah? Yang benar Joon? Kau sudah menyatakan cinta padanya?”Yun Hwa teman Kim Joon kelihatan kaget.
“Belum. Tadi aku ingin langsung menyatakan cintaku. Tapi dia sudah keburu pergi. Jadi aku menitipkan surat pada temannya.”Kim Joon menjelaskan.
“Kau menyatakan cinta lewat surat? Ahhh, kampungan sekali cara mu. Tidak romantis.”
“Jelas tidak lah. Kau kira aku pria pengecut apa? Aku menuliskan surat supaya kita bisa bertemu di restaurant sansio. Dan disana aku bisa menyatakan cinta padanya.”Kim Joon memukul bahu Yun Hwa pelan.
“Oh.. seperti itu ya. aku baru mengerti. Ya sudah semoga berhasil ya. aku doakan. Jika kalian jadian, jangan lupa traktir aku. Aku mau pergi dulu, pacarku pasti sudah menunggu. Aja aja fighting!!”Yun Hwa pun meninggalkan Kim Joon.
“Hmmm.. Lebih baik sekarang aku mencari kado apa yang paling bagus untuk dia.”Kim Joon pun segera mengendarai motornya, tak lama dia sampai disebuah toko boneka. Dia pun mengambil boneka berbentuk anjing warna putih, diteliga boneka itu terdapat pita berwarna pink. Serta tangan boneka itu bertuliskan “Be My Sweet Darling” lalu segera di bayarnya boneka itu. Kim Joon pun segera mengendarai motornya ke restaurant sansio. 1 jam Kim Joon menunggu tidak ada yang datang. 2 jam menunggu tidak ada yang menghampirinya. 3 setengah jam kemudian Kim Joon segera bangkit dari tempat duduknya. Tak lama seorang gadis cantik datang menghampiri Kim Joon. Dan menunjukan surat kepada Kim Joon. Kim Joon sontak kembali duduk ketempatnya.
“Ini punya mu kan?”tanya gadis itu. Kim Joon mengangguk.
“Senang bertemu denganmu. Hmmm.. tadi surat ini ada tak jauh dari loker disekolahku, lebih tepatnya di tempat sampah. Kalau boleh tau ada apa ya kau ingin bertemu denganku?”
“Hmmmm. Sebenarnya aku ingin……....”belum sempat Kim Joon melanjutkan, pemicaraannya dipotong oleh gadis itu.
“Kau tau dari mana kalau aku suka boneka anjing warna putih? Waw…”gadis itu terkejut.
“Hemmm? Oh. Benarkah kau suka boneka ini. Ini buat mu.”Kim Joon menyodorkan boneka itu dan disambut oleh gadis itu.
“Sepertinya kau banyak tahu kesukaan ku ya. hehehehe. Tapi sebelumnya apakah kita pernah bertemu?”tanya gadis itu.
“Pernah beberapa kali. Mungkin kau lupa. Kau So Eun kan?”So Eun mengganguk.
“Nama mu siapa?”
“Kim Joon.”
“Boneka ini bagus sekali. Mmmm.. Be My Sweet Darling?”So Eun mengeja tulisan pada tangan boneka itu.
“Heh? Mmmm… itu, aku… aku.. maksudnya…….”Kim Joon binggung ingin berbicara apa.
“Kau mau aku jadi pacarmu ya? maksudnya begitu?”So Eun mulai binggung.
“Mmmm… Buk…..”
“Aku mau jadi pacarmu. Sebenarnya aku sudah mengenalmu dari dulu. Cuman aku tak punya keberanian untuk menyapamu. Dan setelah aku melihat surat itu ada di tempat sampah. Aku memutuskan untuk bertemu denganmu. Apalagi setelah kulihat jika surat itu ada tak jauh dari lokerku. Aku yakin pasti kau ingin bertemu denganku. Mmmmm, setelah itu kau tau boneka yang kusukai.”
“Hmmm.. tadi surat itu kau temukan dimana?”tanya Kim Joon.
“Tempat sampah. Kenapa?”tanya So Eun balik.
“Mmmm. Tidak… mmmm, untunglah kau sudah mendapatkan surat itu.”kelihat jelas kekecewaan diwajah Kim Joon.
“Jadi apakah benar surat yang tadi untuk ku?”tanya So Eun. Kim Joon mengganguk.
“Jadi?? Mulai sekarang……………….”So Eun menghentikan perkataannya.
“Kita pacaraan.”Kim Joon segera menyambung kata-kata itu.
Ya itulah awal mereka bertemu.

“Seandainya kau tau dari dulu So Eun. Bahwa semua salah paham. Bukan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya menggangap mu sebagai adik. Tidak lebih….”Kim Joon pun segera menuju mobilnya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Mobil Min Ho sekarang berada didepan rumah Min Jung. Setelah makan tadi Min Jung mendapat telephone dari client Min Jung. Akirnya Min Ho mengantar Min Jung pulang.
“Terima kasih, Min Jung.”Min Ho mengucapkan pelan.
“Buat apa?”tanya Min Jung binggung.
“Karna kau mau menemaniku jalan-jalan.”Min Ho kelihatan sedih.
“Oh itu. Sudahlah. Sama teman sendiri tidak perlu trima kasih segala. Hehehe. Oh ya, kejadian tadi sewaktu makan jangan diingat terus. Jangan sampai kau pusing dengan masalah ini. Oke. Hati-hati ya.”Min Jung pun segera turun dari mobil. Min Ho pun melambaikan tangannya dan segera meninggalkan Min Jung. Min Jung segera masuk ke dalam rumahnya.
“Annyeong Unnie(Hallo kakak)….”sapa Min Jung pada seorang wanita yang sedang sibuk dengan laptopnya.
“Hmmmm… ada yang mau unnie tanyakan kepadamu…”
“Apa?”
“Tadi itu benar temanmu?”
Min Jung mengangguk.
“Apa kau tau dia siapa? Dia itu yang sudah membuat…..”pembicaraan itu segera dipotong oleh Min Jung.
“Membuat novel unnie yang ke 4 batal kan? Laptop unnie rusak? Perjanjiaan batal akibat Hp tertukar? Gaun putih unnie kotor?”
“IYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”kelihatan jelas wanita itu agak marah.
“Trus ada apa?”tanya Min Jung balik.
“Oh pintar. Kau masih tanya ada apa? Dia sudah menghancurkan pekerjaanku. Dan kau bilang ada apa?”wanita itu kelihatan kesal dengan pembicaraan ini.
“Ya sudahlah. Unnie maafkan saja temanku itu. Dia tidak sengaja melakukan itu semua. Lagi pula saling memaafkan itu baik. Sudah ya, aku capek nih. Mau tidur. Bye bye.”Min Jung pun segera menuju kamarnya. Terlihat jelas kekesalan diwajah wanita itu. Dia pun hanya bisa melihat punggung Min Jung yang lama-laa hilang dibalik pintu.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Apa yang selanjutnya terjadi? Penasaran?????!!!!!
Saksikan part-part selanjutnya…
Gomawo :D
Jangan lupa commentnya :))
Biar semangat ngetiknya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar