♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Tak lama adik sepupu Yoochun datang. Mereka pun mulai menonton pertandingan itu ditaman belakang. Adik sepupu Yoochun sudah hampir beberapa kali jatuh.
Changmin hanya bisa membuka mulutnya kagum.
Akirnya Yunho menyudahi pertandingan itu sebelum ada yang terluka.
“Jadi?”tanya Eun Kyung.
“Aku setuju kalau dia jadi asisten kita yang baru.”Changmin berkata dengan
semangat.
“Aku juga.”kata Junsu.
“Yah, boleh lah…”Yoochun setuju.
“Bagaimana denganmu Yunho?”Jaejoong berkata sambil menelan ludah. Jantungnya
berdegup kencang.
“Aku setuju.”Yunho tersenyum dengan manis.
“Senyum itu lagi.”Jaejoong tak sadar mengucapkan kata-kata itu secara pelan. Tapi
Eun Kyung bisa mendengarnya.
“Mwo? Barusan kamu bilang apa?”Eun Kyung bertanya pada Jaejoong.
“Aniyeo. Aku setuju. Mulai hari ini kamu menjadi asisten kami.”Jaejoong berkata
pelan.
“Wow. Gomawo…”Eun Kyung menunduk dan mengucapkan terima kasih.
“Sama-sama. Mohon bantuannya ya. Untuk menjaga kami disaat show.”Changmin
tersenyum senang.
“Nde… aku akan berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi gomawo…”Eun Kyung
berkata sambil tersenyum. Jaejoong mendekati Eun Kyung dan membisikkan sesuatu
padanya. Eun Kyung pun mengganguk dan mengikuti Jaejoong. Semua member pun
pergi menuju kamar masing-masing kecuali Changmin masih penasaran sedang apa
Jaejoong.
“Hey, sedang apa kamu?”tanya Yunho.
“Aniyeo hyung-nim. Aku mau menuju kamar. Permisi….”Changmin pun menuju kamarnya.
‘Mereka sedang berbicara apa ya? aku penasaran…’Yunho melihat Jaejoong dan Eun
Kyung sedang berbicara.
Jaejoong merasa ada yang melihat ke arahnya dan Eun Kyung dia mendongakkan
kepalanya kedalam. Yunho pun segera menuju ke kamarnya. Takut di lihat oleh
Jejoong dan Eun Kyung bahwa tadi dia sempat mengintip.
“Karna kamu sudah di terima disini. Jadi kamu harus menaati semua peraturan
yang ada disini.”Jaejoong mengatakan dengan nada agak tegas.
‘Ah, ternyata artis itu banyak maunya ya.’batin Eun Kyung kesal.
“Mwo?”
“Pertama. Kau tidak boleh mencampuri urusan kami. Tidak boleh membeberkan
rahasia kami di depan umum, tidak boleh berbicara tentang kehidupan kami kepada
para fans, setelah itu kau juga harus jadi asisten yang berkelas, berpakaian
rapi. Menjaga semua barang-barang kami baik di rumah, atau pun waktu show.
Menyiapkan makanan buat kami, tidak boleh menyentuh benda-benda pribadi kami
sembarangan. Jangan pernah masuk ke kamar kami, sebelum kami mengijinkan.
Araso?”tanya Jaejoong dengan suara agak keras.
“Arasoo!!!! Banyak sekali peraturannya.”Eun Kyung menjawab dengan suara kesal.
“Mwo? Kalau kau tidak suka ya tidak usah bekerja.”
“Aniyeo.. Araso…”Eun Kyung menjawab dengan pelan.
“Nanti biar manager kami yang membuatkan surat kontrak dengan kamu.”Jaejoong
menyambung.
“Surat kontrak apa? Memangnya aku artis apa? Pake kontrak segala.”mata Eun
Kyung mendelik.
“Kalau kau jadi artis aku rasa mungkin kau tidak memiliki fans. Bila
sewaktu-waktu peraturan tadi kau langgar. Kau akan dipenjara, atau di tuntut ganti
rugi.”
Eun Kyung agak kesal. “Do!!!!!!!!!!”sambil menunjuk ke arah muka Jaejoong.
“Mwo??”Jaejoong menjawab dengan suara agak galak.
‘Ah, beda sekali dia dengan adiknya. Kalau saja aku punya cukup biaya untuk
kuliah. Pasti tak akan begini…………’batin Eun Kyung.
“Tidak apa-apa….”Eun Kyung langsung mengurungkan niatnya untuk menjawab
Jaejoong.
“Araso???!!!!!”Jaejoong berkata lagi. Eun Kyung mengganguk.
“Tapi, aku juga masih harus kuliah…”Eun Kyung menjawab pelan.
“Aku tahu. Kau bisa kuliah sambil kerjakan. Kami membutuhkanmu hanya siang
sampai malam. Sesudah kau pulang kuliah. Kau kuliah pagi hari kan, dan pulang
siang hari?”tanya Jaejoong, Eun Kyung mengganguk.
Jaejoong pun meninggalkan Eun Kyung yang masih berdiri di taman. Diruang tamu
dia bertemu Yunho.
“Kalian tadi sedang berbicara apa?”tanya Yunho pada Jaejoong.
“Tentang pekerjaannya sekarang.”jawab Jaejoong singkat. Jantungnya kini sudah
berdebar-debar mendengar suara Yunho.
“Oh, aku ingin berbicara dengannya. Dimana dia?”tanya Yunho.
“Ditaman belakang.”Jaejoong pun segera masuk ke kamar. Dan Yunho menuju taman
belakang.
“Annyeong….”sapa Yunho pada Eun Kyung. Eun Kyung sontak kaget, karna baru saja
dia sedang melamun.
“Annyeong Oppa…”kata Eun Kyung ramah.
“Bagaimana perasaanmu disini? Nyaman kah?”tanya Yunho dengan senyum ramah.
‘Nyaman? What the!!! Jelas-jelas ada orang yang tidak tau diri seperti
Jaejoong, belum saja aku mulai bekerja sudah banyak sekali peraturannya. Kalau
bukan karna kuliahku. Aku tak mau bekerja disini, aku harus berbohong. Demi
kuliah…’Eun Kyung berkata dalam hati dan memaki Jaejoong.
“Nyaman sekali Oppa. Hehehe… Kalian ramah sekali ya… aku jadi makin nyaman
tinggal disini.”Eun Kyung memaksakan senyum kebohongan. Yunho tersenyum.
“Baguslah kalau kamu nyaman disini. Aku senang mendengarnya. Bagaimana
pemandangan disini?”tanya Yunho lagi.
“Iputa...”jawab Eun Kyung.
“Oh ya, umurmu berapa?”tanya Yunho.
“17 tahun..”
“Wow... masih muda ya. berarti kau masih kuliah donk?”tanya Yunho.
“Nde….”
“Kamu sekarang sudah berhenti kuliah? Apa masih kuliah?”
“Aku masih kuliah. Tadi masalah ini sudah kujelaskan pada Jaejoong.”Eun Kyung
memandang tumbuhan yang ada di taman.
“Masalah? Masalah kuliahmu?”tanya Yunho.. Eun Kyung hanya bisa mengganguk.
Pikirannya sekarang sedang kesal dengan Jaejoong.
“Jadi kau sekarang kuliah sambil kerja?”
“Pagi hari sampai siang aku sudah pulang. Sebelum aku pergi kuliah aku akan
menyiapkan makanan buat kalian. Siangnya sebelum waktu makan siang aku sudah
sampai dirumah. Jadi makan kalian tetap teratur.”Eun Kyung menjelaskan.
“Baiklah. Semoga kamu betah disini ya. Besok saja kau mulai bekerja. hari ini
santai sajalah dulu, mulai beradaptasi. Kamarmu disebelah kamar Jaejoong.”Yunho
memberitahu.
‘WHATTTTTT???????!!!!!!!!!!!!!!!!! WHAT THE FVCK!!!! DIA LAGI, OH MY GOSH…..’maki Eun Kyung dalam hati.
“Sini aku tunjukan dimana kamarmu…”Yunho pun masuk kedalam rumah diikuti Eun
Kyung.
“Hellloooooo……”tiba-tiba Changmin muncul dari kamarnya.
“Kalian sedang apa?”tanya Changmin lagi.
“Menunjukan kamar Eun Kyung.”jawab Yunho.
“Oh… Eun Kyung kamarnya disebelah kamar Jaejoong hyung kah?”tanya Changmin. Eun
Kyung diam.
“Iya, disamping kamar Jaejoong.”Yunho yang menjawab.
“Kenapa tidak disamping kamarku?”tanya Changmin.
“Disamping kamarmu kan ada Junsu. Mau kau kemanakan Junsu?”Yunho balik bertanya.
“Oh iya ya. hehehe. Aku lupa ada Junsu hyung. Semoga betah disini ya. aku ke
kamar dulu.”Changmin meninggalkan Yunho dan Eun Kyung.
“Eun Kyung, hari ini manager Kim akan datang. Dia akan mengurus gaji kamu. Dan
apa saja yang harus kamu lakukan selama bekerja disini.”Yunho menerangkan.
“Nde Oppa…”
“Istirahatlah. Hari ini kau tidak kuliah?”tanya Yunho. Eun Kyung menggeleng.
“Weyo?”tanya Yunho.
“Aku belum bisa melunasi uang kuliah semester ini. Jadi aku dilarang masuk
kuliah sebelum melunasi uang semester.”Eun Kyung menjelaskan.
“Oh begitu. Ya sudah besok saja kau mulai kuliah ya. sekarang tidak mungkin
sempat.”
“Nde Oppa. Gomapta.”Eun Kyung menunduk berterima kasih.
“For What?”tanya Yunho.
“Karna kalian sudah menerimaku…”
“Chongmaneyo..”Yunho pun meninggalkan Eun Kyung dan menuju studio di lantai 2.
“Hah…. aku sudah cukup lelah harus menjalani hidup ini. Andai saja Amma masih
hidup. Mungkin aku tak bersusah seperti ini… Aku gak akan mau bekerja
disini.”Eun Kyung segera merapikan barang-barangnya dan diletakan dilemari.
‘Hari yang baru… hidup yang baru dan pekerjaan yang baru. Aku harus semangat
menjalani hari-hari ku sekarang. Demi cita-cita Amma sebelum meninggal.’Eun
Kyung berkata dalam hati.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
~jangan lupa comment. yang mau ditag. comment ya :D~
gomawo :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar