Jumat, 02 April 2010

~ You’re not my love, but you are my destiny :) Chap 1 :D ~

Annyeong. aku lagi bikin FF nih. buat kalian yang suka sama YunJae bisa baca plus comment. Gomawo :D


“Jaejoong….”panggil Yunho.


“Nde(Iya)?”Jaejoong kelihatan binggung.


“Hari ini kita jalan-jalan yuk.”Yunho mengajak. Jaejoong menggeleng.


“Wheyo(Kenapa)?”tanya Yunho.


“Aku lagi sedang ingin dirumah.”kata Jaejoong.


“Owww. Benar, kau tak mau jalan-jalan?”tanya Yunho kembali. Jaejoong mengangguk.


“Baiklah kalau seperti itu. Aku pergi dengan Junsu saja ya. kau tidak apa-apa?”tanya Yunho lagi. Tampak wajah tidak suka dimuka Jaejoong. Tapi dia kembali hanya mengangguk saja.


“Jaga dirimu ya…”Yunho pun keluar dari kamar Jaejoong. Jaejoong membuang nafas berat. Sebenarnya dia ingin sekali pergi dengan Yunho. Tapi keadaannya tidak memungkinkan. Dia mulai menyukai
Yunho, bukan suka sebagai teman. Melainkan antara wanita dengan lelaki. Karna
merasa dirinya mulai tidak normal, Jaejoong pun memutuskan untuk menjauh dari
Yunho. Walau agak sulit, matanya menatap frame fotonya dengan
Yunho,Changmin,Yoochun,dan Junsu. Sudah 3 tahun mereka tinggal satu rumah.
Karna mereka adalah boyband korea yang cukup dikenal di dunia. Jaejoong mulai
merasa dirinya tidak normal. Sebelumnya dia berpacaran dengan wanita. Tiba-tiba
saja lamunan Jaejoong buyar. Karna ada yang mengetok pintu kamarnya.


“Hyung-nim(Panggilan bahasa korea untuk kakak laki-laki oleh adik laki-laki)??”


“Ya??”Jaejoong menjawab dari dalam kamarnya. Kepala Changmin terlihat dari balik pintu kamar Jaejoong.


“Hyung-nim ayuk kita makan. kau belum makan kan?”tanya Changmin. Jaejoong menggeleng.


“Yunho dan Junsu sudah pergi?”tanya Jaejoong.


“Sudah dari tadi. Yunho hyung mau nyari kado. Tadinya dia mau ngajak aku. Tapi aku lagi kurang enak badan. Ayuk hyung kita makan.”Changmin mengajak Jaejoong. Jaejoong pun turun kebawah dengan
langkah gontai.


‘Kado? Kado buat siapa? Jangan-jangan Yunho sudah punya wanita yang ditaksir olehnya.’batin Jaejoong sedih.


“Hyung!!!”Changmin menyikut Jaejoong yang dari tadi melamun.


“Nde?? Wheyo?”tanya Jaejoong.


“Ini cepatlah makan. Jangan melamun terus.”Changmin menyodorkan piring kosong kepada Jaejoong. Mereka makan dalam kesunyian.


“Mana Yoochun?”tanya Jaejoong.


“Masih bermain gitar diatas. Kenapa hyung?”tanya Changmin.


“Dia tidak makan?”


“Katanya masih kenyang. Biarkan sajalah. Oh ya, Yunho hyung mau kasih kado ke siapa ya? aku benar-benar penasaran. Hehehe..”Changmin memasang wajah lugunya. Hati Jaejoong kini terasa panas. Dia hanya bisa menahan
perasaannya kini di dalam hatinya.


“Hyung!!!!!”Changmin memanggil dengan suara agak keras. Jaejoong agak kaget.


“Kenapa sih dari tadi Hyung melamun terus?”tanya Changmin.


“Tidak apa-apa. Aku sudah kenyang. Aku ke kamar dulu ya.”dengan perasaan kacau Jaejoong melangkah menuju kamarnya. Changmin kelihatan binggung dan kembali melanjutkan makannya.


Di kamar, Jaejoong memutuskan untuk mencoba tidur. Tapi matanya tidak dapat tertutup memikirkan Yunho. Dia pun melamun menatap langit-langit kamarnya.


‘Ya Tuhan, kenapa aku bisa mecintai Yunho?’batin Jaejoong.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥Lagu Hug mengalun. Menandakan HP Jaejoong berdering♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



“Yaobuseyo?”Jaejoong menyapa.


“HYUNG-NIMMMMM !!!!!!”terdengar teriakan adik Jaejoong.


“Dongsaeng…”Jaejoong pun tak kalah kagetnya.


“Apa kabar hyung? Bagaimana keadaanmu sekarang? Oh ya, katanya kalian lagi butuh asisten ya?”tanya adik Jaejoong.


“Baik. Bagaimana keadaanmu? Iya… kami lagi membutuhkan asisten yang bisa tinggal di sini.”Jaejoong menjawab pertanyaan adiknya.


“Keadaanku baik sekali hyung. Hyung, aku punya teman wanita. Dia jago bela diri. Cantik lagi, teman satu tempat kuliah denganku. Dia sekarang sedang mencari pekerjaan. Untuk membayar uang kuliahnya.
Tadinya aku ingin membayarkan uang kuliahnya. Tapi dia tidak mau, katanya ingin
mendapatkan uang dari hasil diri sendiri dan tidak mau membalas budi suatu hari
nanti. Hyung, maukah kamu membantuku?”tanya adik Jaejoong.


“Membantu apa?”


“Memperkerjakan temanku itu. Menjadi asisten kalian.”adik Jaejoong berkata pelan.


“Ya, aku bantu sebisa mungkin. Besok suruh dia datanglah kesini. Biar kami yang menilai. Pagi-pagi bisakah?”tanya Jaejoong.


“Iya hyung. Pasti bisa. Gamshahamnida Hyung-nim.”adik Jaejoong pun menutup sambungan teleponenya. Jaejoong pun mulai memejamkan matanya tak lama dia pun tertidur.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Hoammmm….”Jaejoong menutup mulutnya yang menguap. Dia pun segera keluar dari kamarnya menuju dapur. Dia pun menuangkan air mineral lalu meminumnya.


*Ting TongTingTong Ting TongTingTong Ting TongTingTong*


Bel rumah berbunyi. Jaejoong pun membuka pintu rumahnya.


“Annyeonghaseyo…”sapa seorang wanita.


“Annyeong… siapa ya?”tanya Jaejoong.


“Benar ini markas Dong Bang Shin Ki?”tanya wanita itu.


“Markas? Hahahaha. Kau kira kami polisi apa? Ini rumah tinggal seperti biasa. Kau fans kami ya? Wow, hebat juga ya. pagi-pagi begini rela datang kesini untuk berjumpa dengan kami. Tapi maaf kami
masih ingin tidur. Nanti siang saja ya.”


Wanita itu kelihatan seperti menahan rasa kesal. Dia menggepal tangannya.


‘Kalau misalnya bukan karna kerjaan itu. Aku tidak akan mau meladeni artis yang sombong seperti dia.’batin wanita itu.


“Mian ya.. tapi aku bukan fans mu. Aku teman adik Jaejoong. Bisa aku bertemu Jaejoong?”tanya wanita itu.


‘Hah? Masa dia tidak tahu kalau aku Jaejoong? Bukankah 1 Korea sudah mengenalku.’pikir Jaejoong.


“Kau tidak tahu apa-apa ya tentang DBSK ya?”tanya Jaejoong. Wanita itu menggeleng.


“Aku Jaejoong. Silahkan masuk. Kita bicarakan didalam saja.”Jaejoong pun membuka pintu agak lebar supaya wanita itu bisa masuk.


“Tunggu di sini ya. Aku panggil yang lain dulu.”Jaejoong pun mengetuk kamar Yunho,Yoochun,Junsu,Changmin secara bergantian agar mereka keluar dan berkumpul untuk bertemu wanita itu. Changmin
masih menguap, Yoochun mengosok-gosok matanya yang masih mengantuk dan Junsu
merapikan rambutnya yang berantakan dengan tangannya. Tak lama mereka sudah
berkumpul diruang tamu. Jaejoong memulai pembicaraan.


“Jadi begini, minggu yang lalu kan asisten kita berhenti bekerja karna tidak sanggup untuk menjaga kita selama show. Adik ku sudah mencarikan asisten, ini dia.”Jaejoong menunjuk kearah wanita itu.
Wanita itu pun menundukan kepalanya karna sudah menjadi pusat perhatian
sekarang.


“Namamu siapa?”tanya Yoochun.


“Eun Kyung imnida…”jawab wanita itu.


“Yang benar wanita seperti mu dapat melindungi kami dari fans-fans selama show. Aku tidak yakin.”Junsu berpendapat.


“Aku sudah sampai sabuk hitam dalam taekwondo.”Eun Kyung menjawab sedikit kesal.


“Wowwww….”Changmin agak kaget sekaligus kagum.


“Apa buktinya?”tanya Yunho.


“Kalian mau bukti apa? Ayuk aku ajak ke tempat taekwondo tak jauh dari sini.”


“Aku mau…..”Changmin kelihatan bersemangat.


“Jangan aneh-aneh kau. Kalau disana ada fans kami bagaimana? Dan melihat kami disana, bisa-boisa mereka berfikir macam-macam.”Jaejoong kelihatan tidak setuju.


“Ya sudah. Terserah kalian. Apa kalian punya teman yang bisa bela diri?”tanya Eun Kyung.


“Yoochun, bukankah adik sepupumu sudah hampir menjadi guru di tempat les taekwondo?”Junsu bertanya. Yoochun mengangguk.


“Nah,adik sepupumu saja yang menjadi lawan Eun Kyung.”sambung Junsu.


“Ya sudah. Tunggu, aku hubungi dia.”Yoochun pun menelphone adik sepupuhnya.


“Bagaimana?”tanya Changmin penasaran.


“Dia sudah mau jalan kesini. Kira-kira setengah jam lagi sampai. Kita tunggu saja.”Yoochun menjelaskan.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Gomawo buat yang udah mau baca. Jangan lupa comment ya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar