Annyonghaseyo chingu..
Mian yang udah nunggu -JoonEunBum Part.7-
saiia belum mulai ngetiknya. hehe :D
sebagai gantinya, saiia bikin cerita yang cuman 1 eps aja ya.
1 eps langsung selesai. ga ada synopsisnya.
Langsung aja ya :D Let's cekidot :>
“Salah siapa masukin So Eun ke asrama. Udah lah, nyantai aja mah.”So Eun langsung pergi menuju kamarnya. Dia membuka buku harian waktu SMP. Dia melihat fotonya dengan teman-teman SMP nya. So Eun menginggat kejadian selama SMP.
“Hai,bear…”ledek Sung Joon dan segerombolan teman- teman lelaki di sekolah So Eun.
“Kalian mau apa sih? Jangan berani-berani sama So Eun ya.”Sandra membela So Eun.
“Sudahlah Sandra. Tidak ada gunanya kau marah-marah dengannya. Kau sudah tau kan, bila mereka tak akan tinggal diam dengan kita.”Jun Ji Ay menenangkan Sandra.
“Apa sih yang mau dilakukan Sung Joon bodoh itu!!”Sandra kelihatan meremehkan Sung Joong.
“Apa maksudmu? Aku lelaki yang banyak di sukai wanita. Ingat jangan sekali-sekali mencari masalah dengan ku. Karena aku bisa membuat keluarga mu kehilangan pekerjaannya.”Sung Joon pergi meninggalkan mereka. Sandra hanya bisa memaki-maki dalam hati. So Eun kelihatan sedih. Setiap hari dia selalu di ejek oleh orang-orang banyak. Karena badan So Eun yang gendut. Dia sering dikatakan beruang kutub, atau semacamnya yang menghina So Eun. Sandra hanya bisa membatu So Eun di dalam sekolah. Dan mungkin bantuan Sandra tidak berpengaruh apa-apa buat So Eun.
Suatu Hari…
“So Eun, kenapa dari tadi kau senyum-senyum sendiri?”tanya Ji Ay penasaran.
“Tidak apa-apa.”So Eun tetap tersenyum.
“Wah. Sepertinya So Eun sedang jatuh cinta nih. Sama siapa? Ayuk ngaku..”Sandra mencolek pipi So Eun.
“Tidak. Kalian berbicara apa sih.”muka So Eun kelihatan merah.
“Hahaha. So Eun cepat ngaku pada ku. Siapa lelaki yang kau suka?”Sandra memaksa dan mengelitik So Eun di bantu Ji Ay.
“Baiklah aku mengaku.”akirnya Sandra menghentikan mengelitik So Eun dan kembali duduk tenang sambil mendengarkan So Eun yang baru memulai ceritanya.
“Sebenarnya aku suka dengan dia sudah sejak 1 tahun yang lalu. Namanya….”So Eun menghentikannya membuat Sandra dan Ji Ay tambah penasaran.
“Siapa?”kata mereka bersamaan.
“Hehehe. Kim Sang Bum.”So Eun menjawab dengan tersenyum.
“Huah. Kau memang pintar mencari pacar So Eun. Pilihan mu sangat tepat. Cepat kau nyatakan perasaan mu pada nya. Sebelum dia punya pacar.”Sandra menyuruh So Eun menyatakan perasaannya. Memang maksud So Eun, hari ini dia akan menyatakan perasaan kepada Kim Bum. Akirnya So Eun mencari Kim Bum dan di lihatnya Kim Bum sedang berjalan sambil membaca.
“Hai..”sapa So Eun.
“Hmm.”Kim Bum hanya berdeham.
“Boleh minta waktu sebentar?”tanya So Eun gugup. Kim Bum hanya menganguk.
“Kim…. Bu….m.. mau kah..kau..u.. men…jadi..i paca..r.. ku?”tanya So Eun terbata-bata. Sontak Kim Bum kaget dan buku yang dia pegang jatuh. Kim Bum memandang So Eun. So Eun kelihatan malu.
“Apa kau punya cukup nyali untuk menyatakan perasaan mu pada ku? Kau tak sadar kalau kau lebih mirip beruang dari pada manusia. Mana mungkin aku mau berpacaran dengan beruang seperti mu!!!!”Kim Bum menjawab ketus mengambil bukunya yang jatuh dan segera pergi meninggalkan So Eun yang menangis.
Semenjak hari itu So Eun tak mau pergi sekolah lagi. Akirnya Yoon Yoo Su mama So Eun. Mencarikan guru private atau So Eun mengalami home schooling. Selama Home Schooling So Eun mengikuti terapi menurunkan berat badannya. 1 tahun kemudian So Eun kelihatan kurus dan cantik. Banyak lelaki yang menaksirnya. Tapi tujuan So Eun mengikuti terapi penurunan berat badan hanya untuk membalaskan dendamnya pada Kim Sang Bum. Setelah So Eun kurus dia kembali masuk ke sekolah lamanya. Ternyata dia tidak mendapatkan Kim Sang Bum disana. Kim So Eun pun berubah menjadi gadis yang pembangkang,malas,tidak peduli dengan masa depannya,suka melawan, dan tidak mempunyai teman. Sandra dan Ji Ay tidak mau berteman dengan So Eun yang kasar. Akirnya So Eun dimasukan kedalam asrama putri. Tetapi guru-guru yang mengawasi So Eun sudah angkat tangan menghadapi So Eun. Akirnya mama So Eun mendapatkan panggilan terus dari asrama.
“So Eun!!!”Panggil Yoon Yoo mama So Eun menbuyarkan lamunan So Eun.
“Apa sih? Bikin kaget orang aja!”So Eun kesal dan segera megumpatkan buku hariannya.
“Mama sudah memutuskan. Bahwa besok kau bertunangan dengan anak teman mama.”
“Apaaaaa!!!! Tunangan!!!!”So Eun kesal.
“Terserah! Kalau kau tak bertunangan, kau boleh pergi dari rumah ini.”Yoon Yoo segera keluar dari kamar So Eun.
“What the!! Siapa juga yang mau tunangan?”So Eun segera mengambil kopernya, membereskan pakaiannya dan pergi meninggalkan rumahnya.
So Eun berhenti di sebuah hotel yang megah. Untuk beberapa hari kedepan dia memutuskan untuk menginap disini.
Pada saat dia ingin membayar kamar hotel, ternyata kartu ATM So Eun di block oleh Yoon Yoo mama So Eun. Akirnya So Eun keluar dari hotel dan berjalan mencari tempat tinggal. Namun dia tak mendapatkan tempat tinggal yang seperti di ingin kannya. Pilihan So Eun jatuh pada kamar sempit namun murah. So Eun segera mencari pekerjaan. Karena uangnya hanya cukup untuk 2 hari kedepan. Pada saat dia membeli makanan di restaurant kecil, dia melihat brosur.
“Di butuhkan pelayan wanita. Segera..”So Eun membacanya langsung tertarik mengikutinya.
So Eun pun segera melamar di tempat itu dan langsung di terima.
“Asikkkk… besok udah kerja deh..”So Eun melangkah pulang dengan senang.
=Ke Esokan Harinya=
Pagi hari hujan sudah membasahi seluruh kota Seoul. Tetapi So Eun tetap semangat untuk memulai bekerja.
“Selamat Pagi..”Sapa So Eun masuk ke dalam restaurant itu.
“Pagi. Hari ini kita di bantu So Eun yang akan bekerja di sini. Mari perkenalkan nama mu!”seorang wanita setengah baya yang cantik, pemilik restaurant tersebut berbicara dengan sangat lembut.
“Terima Kasih atas waktunya. Perkenalkan nama ku Kim So Eun. Kalian bisa memanggil ku So Eun. Mohon bantuannya. Terima kasih.”So Eun membungguk memberi salam. Mereka pun kembali kepada pekerjaan masing-masing, walaupun kecil restaurant ini sangat ramai. Pekerjanya juga tidak malas-malasan. So Eun merasa senang bisa bekerja di sini.
“Hai..”sapa seorang wanita cantik.
“Hai..”balas So Eun ramah.
“Kau So Eun ya? Perkenalkan nama ku Min Ji.”
“Hai Min Ji. Senang berkenalan dengan mu.”So Eun membunggukan badannya.
“Tunggu sebentar. Sepertinya aku pernah melihat mu beberapa hari yang lalu.”Min Ji kelihatan sedang menginggat.
“Hah? Yang benar? Kau melihat ku dimana?”tanya So Eun kelihatan kaget.
“Aku melihat mu turun dari mobil yang mewah. Kesalah satu pusat perbelanjaan di Seoul.”
“Oh. Panjang ceritanya. Nanti aku ceritakan sesudah pulang ya. Aku tak enak dengan pemilik restaurant ini.”
Mereka pun kembali dengan pekerjaan masing-masing.
Seorang lelaki datang terlambat karena hujan. So Eun memperhatikan wajah lelaki itu. Sepertinya dia mengenal lelaki itu. Setelah pulang kerja So Eun tak sabar menanyakan kepada Min Ji siapa lelaki itu.
“Min Ji. Bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu?”
“Boleh. Ada apa So Eun?”mereka sedang berjalan-jalan lalu berhenti di toko es cream.
“Lelaki yang tadi datang terlamabat itu? Yang hujan-hujanan. Kau tau siapa namanya?”So Eun berbicara dengan Min Ji sambil membuka bungkus es cream yang baru saja dia beli.
“Yang kau maksud Kim Sang Bum ya? Ya jelas aku kenal donk So Eun.”
Sontak Es Cream yand di pegang So Eun jatuh dan mengenai sepatunya.
“So Eun kau kenapa?”tanya Min Ji kaget yang melihat So Eun kelihatan sangat kaget dan menjatuhan es cream.
“Kim Saa…nngggg.. Bum?”So Eun hanya bisa menyebutkan nama itu dengan terbata-bata.
“Iya. Dia sudah hampir 1 tahun terakir bekerja disini. Sebenarnya dia bekerja paruh waktu dulu. Tapi karena ada masalah akirnya dia bekerja penuh.”Min Ji menerangkan.
“Masalah apa?”tanya So Eun yang masih kelihatan kaget.
“Biar ku ceritakan. Tetapi lebih baik kita cari tempat duduk dulu.”
Setelah menemukan posisi yang pas. Min Ji mulai menerangkan.
“Jadi seperti ini. Dia sudah 3 tahun terakir tinggal sendiri.”Min Ji menarik nafas,kemudian melanjutkan “Dulu,kakak ku sangat dekat dengan keluarganya. Kim Bum itu anaknya pendiam, cuek,sangat pemboros dan yang pasti dia sering menghambur-hamuburkan uang untuk alasan yang tak penting. Beberapa kali dia sudah di ingatkan tetap saja seperti itu. Akirnya mama Kim Bum mengusir dia. Dia bekerja disini setengah hari karena masih bersekolah. Cuman sekarang dia berhenti sekolah karena kekurangan biaya. Kasian ya dia. Padahal orang tua nya itu kaya sekali loh.”
So Eun termenung medengar serita Min Ji.
“So Eun, kau kenapa? Heh?”Min Ji melihat So Eun berlari-lari kembali menuju restaurant tempat mereka bekerja. Min Ji pun merasa ada masalah yang harus di selesaikan antara mereka.
“Heh…”So Eun berlari ngos-ngosan.
“Kim Sang Bum!!!”Teriak So Eun. Kim Bum pun menoleh.
“Tunggu!!!”So Eun segera belari kearah Kim Bum yang sudah keluar dari restaurant.
“Maaf? Siapa ya?”tanya Kim Bum agak aneh.
“Hhhh.. kau tak kenal aku? Aku Kim So Eun..”So Eun berkata sambil mengelap keringatnya.
“Kim So Eun? Maaf aku tak kenal degan mu.”Kim Bum memandang aneh ke arah So Eun.
“Kau tak kenal dengan ku? Kau benar-benar jahat!!”
“Aku memang tak menggenal mu.”Kim Bum pun pergi. Dia tak menyadari buku hariannya terjatuh. Kim So Eun memunggutnya dan memasukan kedalam tasnya.
Kim So Eun pun kembali menuju rumahnya. Dia melepas jaket yang dia pakai lalu duduk di kasur kamarnya.
Dia mulai membuka diary itu.
13 Maret
Hari ini tepat ulang tahun ku. Tapi mengapa ayah dan ibu tidak ada yang datang?
Aku tak punya siapa-siapa. Selalu begini. Buku harian ini tepat di berikan pada ku sehari sebelum nenek meninggal. Nenek berpesan kepada ku untuk mengisi tiap halaman buku harian ini. Tetapi selama ini aku tak mau menulis buku harian ini. Aku takut dikira banci karena menulis di buku harian. Tetapi karena hari ini aku butuh teman curhat, aku memutus kan untuk memulai menulis buku diary ini.
Welcome them…
So Eun membalik halamannya.
31 Maret
Selalu saja seperti ini. Hari ini aku selalu ditinggal mereka sendiri. Setiap hari begitu. Aku sudah lelah akan hal ini. Mereka tak pernah mempedulikan perasaan ku. Sakit hati ku. Kesepian ku.
Mereka selalu membuat ku seperti anak terbelakang. Tidak pernah memikirkan perasaan ku! I hate my parents!
10 Mei
Hari ini aku di usir dari rumah. Setelah memancing kemarahan mereka. Aku hanya ingin mereka memperhatikan ku. Aku selalu berbuat hal-hal aneh. Supaya mereka marah, dengan marah saja dengan ku. Aku sudah cukup senang. Karena mereka memperhatikan ku.
Walau aku tak tahu harus pergi kemana setelah ini.
11 Mei
Hari ini aku sudah mendapatkan pekerjaan. Senang rasanya makan dari hasil keringat sendiri. Walau hanya mie ramen yang bisa ku makan. Tapi aku tetap suka kok bagaimana ya kabar kedua orang tua ku? Aku sudah lelah. Aku tidur dulu ya
So Eun menitihkan air mata. Dia tak menyangka, bahwa selama ini ada orang yang mencari perhatian kedua orang tuanya. Tetapi dia menyianyiakan semua itu. Dia malah sering melawan orang tuanya.
So Eun membalik halaman buku harian tersebut.
17 Juni
Aku melihat seorang wanita yang tak berbeda dari yang lain. Ramah, friendly, dan tidak membeda-bedakan status ekonomi seseorang . banyak temannya. Setiap hari dia selalu saja tertawa. Melihat senyumannya, buat ku tersenyum bahagia. Aku merasakan jatuh cinta padanya. Tapi aku tak pernah mengetahui namanya. Aku bahagia melihat senyumannya.
So Eun cepat-cepat membuka halaman selajutnya. Dia tak sabar membuka halaman itu. Dia ingin tau siapa wanita yang di cintai Kim Sang Bum.
20 Juni
Senang rasanya mengetahui nama nya. Sebenarnya bukan nama asli dia sih. Aku tak berani menanyakannya langsung. Karena dia kelihatan tak menyimpan perasaan apa-apa pada ku. Dan dia anak orang kaya. Mana mungkin dia mau berpacaran dengan orang miskin seperti ku.
30 Juni
Apa? Dia menyatakan cinta pada ku? Aku awalnya sangat kaget. Karena dia menyukai ku, menyimpan perasaan yang sama dengan ku. Aku ingin menyatakan perasaan itu lebih dahulu. Tetapi, aku tak mungkin bisa. Karena keadaan status ekonomi ku yang sekarang. Aku tak mau dia terus berharap pada ku yang tak pasti. Maaf, aku harus meledek mu seperti itu aku tak bermaksud seperti itu.seandainya kau tau bahwa aku sangat menyukai mu. Bear… I Love You. Saranghae
Apa???!!!!!!!!!!!
Kim So Eun menjatuhkan buku harian itu. Dia kaget. Apa kah benar yang dia baca barusan. Dia langsung membalikan halaman itu. Halaman berikutnya kosong. Dia merasa tak percaya dengan apa yang barusan dia baca dan lihat.
“Apa???????????!!!!!!!!!!!!!! Bear? Cuman aku satu-satunya yang sering di panggil seperti itu. Dan tanggal yang dia tulis itu? Tepat pada saat aku menyatakan cinta ku padanya. Tetapi mengapa dia tak ingat nama ku?”
“Arghhhh.. bodohnya aku. Jelas-jelas dia malu menanyakan namaku.”So Eun tersenyum bahagia berharap besok dia bisa menemui Kim Bum. Dan pertemuannya menghasil kata BAHAGIA.
=====Keesokan Paginya====
“So Eun kau kemarin kenapa lari-lari?”tanya Min Ji penasaran.
“Tidak apa-apa. Aku hanya ada urusan mendadak. Oh ya, mana Kim Bum?”So Eun menengok melihat sekelilingnya.
“Oh iya. Aku lupa memberi tahu mu. Kemarin hari terakirnya bekerja disini. Dia sekarang sudah kembali kerumah orang tua nya. Sudah tidak berselisih paham seperti dulu. Oh iya, kemarin dia menelephone ku. Menanyakan apakah aku melihat buku diary nya. Takut tertinggal disini. Yah aku jawab saja tidak…”Min Ji mengambil lap hendak membersihkan meja.
“Apa? Kau tau dimana rumahnya?”tanya So Eun mendadak.
“Tidak. Kenapa?”
“Aku hanya bertanya.”So Eun merasa tidak bersemangat. Hari ini dia sudah benyak berbuat kesalahan sehingga di panggil menghadap wanita pemilik restaurant tersebut.
So Eun keluar restaurant dengan lemas. Hari ini dia di pecat. So Eun akirnya mengambil HP nya hendak menelephone mamanya.
“Hallo..”Sapa Yoon Yoo Sun mama So Eun.
“Mah..”So Eun mendesah lemah.
“Heh?”mama So Eun binggung.
“Mah ini So Eun. Mah, So Eun minta maaf. Mama mau kan maaf in So Eun?”terdengar suara desahan dari sebrang.
“So Eun. Kau mau pulang kan? Mama cuman minta 2 syarat dari mu. Pertama kau harus sekolah dan menjadi anak yang baik. Kedua kau harus bertunangan dengan lelaki yang mama jodohkan.”
So Eun menarik nafas panjang.
“Baiklah.”
“Kalau begitu kau boleh pulang sekarang. Mama tunggu.”mama So Eun menutup telephonenya.
So Eun segera membereskan pakaiannya dan menuju rumah.
Sesampainya So Eun dirumah mama nya menyambut hangat dengan Sandra dan Ji Ay. So Eun tertengun.
“Sandra? Ji ?”tanya So Eun kaget.
“So Eun…”peluk sahabat-sahabatnya.
“Kalian kenapa bisa disini?”tanya So Eun aneh.
“Sebenarnya ide supaya kamu itu bisa kembali seperti dulu, itu dari mereka.”jelas Yoon Yoo Sun mama So Eun.
“Ide? Ide apa maksudnya?”So Eun memandang mereka bergantian dan seolah di muka So Eun terdapat tanda tanya besar.
“Jadi begini. Sebenarnya mama tak mau menjodohkan mu dengan siapa-siapa. Mereka yang punya ide seperti itu. Mereka awalnya sudah tau kau ingin berubah hanya karena balas dendam dengan Kim Bum. Mereka membantu mama untuk membuat kau menyadari kesalahan mu dan berubah seperti dahulu. Mungkin bila dengan di jodohkan kau akan berubah. Dan mungkin kau akan memilih jalan kabur dan hidup sendiri. Kau tau Min Ji?”tanya Mama So Eun.
“Iya. Kenapa ma?”tanya So Eun mulai penasaran.
“Min Ji itu adik sepupuh Ji Ay yang sedang magang. Dan tak sengaja bertemu dengan mu. Makanya kami tidak cemas dengan kondisi kamu.”Mama So Eun melanjutkan.
“Tetapi kenapa tadi mama menyebutkan syarat itu? Harus mau bertunangan dengan lelaki yang mama pilihkan?”So Eun kelihatan sangat binggung.
“Oh itu. Itu ide Sandra. Biar supaya tidak bikin kamu curiga dan sangat merasa diharapkan kedatangannya.”Mama So Eun mencolek hidung So Eun.
“Hihihi. Jadi kedatangan aku tak di harapkan nih mah?”So Eun memonyongkan bibirnya.
“Bukan seperti itu. Sepertinya 4 hari di luar rumah sudah membuat anak mama bertambah manja ya. hahaha.”So Eun langsung memeluk mamanya.
“Oh iya, So Eun kami pamit dulu ya. besok kami jemput. Ingat jangan terlambat. Bye.. bye So Eun. Bye bye tante..”Sandra dan Ji Ay pamit pulang.
======Di Sekolah=====Jam Istirahat====
“So Eun. Buku apa tuh yang kau pegang? Mau lihat donk?”Sandra hendak menarik buku itu tetapi ditahan So Eun. Sehingga buku itu terjatuh ke tempat yang becek.
“Sandra!!!!”kesal So Eun. So Eun segara mengambil buku itu dan mengelap dengan bajunya.
“Maaf kan aku So Eun. Aku tak sengaja.”Sandra meminta maaf dengan tulus.
“Tidak apa-apa. Sudah, kita ke kelas yuk.”So Eun mengajak Sandra dan Ji Ay.
So Eun tak tahu bahwa dari tadi ada yang memperhatikan nya.
=====Sepulang Sekolah====
“So Eun, benar kau tak mau kami antar pulang?”tanya Sandra agak ragu.
“Tidak. Aku masih punya urusan yang harus ku selesai kan. Bye..”So Eun melambaikan tangannya, dia hendak ke restaurant ingin menitipkan buku harian yang di pegang nya sekarang. Di tengah jalan So Eun merasa di ikuti. Sampe saat So Eun membalikan badan………………………..
“Arrrrrrrrrrrrhhhh……”Jerit So Eun.
“Hey.. hey tenang. Ini aku Kim Sang Bum.”Kim Bum menutup mulut So Eun dengan tangannya.
Sesudah tenang, So Eun segera kembali dalam posisi bukan dalam dekapan Kim Bum.
“Itu? Itu bukan punya mu kan?”tunjuk Kim Bum ketangan So Eun yang memegang buku hariannya.
“Bukan. Nih. Ini punya mu. Kemarin ingin ku kembalikan. Aku senang membaca isinya. Tetapi kau begitu bodoh.”Kim So Eun memasang muka polosnya.
“Bodoh? Apa maksud mu?”Kim Bum tambah tak mengerti.
“Kenapa bukannya kau terima saja, waktu si bear menyatakan cinta pada mu? Bukankah itu bodoh namanya? Sampai dia berbuat hal aneh yang tak kau mengerti.”
“Bear? Mengapa kau tau dia? Apa hubungannya kau dengan dia?”Kim Bum tambah penasaran.
“Kalau kita berjodoh. Besok kita akan bertemu lagi. Dan saat itu kau akan tau kebenaran yang sesungguhnya.”So Eun berjalan pulang sambil tersenyum bahagia. Meninggalkan Kim Bum yang melonggok tak mengerti.
“Bodoh? Bahagia? Hal aneh yang tak kau mengerti? Berjodoh? Bertemu lagi? Kebenaran yang sesunguhnya? Aarrrgghhh… apa maksud wanita itu?”Kim Bum mulai memikir jawabannya. Tetapi dia tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
======Tepat pukul 7 pagi di sekolah=====
“Kim Bum…….”panggil Sandra.
“Apa?”Kim Bum kelihatan binggung.
“Kau mau tahu dimana bear mu kan?”terang Sandra.
“Bear? Maksudmu?”
“Cepat ikuti aku. Aku tau dia berada dimana?”Sandra menarik tangan Kim Bum. Lalu mereka berhenti di belakang sekolah.
“Hai..”sapa So Eun.
“Hai juga….”Kim Bum kelihatan binggung dengan dandanan So Eun seperti anak kecil. Di kucir dua. Lalu di kepang, pitanya berwarna warni. Tetapi dia sangat jelas meginggat dandanan siapa kah ini.
“Kau masih ingat dengan pita-pita rambut ini? Dan kata-kata kasar mu yang membuat anak perempuan yang memakai pita-pita rambut ini jadi dendam dengan mu. Berusaha membuat dia lebih dipandang sebagai seorang manusia dari pada bear.”kelihatan So Eun menitihkan air mata.
“Maaf kan aku.”Kim Bum mendekati So Eun.
“Bukan kata maaf yang ku butuhkan dari mu.”So Eun kelihatan agak kesal.
“Lalu?”tanya Kim Bum penasaran.
“Kata-kata yang terdapat di diary mu.”So Eun menerangkan.
“Yang mana?”Kim Bum sontak mengeluarkan buku harian dari tas nya.
“Kalimat terakir pada tanggal 30 Juni.”So Eun menerangkan. Kim Bum membaca sekilas dan menatap So Eun.
“Bisakah kau ulangin kalimat itu? Mendengarnya saja sudah buat ku bahagia. Walaupun mungkin perasaan mu tidak sama seperti dahulu.”So Eun meneteskan air mata.
“Perasaan ku dari dahulu sampai sekarang sama. Kalau aku tak suka dengan mu, buat apa aku mencari mu selama ini.”Kim Bum melanjutkan dengan tersenyum menatap So Eun.
“Hmmm? Maksud mu?”So Eun melanjutkan.
“Semenjak kau pergi dari sekolah, aku selalu mencari mu. Aku ingin bertanya kepada teman-teman mu. Cuman aku segan. Aku hanya bisa menunggu sepulang sekolah. Tetapi aku tak mendapatkan hasil apa-apa. Aku menyukai mu bukan karena kau anak orang kaya. Aku menyukai sifat mu yang ramah, friendly, dan mudah bergaul dengan siapa saja. sekarang aku berkata seperti ini bukan karena tubuhmu yang langsing. Aku mencintai apa ada nya diri mu. Sebelum kau menyatakan cinta mu pada ku. Aku sudah mencintai mu.”Kim Bum berhenti menjelaskan lalu menatap So Eun. So Eun berlari mengejar Kim Bum dan memeluknya. Sesaat mereka berciuman di tengah mata hari terbit. Kim Bum melepaskan pelukan So Eun dan melanjutkan. Membisikan di telinga So Eun.
“Bear.. I Love You… Saranghae…”Kim Bum kembali mencium kening So Eun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar