Kamis, 03 Desember 2009

- JoonEunBum - Part.4

Annyeonghaseyo...
Kali ini agak panjang..
Plusplus ada tokoh tambahan..
Tengterengtereng~~*

Lee Min Ho : Manager and Sahabat Kim Bum~~


“Min Ho..”Kim Bum kaget.
“Tumben kau kesini? Ada apa?”tanya Kim Bum.
“Oh begitu ya. Jadi kau tak suka kalau aku kesini. Baiklah kalau begitu. Aku pulang.”kata Lee Min Ho senyum.
“Tidak.. Tidak.. Bukan seperti itu maksud ku. Bukannya kau minggu kemarin kau masih di Jerman?”tanya Kim Bum lagi.
“Dua hari yang lalu aku kembali ke Seoul. Pekerjaan ku di Jerman sudah selesai. Hai Min Ji.”sapa Min Ho.
“Haii juga oppa. Oppa aku ke kamar dulu ya.”Min Ji pun meninggalkan Min Ho dan Kim Bum.
“Baik Min Ji.”Min Ho berkata santai.
“Min Ho, bagaimana?”tanya Kim Bum.
“Bagaimana apanya?”Min Ho balik bertanya.
“Orang yang kau cari sampai ke Jerman itu.”Kim Bum berkata kesal.
“Oh. Belum. Aku tak menemukan dia disana. Seandainya, waktu bisa ku putar. Mungkin aku bisa bersama dengannya sekarang.”Min Ho menghela nafas berat.
“Sabarlah Min Ho. Oh iya, bagaimana dengan artis yang akan ku potret itu?”Kim Bum mengalihkan pembicaraan, karna dilihatnya air muka Min Ho berubah.
“Mereka sudah aku hubungi. Mungkin lusa kalian bisa mulai bekerja.”Min Ho menuju ke dapur.
Min Ho merupakan manager Kim Bum, sebenarnya Min Ho dulu hanya sahabat Kim Bum. Tapi sekarang Min Ho menjadi manager Kim Bum. Yang mengatur semua aktifitas Kim bum. Min Ho pergi ke Jerman untuk mencari seseorang yang tak pernah ia ketahui identitasnya.
“Oppa, aku pergi dulu ya.”Kata Min Ji berpamitan dengan Kim Bum.
“Kamu mau kemana?”
“Aku mau jalan-jalan. Bye2 oppa. Bye2 oppa Min Ho.”Min Ji pun segera menyupir menuju pantai tempat ayahnya dikremasi.

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

Setibanya Min Ji disana ternyata banyak orang.
“Ternyata baru ada yang meninggal.”Min Ji bergumam tak jelas.
Min Ji pun memutuskan untuk menunggu di restorant dekat pantai. Baru saja dia menggu antrian makanan, tiba-tiba ada yang menabraknya.
“Arggghhhhhhhhhhhh.. Bajuku ketumpahan saous kimchi. Aduh..”keluhnya.
“Maaf, aku tak sengaja.”Donghae meminta maaf.
“Sudahlah, tak apa.”Min Ji memandang wajah Donghae sekilas.
“Sekali lagi maaf. Aku benar-benar tidak tau.”
“Sudah ku katakan tidak apa-apa.”Min Ji pun duduk di bangku yang kosong, karena mereka menghalangi antrian pengunjung restaurant tersebut.
“Benar tidak apa-apa?”tanya Donghae tak yakin. Min Ji mengangguk.
“Oh iya, kalau boleh tau nama kamu siapa?”tanya Donghae kembali.
“Kim Min Ji.”kata Min Ji yang masih mengelap bajunya yang ketumpahan saous kimchi.
“Lee Donghae.”Donghae memperkenalkan diri.
“Aku tidak menanyakan nama mu.”Min Ji menahan senyumnya.
“Kalau begitu… aku… ah, malu sekali aku.”Donghae melanjutkan, wajahnya bersemu merah.
“Aku hanya bercanda.”Min Ji tersenyum manis.
“Kau cantik juga ya bila tersenyum.”Donghae tak sadar mengucapkan kata-kata itu.
“Apa?”tanya Min Ji agak kaget.
“Oh bukan apa-apa, kau cantik seperti adik ku.”Donghae tersenyum lagi.
“Ohww.. Oh ya, buat apa kau kepantai ini? Mau berlibur ya? Pantai ini kan tempat menebar abu mayat yang sudah di kremasi.”Min Ji bertanya.
“Oh itu, bukan. Masa aku mau berlibur dipantai ini. Orang tua ku baru saja selesai dikremasi, dan abunya kami tebar disini.”Donghae merasa sedih.
“Maaf, aku tak tahu. Aku ikut berduka cita ya.”Min Ji pun menyesali pertanyaannya barusan.
“Kau sendiri? Buat apa kesini? Mau jualan ya?”Donghae kembali tersenyum.
“Bukan, sama seperti kau.”sekarang Min Ji yang sedih.
“Siapa yang meninggal dan kapan? Sebelumnya aku turut berduka.”
“Ayah ku. Kira-kira setahun yang lalu, sudah cukup lama.”Min Ji menatap Donghae.
“Oh.. Kau… kau.. kesini sendiri?”Donghae menanyakannya terbata-bata, salah tingkah dilihat Min Ji.
“Iya.”
“Maukah kau pergi mencari makan bersama ku. Sekalian menebus rasa bersalah atas bajumu yang kotor.”Donghae tersenyum.
“Hah? Mau kau kemanakan mobil ku.”tanya Min Ji sambil tersenyum.
“Ya sudah gampang. Kita naik mobil mu saja, nanti mobilku biar dibawa pulang sama adik ku.”Donghae menerangkan.
“Apa buktinya kau bisa ku percaya? Sekarang banyak sekali penipuan. Jangan-jangan kau mau berbuat jahat pada ku.”kata Min Ji dengan melotot.
“Ini.. ambil saja surat tanda pengenalku. Atau kartu nama ku, jika nomor ini tak bisa dihubungi, kau tinggal melaporkan kepada polisi melalui kartu identitas ku ini bisa menjadi bukti yang kuat.”Donghae menerangkan semuanya secara detail.
“Baiklah kalau begitu.”Min Ji pun menggambil kartu identitas Donghae.
“Ready? Ok let’s go.”Donghae pun segera masuk ke mobil Min Ji dan mengendarainya.
“Kita mau kemana?”tanya Min Ji polos.
“Mau mencari makanan seafood. Kau suka tidak?”tanya Donghae.
“Darimana kau tau aku sangat suka seafood?”tanya Min Ji kembali.
“Hanya menebak.”Donghae tersipu bangga.
Mereka pun telah sampai ketempat tujuan restaurant seafood yang sangat lezat di Seoul.
“Bagaimana kau bisa tau kalau restaurant ini yang paling sering ku kunjungi?”tanya Min Ji curiga.
“Hanya menebak.”jawab Donghae santai.

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

“Min Ho, maukah kau menemaniku ke pantai?”Kim Bum bertanya.
“Boleh. Pantai apa?”
“Pantai tempat ayahku dikremasi. Mau kah?”
“Ayuk. Aku juga sudah bosan disini.”Min Ho melanjutkan.
“Sebentar aku ambil kunci mobil dulu.”kata Kim Bum.
“Tak usah, pakai mobil ku saja. Ayuk.”mereka pun segera pergi menuju pantai tempat ayah Kim Bum dikremasi.
Sesampainya Kim Bum dan Lee Min Ho dipantai sana dilihatnya ada seorang gadis yang menghadap kepantai.
“Min Ho. Bukankah itu Min Ji?”tanya Kim Bum.
“Kurasa benar. Dia Min Ji, coba saja lihat tadi Min Ji memakai pakaian berwarna hitam kan. Dari belakang sih kelihatan mirip dengan Min Ji. Coba saja kau lihat. Aku ingin ke kamar mandi dulu ya.”Min Ho menuju ke kamar mandi.
“Min Ji….”panggil Kim Bum.
“Ehm?”
“Maaf aku salah orang. Ku kira kau adik ku. Sekali lagi maaf.”
“Owm.. Tak apa.”
“So Eun…”panggil Kim Joon.
“Yah. Ada apa oppa?”tanya So Eun.
“Ayuk kita pulang. Kondisi mu kan belum sepenuhnya pulih.”lanjut Kim Joon.
“Baik oppa. Tunggu sebentar.”
“Maaf, aku tinggal dulu ya.”kata So Eun kepada Kim Bum.
“Oh. Iya.”
So Eun pun pergi meninggalkan Kim Bum.
“So Eun? Nama yang bagus. Kenapa sepertinya wajahnya terasa begitu familiar?”
“Hey…”Min Ho mengagetkan Kim Bum yang sedang melamun.
“Kau… Kau tahu jantungku hamir copot. Dan tak kembali ketempat semula.”
“Hahahaha. Terlalu berlebihan. Bagaimana, tadi itu Min Ji?”tanya Min Ho.
“Bukan. Salah orang.”jawab Kim Bum pelan.
“Oh begitu. Bagaimana kalau sekarang kita pergi jalan-jalan?”Min Ho menawarkan.
“Kemana?”tanya Kim Bum.
“Kemana saja. Ayuk.”Min Ho pun berjalan ke parkiran.
Mereka memutuskan untuk pergi ke café amour. Banyak anak muda yang datang kesana, kira-kira seumur 19 thn keatas. Mereka duduk di dekat jendela.
“Min Ho. Bagaimana di Jerman?”tanya Kim Bum lagi.
“Kau kan sudah menanyakannya tadi. Memang ada apa?”tanya Min Ho.
“Tadi aku hanya bertanya sekilas. Aku ingin tahu lebih lanjutnya bagaimana.”kata Kim Bum penasaran.
“Yah seperti tadiku bilang. Aku tak menemukan apa-apa disana.”
“Bukankah kata saudaranya dia berada di Jerman?”tanya Kim Bum.
“Yah itu dia permasalahannya. Sudahku cari ke alamat yang diberikan oleh saudaranya itu. Dan kau tahu apa? Mereka sudah 10 tahun pindah dari rumah itu. Hah. Sia-sia saja aku ke sana.”Min Ho menghela nafas.
“Hah? Yang benar? Hahahahaha…”Kim Bum tertawa.
“Kau!!! Bukannya malah ikut bersedih, malah tertawa diatas penderitaan orang lain..”Min Ho cemberut.
“Hahahaha.”Min Ho pun meninggalkan Kim Bum.
“Hey, Min Ho. Mau kemana kau?”tanya Kim Bum lagi.
“Mengambil Soju. Kau mau?”tanya Min Ho.
“Boleh.”
Min Ho pun memesan Soju. Setelah mendapatkan Soju itu dia berjalan menuju meja mereka. Tiba-tiba saja keseimbangannya hilang dan………..
BURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…
“Arrgghhhhh..”
“Maaf, aku tak sengaja.”kata Min Ho lemas.
“Kau lihat, laptop ku beserta kertas-kertas ini basah oleh karena ulah mu!!!”
“Sekali lagi maaf.”Min Ho memohon.
“Sudahlah, tak ada gunanya mengobrol dengan pria mabok seperti kau.”wanita itu pun pergi meninggalkan Min Ho yang terbenggong-benggong. Min Ho hanya bisa berdiri terpaku ditempat. Tiba-tiba dia menyadari bahwa HP wanita tadi tertinggal. Baru saja dia berbalik ingin mengembalikan HP itu, mobil wanita tadi sudah melaju cepat meninggalkan café amour. Min Ho mengantongi HP wanita itu dan berjalan ke arah meja Kim Bum.





Wah.. wah.. kali ini agak panjang. Hehehehe.
Kira-kira siapa yang Min Ho cari?
Lalu kenapa Donghae bisa menebak semua kesukaan Min Ji? Apa hanya menebak atau ada sesuatu…….
Dan kenapa Kim Bum merasa wajah So Eun begitu familiar?
Saksikan Next Partnya yaa….
-Jangan Lupa Comment biar saiia semangat lanjutinnya- hihihi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar